HUMAS FARMASI USU - Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan salah satu dosennya, Emil Salim, S.Farm., M.Sc., Ph.D., Apt., dalam memperoleh Dana Hibah Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI). Dalam program hibah tersebut, Emil Salim bertindak sebagai ketua peneliti dengan mengusung penelitian berjudul “Metabolomik Varietas Lansium domesticum dan Sintesis Derivat Aurone sebagai Kandidat Antidiabetes: Studi In Silico, In Vitro, dan In Vivo”.

Perolehan hibah riset ini menjadi bukti nyata komitmen dosen Fakultas Farmasi USU dalam mengembangkan penelitian inovatif di bidang farmasi dan kesehatan. Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) sendiri merupakan program pendanaan penelitian kolaboratif antar perguruan tinggi yang bertujuan mendorong penguatan kualitas riset, kolaborasi akademik, serta pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penelitian yang dipimpin oleh Emil Salim berfokus pada eksplorasi potensi Lansium domesticum sebagai kandidat antidiabetes melalui pendekatan metabolomik dan sintesis derivat aurone. Penelitian tersebut dilakukan menggunakan metode in silico, in vitro, dan in vivo untuk mengetahui potensi aktivitas biologis senyawa yang dihasilkan terhadap pengembangan terapi diabetes melitus.

Diabetes melitus hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global dengan jumlah penderita yang terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu, penelitian terkait pengembangan kandidat antidiabetes berbasis bahan alam dan senyawa bioaktif dinilai sangat penting dalam mendukung pengembangan terapi yang lebih efektif, aman, dan inovatif. Pendekatan metabolomik yang digunakan dalam penelitian ini memungkinkan identifikasi kandungan metabolit secara lebih mendalam sehingga dapat memberikan informasi ilmiah yang komprehensif dalam pengembangan obat berbasis bahan alam.

Selain itu, sintesis derivat aurone dalam penelitian ini juga menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antidiabetes. Melalui kombinasi pendekatan in silico, in vitro, dan in vivo, penelitian diharapkan mampu menghasilkan data ilmiah yang kuat mengenai efektivitas dan potensi pengembangan senyawa sebagai kandidat terapi diabetes di masa mendatang.

Keberhasilan memperoleh Dana Hibah Program RKI juga menunjukkan meningkatnya kualitas dan daya saing penelitian dosen Fakultas Farmasi USU di tingkat nasional. Program hibah ini tidak hanya memberikan dukungan terhadap pengembangan riset unggulan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antar peneliti dan institusi pendidikan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Fakultas Farmasi USU terus berkomitmen mendukung pengembangan budaya riset dan inovasi melalui berbagai penelitian strategis yang berorientasi pada solusi terhadap permasalahan kesehatan masyarakat. Diharapkan capaian ini dapat menjadi motivasi bagi dosen dan peneliti lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.

Fakultas Farmasi USU juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian yang diraih oleh Emil Salim. Prestasi tersebut diharapkan mampu memperkuat reputasi akademik Fakultas Farmasi USU sekaligus mendorong lahirnya penelitian-penelitian inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Pencapaian ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu Good Health and Well-Being melalui pengembangan penelitian kandidat terapi diabetes, tujuan ke-4 yaitu Quality Education melalui penguatan budaya riset dan inovasi di perguruan tinggi, tujuan ke-9 yaitu Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengembangan inovasi berbasis penelitian ilmiah, serta tujuan ke-17 yaitu Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi penelitian antar institusi pendidikan tinggi.