home icon
search icon
menu icon

Tentang

Fakultas Farmasi
Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) menawarkan empat program studi terakreditasi, termasuk dua dengan status Unggul, yang berkomitmen menghasilkan lulusan kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Didukung oleh 48 dosen, termasuk 13 Guru Besar, serta fasilitas laboratorium berteknologi canggih, kami memastikan kualitas pembelajaran yang optimal bagi seluruh mahasiswa. Sebagai salah satu fakultas farmasi terbaik di Indonesia menurut EduRank dan Scimago Institutions Ranking, kami terus berinovasi dan menjaga reputasi di kancah pendidikan farmasi. Dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia berkarakter BINTANG serta riset yang inovatif, kami berkomitmen untuk turut mendorong kemajuan ilmu farmasi sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
ornament

Sejarah

1969
Pada awal Februari tahun 1969, Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA) Universitas Sumatera Utara resmi membuka Jurusan Farmasi. Jurusan ini didukung oleh tenaga pengajar yang merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai penanggung jawab apotek di Medan. Ketua pertama Jurusan Farmasi adalah Drs. R.A. Soekemi, Apt.
1982
Pada tahun 1982, terjadi perubahan nama Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA) menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara.
2000
Pada tahun 2000, Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Chairuddin P. Lubis, DTM&H., Sp.A(K), mengusulkan peningkatan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi. Untuk merealisasikan hal tersebut, Jurusan Farmasi membentuk tim yang diketuai oleh Dr. M. Pandapotan Nasution, MPS., Apt., yang saat itu menjabat sebagai Ketua Jurusan Farmasi. Tim ini berhasil menyelesaikan proposal perubahan status pada bulan Desember 2000. Proposal tersebut kemudian disampaikan kepada Rektor melalui Dekan FMIPA. Namun, pada tahun berikutnya, proses perubahan ini tertunda karena adanya surat edaran dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) yang melarang pembukaan fakultas baru di Indonesia.
2003
Pada tahun 2003, Universitas Sumatera Utara memperoleh status Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56/2003 tanggal 11 November 2003. Dengan status ini, peluang untuk membentuk fakultas baru kembali terbuka. Dalam pasal-pasal yang tertuang dalam peraturan tersebut, serta Keputusan Majelis Wali Amanat Nomor 1/SK/MWA/I/2005 tanggal 8 Januari 2005, perubahan status departemen menjadi fakultas diizinkan.
2005
Pada tanggal 26 Mei 2005, proposal revisi perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi diajukan kembali kepada Rektor melalui Dekan FMIPA. Selanjutnya, pada tanggal 4 Juli 2005, Rektor Universitas Sumatera Utara menerbitkan Surat Keputusan No. 822/J05/SK/KP/2005 tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi. Panitia ini ditugaskan untuk menyusun laporan dan melaksanakan persiapan terkait pembukaan Fakultas Farmasi.
2006
Pada tanggal 31 Mei 2006, Rektor Universitas Sumatera Utara mengirim surat kepada Dirjen Dikti untuk meminta pertimbangan perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi. Dirjen Dikti memberikan tanggapan melalui surat Nomor 2635/D/T/2006 tanggal 7 Juli 2006, yang menyatakan bahwa perubahan status dapat dilakukan dengan keputusan Rektor tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Pada tanggal 8 Agustus 2006, Rektor Universitas Sumatera Utara resmi menerbitkan Surat Keputusan Nomor 1050/J05/SK/KP/2006 yang menetapkan pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara sebagai fakultas ke-11. Selanjutnya, pada tanggal 28 September 2006, Dr. Eddy Marlianto, M.Sc., yang saat itu menjabat Dekan FMIPA, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi.
2007
Pada tanggal 14 Desember 2006, Rektor Universitas Sumatera Utara mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 1655/J05/SK/KP/2006 tentang Pengangkatan Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., sebagai Dekan Fakultas Farmasi untuk periode 2006–2010. Pelantikannya dilaksanakan pada hari Jumat, 26 Januari 2007. Fakultas Farmasi diresmikan pada 5 Mei 2007 dalam sebuah acara yang juga dihadiri oleh Majelis Wali Amanat, para dekan, ketua lembaga, serta alumni dari seluruh Indonesia.
2017–2020
Pada periode 2017 hingga 2020, Fakultas Farmasi USU mengalami kemajuan signifikan dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam bidang penelitian, terdapat 95 judul penelitian yang didanai oleh Universitas Sumatera Utara, 50 judul oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta 4 judul oleh Kementerian Kesehatan. Total dana yang terkumpul mencapai Rp9,675 miliar. Selain itu, jumlah publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus atau Web of Science mencapai 176 artikel. Fakultas Farmasi juga menerbitkan jurnal ilmiah IDJPCR (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research) yang terindeks di Garuda, Google Scholar, dan Base Index.
navigate_before
navigate_next
ornament

