Tapanuli Tengah, 31 Juli 2026Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lingkungan I dan III, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dengan mengangkat tema “Pemanfaatan Kelapa untuk Produksi Virgin Coconut Oil dan Nata de Coco untuk Mendukung Perekonomian Masyarakat Terdampak Bencana.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026 tersebut ditujukan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah setempat dan diikuti oleh 35 orang masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Fakultas Farmasi USU dalam membantu masyarakat meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan potensi sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pasca bencana.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini di ketuai oleh Dwi Lestari P, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt. dengan beranggotakan Dr. Hetty Lendora Maha, S.Farm., M.Si., Apt.; Dr. Apt. Denny Satria, S.Farm., M.Si.; Imam Bagus Sumantri, S.Farm., M.Si., Apt.; serta Mariadi, S.Farm., M.Si., Apt.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikemas dalam bentuk pelatihan dan praktik langsung pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Nata de Coco. Masyarakat tidak hanya memperoleh pemaparan mengenai potensi dan manfaat kelapa, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam proses pengolahan bahan baku kelapa menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan potensi ekonomi.

Melalui praktik langsung tersebut, peserta memperoleh pengalaman mengenai tahapan pembuatan VCO dan Nata de Coco sehingga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri di lingkungan masyarakat. Pemanfaatan kelapa sebagai bahan baku juga menjadi upaya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia di wilayah setempat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian dan produktivitas ekonomi masyarakat terdampak bencana. Produk VCO dan Nata de Coco memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha yang dapat memberikan nilai tambah terhadap komoditas lokal. Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan kegiatan produktif yang berkelanjutan dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.

Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan PkM ini juga mencerminkan peran aktif Fakultas Farmasi USU dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif bagi masyarakat. Transfer pengetahuan dari dosen kepada masyarakat diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara lebih produktif.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, melalui upaya pemberdayaan masyarakat terdampak bencana agar memiliki keterampilan produktif yang dapat mendukung pemulihan ekonomi keluarga.

Kedua, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui proses transfer pengetahuan dan keterampilan kepada 35 peserta melalui pelatihan serta praktik langsung. Selain itu, pemanfaatan kelapa menjadi berbagai produk bernilai tambah

Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan keterampilan masyarakat dan pengembangan peluang usaha berbasis potensi sumber daya lokal. Pelatihan produksi VCO dan Nata de Coco diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Turut mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya melalui optimalisasi sumber daya lokal dan pengembangan produk olahan.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Farmasi USU terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang terdampak bencana. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kapasitas lokal, mendorong pemulihan ekonomi, serta mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan.