Deskripsi
“Model Konseptual dan Optimasi Membangun Bisnis Apotek yang Berkelanjutan”
UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA)
PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
“Model Konseptual dan Optimasi Membangun Bisnis Apotek yang Berkelanjutan”
Prof. Dr. Poppy Anjelisa Z Hasibuan, M.Si., Apt. (Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnia USU)
Prof. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D., Apt. (Promotor)
Dr. Aminah Dalimunthe, S.Si., M.Si., Apt. (Co Promotor)
Prof. Yuandani, S.Farm., M.Si., Ph.D., Apt. (Co Promotor)
Prof. Dr. Yeni Absah, SE., M.Si. (Penguji)
Dr. apt. Sahat Saragi, M.Si. (Penguji)
Dr. apt. Dadang Irfan Husori, M.Sc. (Penguji)
Hari/Tanggal:
Pukul:
Tempat:
Ruang IMT-GT Lt.2 Gedung BPA USU
Uraian Singkat tentang Disertasi Promovenda:
Keberlanjutan bisnis apotek merupakan tantangan strategis yang semakin relevan seiring meningkatnya kompleksitas regulasi, kompetisi industri, dan perubahan perilaku konsumen. Namun, penelitian terkait model keberlanjutan pada bisnis apotek masih terbatas dan belum mengintegrasikan pendekatan multidimensi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model
konseptual keberlanjutan bisnis apotek berbasis enam pilar utama: sumber daya manusia (SDM), operasional, pemasaran, keuangan, manajemen risiko, dan analisis SWOT. Menggunakan desain mixed-method sequential explanatory, instrumen kuesioner dikembangkan melalui validasi ahli (I-CVI ≥ 0,80) dan diuji
pada 400 apoteker pemilik apotek. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi dan analisis jalur (SmartPLS), sementara data kualitatif dianalisis secara tematik (NVivo) melalui wawancara mendalam dengan pakar dan pemilik apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek utama berpengaruh
signifikan terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial, lingkungan, dan inovasi. SDM dan operasional merupakan faktor dominan yang menentukan stabilitas dan daya saing apotek. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa ketidakmampuan mempertahankan SDM kompeten, inefisiensi operasional, lemahnya tata kelola keuangan, serta absennya manajemen risiko yang sistematis menjadi penyebab utama kegagalan keberlanjutan. Integrasi kedua pendekatan menghasilkan model konseptual yang robust dan dapat digunakan sebagai kerangka strategis dalam pengambilan keputusan bisnis apotek serta meningkatkan daya saing bisnis apotek di masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan model keberlanjutan yang terukur dan kontribusi praktis bagi apoteker, manajer, serta pemangku kebijakan dalam memformulasikan strategi bisnis apotek yang adaptif dan berkelanjutan