HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menyelenggarakan Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Studi Doktor Ilmu Farmasi pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Pada kesempatan ini, Erida Novriani tampil sebagai promovenda dengan disertasi berjudul “Optimasi Pengobatan Tuberkulosis Menggunakan Aplikasi Digital di Puskesmas Kota Medan.”

Sidang terbuka dilaksanakan pada Rabu, 07 Januari 2026, pukul 14.00 WIB, bertempat di Ruang IMT-GT Lantai 2 Gedung BPA USU. Kegiatan ini terbuka untuk umum sebagai bagian dari komitmen akademik dalam menjaga mutu dan transparansi pendidikan doktoral.

Ujian promosi dipimpin oleh Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. selaku pimpinan sidang. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Dr. Urip Harahap, Apt., dengan ko-promotor Prof. Khairunnisa, M.Pharm., Ph.D., Apt. dan Prof. Dr. Wiryanto, M.S., Apt.

Adapun tim penguji terdiri atas:

  • Prof. Dra. Azlina Nasution, M.Sc., Ph.D., Apt.

  • Dr. Aminah Dalimunthe, S.Si., M.Si., Apt.

  • Prof. Juniadi Khobib, M.Kes., Ph.D., Apt.

  • Prof. apt. Ivan Surya Pradipta, Ph.D.

Dalam disertasinya, Erida Novriani meneliti pemanfaatan aplikasi digital untuk mengoptimalkan pengobatan tuberkulosis (TB) di tingkat pelayanan kesehatan primer, khususnya di Puskesmas Kota Medan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kepatuhan pasien, efektivitas terapi, serta pemantauan pengobatan TB melalui pendekatan teknologi kesehatan (digital health).

Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, sehingga inovasi berbasis teknologi dinilai penting untuk mendukung keberhasilan terapi dan menekan angka kegagalan pengobatan maupun resistensi obat.

Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain:

  • SDG 3 (Good Health and Well-Being): Mendukung upaya pengendalian dan eliminasi tuberkulosis sebagai penyakit menular yang masih menjadi prioritas nasional dan global.

  • SDG 4 (Quality Education): Mewujudkan pendidikan tinggi berkualitas melalui riset doktoral berbasis inovasi dan kebutuhan masyarakat.

  • SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure): Mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan.

  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): Menguatkan kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam implementasi inovasi digital.

Melalui pelaksanaan sidang promosi ini, Fakultas Farmasi USU kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif bagi permasalahan kesehatan masyarakat.