home icon
search icon
menu icon

> Berita > Empat Dosen Fakultas Farmasi USU Lulus Sertifikasi Dosen Batch 1 Tahun 2025

Empat Dosen Fakultas Farmasi USU Lulus Sertifikasi Dosen Batch 1 Tahun 2025

Dipublikasi Pada

03 November 2025

Dipublikasi Oleh

Sunaryo S.Kom

Empat Dosen Fakultas Farmasi USU Lulus Sertifikasi Dosen Batch 1 Tahun 2025
Thumbnail Empat Dosen Fakultas Farmasi USU Lulus Sertifikasi Dosen Batch 1 Tahun 2025
Fakultas Farmasi USU mencatat prestasi dengan lulusnya empat dosen pada Sertifikasi Dosen Batch 1 Tahun 2025 sebagai bukti komitmen terhadap profesionalisme, mutu pendidikan, dan pengembangan riset di bidang farmasi.

HUMAS FAKULTAS FARMASI USU — Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi akademik melalui keberhasilan empat dosennya yang lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Batch 1 Tahun 2025. Mereka adalah:

1. Dr. Apt. Denny Satria, S.Farm., M.Si.

2. Sony Eka Nugraha, S.Farm., M.Si., Apt.

3. Rony Abdi Syahputra, S.Farm., M.Farm.

4. Muhammad Fauzan Lubis, S.Farm., M.Farm., Apt.

 

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi, profesionalisme, dan komitmen para dosen Fakultas Farmasi USU dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan kualitas pengajaran di bidang farmasi.

 

Sertifikasi Dosen (Serdos) merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menilai kompetensi profesional dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lolosnya empat dosen Fakultas Farmasi USU pada Batch 1 Tahun 2025 menunjukkan bahwa mereka telah memenuhi seluruh kriteria akademik, pedagogik, sosial, dan profesional yang disyaratkan dalam proses sertifikasi.

 

Empat dosen yang lulus dalam batch ini merupakan tenaga pendidik aktif di lingkungan Fakultas Farmasi USU yang telah berkontribusi besar dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dukungan juga datang dari pimpinan fakultas, tim akademik, dan unit SDM USU, yang terus mendorong dan memfasilitasi para dosen untuk mengikuti proses sertifikasi secara berkelanjutan.

 

Proses sertifikasi dilakukan secara daring melalui sistem Sertifikasi Dosen (Serdos) Nasional yang dikelola oleh Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Seluruh tahapan — mulai dari penilaian portofolio, validasi administrasi, hingga uji kelayakan akademik — dilaksanakan secara terintegrasi dan transparan.

 

Keempat dosen dinyatakan lulus dalam Batch 1 Tahun 2025, setelah melalui proses penilaian selama semester awal tahun akademik 2025. Hasil kelulusan resmi diumumkan oleh Kemendikbudristek pada akhir bulan Oktober 2025.

 

Kelulusan ini tidak hanya menandai pencapaian pribadi para dosen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya fakultas untuk:

  • Meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas tenaga pendidik.

  • Menjamin mutu pendidikan tinggi yang berstandar nasional dan internasional.

  • Mendukung pengembangan karier dosen serta peningkatan kinerja akademik institusi.

 

Dengan memiliki dosen bersertifikat pendidik, Fakultas Farmasi USU semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang unggul dalam bidang ilmu kefarmasian dan kesehatan masyarakat.

 

Proses sertifikasi dilalui melalui beberapa tahapan, antara lain:

  • Pengajuan portofolio dosen melalui sistem Serdos Dikti.

  • Penilaian oleh asesor terhadap kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.

  • Evaluasi kinerja dan rekam jejak akademik, termasuk publikasi ilmiah, inovasi penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

  • Validasi administratif oleh perguruan tinggi dan kementerian.

 

Para dosen yang berhasil lulus telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga etika profesi, memperkaya bahan ajar, dan memperluas dampak penelitian farmasi bagi masyarakat.

 

Prestasi ini turut mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), di antaranya:

  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Dengan meningkatnya jumlah dosen bersertifikasi, mutu pembelajaran di Fakultas Farmasi USU semakin terjamin dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.

 

  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)

Sertifikasi dosen menjadi wujud peningkatan profesionalisme tenaga kerja akademik dan kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan.

 

  • SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)

Melalui penelitian dan inovasi yang dilakukan oleh dosen bersertifikat, fakultas turut berperan dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi farmasi di Indonesia.

 

 

Fakultas Farmasi USU mengucapkan selamat dan sukses kepada para dosen yang telah lulus sertifikasi. Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian.

 

“Teruslah menginspirasi dan membawa nama baik Fakultas Farmasi USU menuju prestasi yang lebih gemilang,” tulis pimpinan fakultas dalam ucapan resminya

Berita