MEDAN, 9 Agustus 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik serta daya saing internasional mahasiswa melalui program Student Outbound: Research & Collaboration yang dilaksanakan di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kuala Lumpur dan Bangi.
Kegiatan yang berlangsung mulai 12 Juli hingga 9 Agustus 2026 ini diikuti oleh tujuh mahasiswa Fakultas Farmasi USU, yaitu Clarysa Edelyn Wangsa, Crystalin Natalie Simone, Mandy Sachi, Brenda Vanssa Wijaya, Evelyn Felicia, Kevin Stanley, dan Stanley Lauwins. Program ini bertujuan memberikan pengalaman akademik global, memperluas wawasan penelitian, bertukar ilmu pengetahuan, serta membangun jejaring akademik lintas negara.
Dalam pelaksanaannya, ketujuh mahasiswa tersebut terbagi ke dalam tiga tim penelitian. Satu tim melaksanakan kegiatan penelitian di Bangi, Malaysia, sementara dua tim lainnya melaksanakan penelitian di Kuala Lumpur, Malaysia. Pembagian tim tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas penelitian sesuai dengan bidang dan fasilitas laboratorium yang tersedia.
Selama mengikuti program, mahasiswa memperoleh pengalaman penelitian dalam beberapa bidang kefarmasian, di antaranya teknologi formulasi, histologi, dan kultur sel. Pada bidang teknologi formulasi, mahasiswa mempelajari sekaligus mempraktikkan pembuatan sediaan krim dengan menggunakan bahan berbasis coconut oil dan olive oil. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan teori formulasi yang sebelumnya diperoleh melalui perkuliahan ke dalam praktik penelitian di laboratorium.
Pada bidang histologi, mahasiswa mempelajari proses pengamatan jaringan untuk melihat toksisitas dari sampel obat yang diinduksikan kepada hewan uji tikus putih (Rattus norvegicus). Pengalaman tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai penerapan metode histologi dalam mendukung penelitian dan evaluasi keamanan suatu sampel obat.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dalam bidang kultur sel dengan mempelajari dan melakukan praktik penelitian menggunakan sel kanker serta sel tali pusar. Kegiatan tersebut memperluas pemahaman mahasiswa mengenai teknik kultur sel dan penerapannya dalam penelitian kefarmasian.
Tidak hanya mempelajari metode penelitian, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menggunakan berbagai instrumen analisis yang sebelumnya lebih banyak dipelajari secara teoritis di bangku perkuliahan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan mempelajari dan mempraktikkan penggunaan instrumen Nuclear Magnetic Resonance (NMR), Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GCMS), dan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LCMS).
Pengalaman menggunakan berbagai instrumen tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk memahami secara langsung prinsip kerja, penggunaan, serta penerapan instrumen analisis dalam penelitian kefarmasian. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktis dalam lingkungan penelitian yang mendukung pengembangan kompetensi ilmiah.
Selain melaksanakan penelitian, para mahasiswa juga berkesempatan mengenal aktivitas penelitian di sejumlah laboratorium UKM, di antaranya Laboratorium Bioserasi, Laboratorium Toksikologi, Laboratorium Tissue Culture, dan Laboratorium Histologi. Pengalaman ini memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan penelitian dan fasilitas laboratorium bertaraf internasional.
Melalui program Student Outbound ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan penelitian, tetapi juga belajar beradaptasi serta bekerja dalam lingkungan akademik internasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa Fakultas Farmasi USU dalam mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring akademik, serta menghasilkan inovasi di bidang kefarmasian.
Program Student Outbound Fakultas Farmasi USU ke UKM juga mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan ilmu kefarmasian dan penelitian yang berpotensi mendukung inovasi kesehatan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas karena mahasiswa memperoleh pengalaman penelitian, akses terhadap fasilitas laboratorium, serta pembelajaran akademik bertaraf internasional.
Selain itu, kolaborasi antara Fakultas Farmasi USU dan UKM turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, teknologi, dan inovasi ilmiah lintas negara.