> Berita > Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat dalam Pengolahan Simplisia Tanaman Obat di Desa Liang Pematang
Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat dalam Pengolahan Simplisia Tanaman Obat di Desa Liang Pematang
Dipublikasi Pada
01 Agustus 2022
Dipublikasi Oleh
Anonymous Writer
Thumbnail Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat dalam Pengolahan Simplisia Tanaman Obat di Desa Liang Pematang
Segenap Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat dalam Pengolahan Simplisia Tanaman Obat di Desa Liang Pematang
HUMAS FARMASI USU – Dosen Fakultas Farmasi USU melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Edukasi Pengolahan Simplisia Tanaman Obat Beserta Produk Sediaannya” di Desa Liang Pematang, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (30/7).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Turut hadir Kepala Desa Liang Pematang Bahagia Tarigan dan tim pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari Prof. Dr. rer.nat. Effendy De Lux Putra, SU, Apt. selaku ketua tim, dengan anggota Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si, Apt. dan Bayu Eko Prasetyo, S.Farm., M.Sc, Apt., serta dibantu beberapa mahasiswa Prodi Sarjana Farmasi USU yaitu Zahratul Aini, Annisah, Fauzan, dan Wahyu.
Pengabdian diawali dengan pengisian pre-test oleh masyarakat dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan dasar masyarakat mengenai materi yang akan disampaikan.
“Program pengabdian masyarakat ini penting dilaksanakan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat khususnya tanaman obat yang terdapat di wilayah Desa Liang Pematang serta melatih kreativitas masyarakat sekitar,” jelas Ketua Tim Pengabdian Prof. Dr. rer.nat. Effendy De Lux Putra, SU, Apt.
Pemaparan materi dibawakan oleh Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si, Apt., mengenai tahapan penyiapan simplisia, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga proses pemeriksaan mutu simplisia. Dilanjutkan dengan pemutaran video proses penyiapan simplisia dan pembuatan produk yang terdiri atas dua jenis teh herbal: teh daun kelor dengan campuran jahe dan teh dengan campuran bunga rosella, kayu secang, dan cengkeh.
Masyarakat tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Pada akhir kegiatan, tim memberikan cenderamata teh herbal dari simplisia tanaman obat kepada masyarakat. Produk teh yang diberikan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Desa Liang Pematang. Hal ini bertujuan agar peserta dapat merasakan nikmat dan khasiat teh herbal yang terbuat dari simplisia tanaman obat.