Pimpinan Fakultas

Prof. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm.,  Ph.D., Apt.
Dekan_Image_1
Dekan_Image_1
Prof. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D., Apt.
Dekan Fakultas Farmasi
Apt. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D., lahir di Medan pada 15 Februari 1978, merupakan seorang dosen Farmakologi Farmasi di Universitas Sumatera Utara. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Profesi Apoteker di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan Magister dan Doktoral di bidang Farmasi Klinis di Universiti Sains Malaysia, dengan gelar Ph.D. yang diraihnya pada tahun 2012. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara untuk periode 2020 hingga 2025.
ornament

Visi Dan Misi

ornament

Fasilitas Kami

Fakultas Farmasi USU menyediakan fasilitas lengkap, termasuk sembilan laboratorium canggih dan Animal House untuk mendukung penelitian dan praktikum. Kami juga menyediakan gedung perkuliahan yang nyaman serta bahan praktikum yang memadai guna memastikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa. Selain itu, kebersihan, keamanan, dan ketertiban selalu menjadi prioritas untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Selengkapnya
Laboratorium Pusat Penelitian Farmasi
Laboratorium Pusat Penelitian Farmasi memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Laboratorium ini berfungsi sebagai fasilitas utama untuk kegiatan penelitian mahasiswa Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3), baik dari Fakultas Farmasi USU maupun dari fakultas lain dan institusi di luar Universitas Sumatera Utara.Meskipun bukan laboratorium yang dirancang khusus untuk kegiatan pembelajaran rutin, Laboratorium Pusat Penelitian Farmasi juga digunakan untuk beberapa praktikum yang memerlukan pemanfaatan instrumen khusus yang hanya tersedia di laboratorium ini. Hal ini menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan, peningkatan kompetensi, dan pemahaman mahasiswa terhadap instrumen farmasi yang berperan penting dalam pengembangan riset dan teknologi farmasi.Selain mendukung penelitian akademik, laboratorium ini juga menyediakan layanan pemeriksaan dan analisis sampel bagi instansi eksternal maupun masyarakat umum. Di sisi lain, laboratorium ini turut berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan produk-produk inovatif, seperti sabun cair cuci tangan, hand sanitizer, dan balsam aromaterapi, yang telah dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan dosen dan mahasiswa di lapangan.Dengan peran yang luas, Laboratorium Pusat Penelitian Farmasi menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung reputasi dan eksistensi Fakultas Farmasi USU sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam bidang ilmu kefarmasian.
Laboratorium Pusat Penelitian Farmasi
Laboratorium Farmasetika
Laboratorium Farmasetika merupakan salah satu laboratorium inti di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara yang berfokus pada pembelajaran dan penelitian di bidang formulasi serta pengembangan sediaan farmasi. Laboratorium ini memfasilitasi kegiatan praktikum dan penelitian yang berkaitan dengan:Sediaan Farmasi, termasuk bentuk padat, cair, semisolid, dan sediaan lainnya, yang menjadi dasar dalam pengembangan obat modern.Peracikan Obat, yaitu keterampilan penting dalam praktik kefarmasian yang melatih mahasiswa meracik obat sesuai dengan resep dan kebutuhan pasien secara individual.Farmasi Fisik, yang mempelajari sifat fisikokimia bahan obat dan eksipien serta pengaruhnya terhadap stabilitas dan efektivitas sediaan.Biofarmasetika, yaitu kajian mengenai hubungan antara karakteristik sediaan obat dengan bioavailabilitas, penyerapan, dan respons terapeutik dalam tubuh.Laboratorium ini mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—serta berperan penting dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis di bidang formulasi dan teknologi sediaan, baik untuk industri farmasi maupun pelayanan kefarmasian.
