> Berita > Pengabdian kepada Masyarakat - Kolaborasi Internasional: Fakultas Farmasi USU Bentuk Kader Antimicrobial Stewardship (AMS) untuk Tangani Resistensi Antibiotik
Pengabdian kepada Masyarakat - Kolaborasi Internasional: Fakultas Farmasi USU Bentuk Kader Antimicrobial Stewardship (AMS) untuk Tangani Resistensi Antibiotik
Dipublikasi Pada
16 Oktober 2025
Dipublikasi Oleh
Sunaryo S.Kom
Thumbnail Pengabdian kepada Masyarakat - Kolaborasi Internasional: Fakultas Farmasi USU Bentuk Kader Antimicrobial Stewardship (AMS) untuk Tangani Resistensi Antibiotik
Fakultas Farmasi USU berkolaborasi dengan University of Cyberjaya dan Hospital Canselor Tuanku Muhriz UKM Malaysia membentuk kader Antimicrobial Stewardship (AMS) di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam penerapan penggunaan antibiotik yang rasional untuk mengatasi resistensi antimikroba.
HUMAS FARMASI USU — Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) terus menunjukkan perannya dalam mendukung peningkatan kesehatan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pembentukan Kader Antimicrobial Stewardship (AMS)”. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi internasional antara Fakultas Farmasi USU dengan University of Cyberjaya (UoC) Malaysia, Hospital Canselor Tuanku Muhriz UKM (HCTM) Malaysia, dan RSUD Dr. Pirngadi Medan, yang berfokus pada upaya mengatasi masalah resistensi antibiotik (Antimicrobial Resistance/AMR).
Program ini bertujuan untuk membentuk kader Antimicrobial Stewardship (AMS) serta memberikan edukasi dan konseling terkait penggunaan antibiotik yang rasional bagi tenaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman tentang strategi pengendalian penggunaan antibiotik untuk mencegah penyebaran resistensi antimikroba di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan diikuti oleh dokter, apoteker, dan perawat dari beberapa rumah sakit di Medan, yaitu RSUD Dr. Pirngadi Medan, RS Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara, dan RSUP H. Adam Malik Medan. Para narasumber yang berkontribusi dalam kegiatan ini antara lain:
Yuandani, S.Farm., M.Si., Ph.D., Apt. – Fakultas Farmasi USU
Dr. Nurul Adilla Jamaluddin, BPharm(Hons.), MClinPharm, Ph.D. – University of Cyberjaya, Malaysia
Assoc. Prof. Dr. Petrick Periyasamy – Hospital Canselor Tuanku Muhriz UKM, Malaysia
Dr. Lau Chee Lan – Hospital Canselor Tuanku Muhriz UKM, Malaysia
dr. Ade Winata, Sp.An., KIC., FISQua – RSUD Dr. Pirngadi Medan
Kegiatan berlangsung pada Kamis, 25 September 2025, di RSUD Dr. Pirngadi Medan, yang menjadi lokasi utama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mitra dalam penerapan program AMS di tingkat rumah sakit.
Resistensi antibiotik atau Antimicrobial Resistance (AMR) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling serius di dunia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan mikroorganisme menjadi kebal terhadap obat, sehingga infeksi menjadi sulit diobati. Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi USU dan para mitra berupaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam penerapan prinsip AMS guna memastikan penggunaan antibiotik yang lebih rasional, efektif, dan aman bagi pasien.
“Penerapan AMS bukan hanya tanggung jawab apoteker, tetapi juga memerlukan sinergi dari seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit,” ujar Yuandani, S.Farm., M.Si., Ph.D., Apt., dosen Fakultas Farmasi USU sekaligus ketua pelaksana kegiatan.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar, diskusi interaktif, dan pelatihan singkat di mana para narasumber berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penerapan Antimicrobial Stewardship Program (ASP) di rumah sakit. Peserta juga mendapatkan materi edukatif dan studi kasus klinis sehingga dapat langsung menerapkan prinsip AMS di lingkungan kerja masing-masing.
Program ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) – mendukung peningkatan kualitas kesehatan melalui pencegahan resistensi antibiotik.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) – memperluas akses edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan bagi tenaga profesional.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnership for the Goals) – memperkuat kolaborasi lintas institusi dan lintas negara dalam menghadapi tantangan kesehatan global.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam promosi kesehatan dan penanggulangan resistensi antibiotik, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi model keberlanjutan program AMS di Indonesia dan memperkuat kontribusi USU terhadap pencapaian SDGs 2030 di bidang kesehatan masyarakat.