Medan, 26 September 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) memperingati World Pharmacists Day 2026 melalui rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Taman Cadika, Kota Medan. Kegiatan ini diisi dengan berbagai rangkaian aktivitas, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi kesehatan, dan senam bersama. Pelaksanaannya turut melibatkan sejumlah mitra strategis Fakultas Farmasi USU sebagai bentuk untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan kemitraan melalui kegiatan edukatif, promotif, dan preventif.

Kegiatan World Pharmacists Day 2026 dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi USU yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi, Dr. Apt. Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si. Kehadiran pimpinan fakultas tersebut menandai komitmen Fakultas Farmasi USU dalam memperkuat kontribusi institusi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Peringatan World Pharmacists Day 2026 menjadi momentum bagi Fakultas Farmasi USU untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dan bidang kefarmasian dalam mendukung kesehatan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, masyarakat serta berbagai mitra dari sektor industri farmasi, apotek, regulator, dan organisasi profesi.

Kegiatan World Pharmacists Day 2026 turut melibatkan masyarakat sebagai peserta sekaligus bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di Taman Cadika, mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga edukasi kesehatan. Ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan di Taman Cadika adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta pemeriksaan kesehatan lainnya.

Pemilihan Taman Cadika sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Farmasi USU untuk mendekatkan layanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat di ruang publik. Kehadiran kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Selain pemeriksaan kesehatan, Fakultas Farmasi USU menghadirkan edukasi kesehatan yang dikemas secara informatif dan mudah dipahami masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penggunaan obat melalui konsep “Lima O”, pencegahan resistensi antibiotik, DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat, serta pola makan sehat dengan alternatif makanan pengganti nasi.

Penguatan kegiatan World Pharmacists Day 2026 juga dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis. Fakultas Farmasi USU melibatkan 11 mitra yang berasal dari berbagai sektor, yaitu Balai Besar POM Medan, PT Kimia Farma Trading & Distribution, PT Kimia Farma Apotek Unit Bisnis, Apotek Timoti, Apotek Gratia Farma, Apotek Keshia Farma, Apotek Citra Farma, Apotek Sarana, PT Enseval Putera Megatrading Tbk., PD IAI Sumatera Utara, serta PC IAI Kota Medan.

Keterlibatan perguruan tinggi, industri farmasi, apotek, regulator, dan organisasi profesi menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Kolaborasi tersebut sekaligus memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi USU untuk mengimplementasikan ilmu kefarmasian secara langsung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), rangkaian kegiatan tersebut mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pertama, SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, aktivitas fisik, deteksi dini, serta edukasi penggunaan obat yang aman dan rasional.

Kedua, SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyebarluasan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan.

Ketiga, SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan, mulai dari perguruan tinggi, industri farmasi, apotek, regulator, organisasi profesi, hingga masyarakat. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Melalui rangkaian World Pharmacists Day 2026, Fakultas Farmasi USU menunjukkan bahwa peran bidang kefarmasian tidak terbatas pada pelayanan obat, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, serta pemberdayaan masyarakat.