Laboratorium Farmasetika
Laboratorium Analisis Farmasi
Laboratorium Analisis Farmasi merupakan salah satu unit pendukung akademik di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara yang diresmikan pada tanggal 22 Maret 2022 oleh Rektor Universitas Sumatera Utara. Laboratorium ini memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan pembelajaran, khususnya dalam pelaksanaan praktikum untuk Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi dan Program Studi Diploma Tiga Analis Farmasi dan Makanan Fakultas Vokasi USU.Selain menjalankan fungsi pendidikan, Laboratorium Analisis Farmasi juga menjadi fasilitas yang mendukung kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa, baik dalam lingkup skripsi, tesis, maupun riset kolaboratif. Berbagai penelitian yang dilakukan di laboratorium ini berfokus pada analisis mutu, keamanan, dan efektivitas bahan obat dan produk farmasi.Laboratorium ini juga aktif dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa, seperti pelatihan atau edukasi di bidang analisis farmasi serta kegiatan layanan uji sederhana untuk komunitas. Dengan keberadaan laboratorium ini, diharapkan tercipta sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berkontribusi terhadap kemajuan ilmu farmasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Laboratorium Analisis Farmasi
Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi
Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi merupakan hasil penggabungan dari empat laboratorium yang sebelumnya berdiri secara terpisah, yaitu Laboratorium Teknologi Sediaan Non Steril I, Laboratorium Teknologi Sediaan Non Steril II, Laboratorium Kosmeseutik, dan Laboratorium Teknologi Sediaan Steril. Sejak awal berdirinya hingga tahun 2021, keempat laboratorium tersebut telah menjalankan fungsi utamanya sebagai laboratorium pendidikan.Laboratorium ini mendukung pelaksanaan sekitar 9–12 judul praktikum untuk Program Studi Sarjana Farmasi dan 4–7 judul praktikum untuk Program Studi Diploma Tiga Analis Farmasi dan Makanan Universitas Sumatera Utara (USU). Materi praktikum dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang diperlukan dalam industri farmasi formulasi obat dan kosmetik, khususnya di bagian Produksi, Pengawasan Mutu, serta Penelitian dan Pengembangan (R&D). Selain itu, laboratorium ini juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa untuk menciptakan produk kosmetik sendiri atau menjadi konsultan di klinik kecantikan.Di luar kegiatan praktikum, laboratorium ini juga menjadi tempat dilaksanakannya penelitian mahasiswa untuk skripsi, tesis, dan disertasi dari berbagai program studi baik dari dalam maupun luar USU, serta penelitian dosen dengan sumber dana dari USU dan instansi lain. Fokus penelitian mencakup formulasi dan evaluasi berbagai bentuk sediaan farmasi seperti gel, krim, dan sediaan nano untuk aplikasi anti-aging, anti jerawat, antioksidan, anti-xerosis, tabir surya, pewarna rambut, masker wajah, pembersih wajah, serta tablet dari bahan sintetik maupun alam.Namun demikian, keterbatasan peralatan seringkali menjadi hambatan dalam pelaksanaan penelitian, sehingga mahasiswa dan dosen harus menunggu giliran untuk menggunakan fasilitas laboratorium lain baik di lingkungan Fakultas Farmasi USU, universitas lain di Sumatera, maupun di luar pulau seperti Jawa.Selain pendidikan dan penelitian, laboratorium ini juga aktif melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seperti pembuatan hand sanitizer, pembuatan sediaan kosmetik sederhana, serta penyuluhan mengenai cara memilih dan menggunakan kosmetik secara tepat. Hingga tahun 2021, kegiatan penelitian di Laboratorium Teknologi Sediaan Steril masih sangat terbatas karena minimnya sarana dan prasarana yang tersedia.
Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi