Medan, 11 September 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di bidang kefarmasian melalui kolaborasi dengan dunia industri. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan PT. Cosmotech Multi Mandiri dalam mendorong hilirisasi hasil riset dosen Fakultas Farmasi USU, khususnya di bidang kosmetik.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membawa hasil penelitian dari lingkungan akademik menuju tahap pengembangan produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjawab kebutuhan industri serta masyarakat. Hal ini sejalan dengan kegiatan presentasi bertajuk “Hilirisasi Riset Kosmetik di Indonesia: Dari Penemuan Ilmiah Menuju Inovasi Kosmetik Bernilai Tambah” yang dilaksanakan di Fakultas Farmasi USU pada Jumat, 11 September 2026.
Hilirisasi riset kosmetik merupakan proses penting dalam menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan industri. Proses tersebut tidak berhenti pada penemuan ilmiah, tetapi mencakup tahapan discovery, validasi, formulasi, scale-up, regulasi, hingga komersialisasi. Setiap tahapan membutuhkan perhatian terhadap aspek keamanan dan efektivitas, standardisasi, pengujian stabilitas, transfer teknologi, serta kesiapan produk untuk memasuki pasar.
Melalui kolaborasi dengan PT. Cosmotech Multi Mandiri, Fakultas Farmasi USU, mendorong agar hasil riset dosen memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan dan standar industri. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem hilirisasi yang mencakup prototipe riset, laboratorium pengujian, manufaktur, regulator, pasar, hingga investor.
Indonesia sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan kosmetik berbasis riset dan bahan alam. Kekayaan biodiversitas, termasuk lebih dari 3.000 jenis tanaman obat yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku kosmetik, membuka peluang bagi pengembangan bahan aktif, formulasi, produk bermerek, hingga pasar ekspor.
Dalam konteks tersebut, riset dosen Fakultas Farmasi USU dapat menjadi bagian dari pengembangan inovasi kosmetik berbasis sains dan sumber daya lokal. Terkhusus wilayah Sumatera Utara yang memiliki sejumlah bahan alam yang berpotensi dikembangkan, seperti daun Afrika (Vernonia amygdalina), daun Matoa (Pometia pinnata) dan daun gagatan harimau (Ampelocissus thyrsiflora) untuk berbagai fungsi dalam pengembangan produk kosmetik.
Kolaborasi dengan mitra industri juga diharapkan dapat memperkuat proses transformasi hasil penelitian dari research-ready menjadi market-ready. Hal ini penting karena keberhasilan komersialisasi tidak hanya ditentukan oleh kebaruan penelitian, tetapi juga oleh standardisasi teknologi, reproducibility, desain pengujian, dokumentasi regulasi, keamanan, klaim produk, biaya produksi, hingga strategi pemasaran.
Bagi Fakultas Farmasi USU, kerja sama dengan PT. Cosmotech Multi Mandiri menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan inovasi berbasis hasil riset. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan produk kosmetik berbasis riset dan potensi bahan alam Indonesia.
Upaya tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan aktivitas ekonomi dan pengembangan industri bernilai tambah. Selain itu, pengembangan riset dan inovasi berbasis sumber daya lokal mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, terutama melalui penguatan inovasi serta hubungan antara perguruan tinggi dan industri.
Melalui kolaborasi antara Fakultas Farmasi USU dan PT. Cosmotech Multi Mandiri, hasil riset dosen diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi inovasi dan produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, serta mendukung penguatan daya saing industri kosmetik nasional.