HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara kembali menunjukkan reputasinya sebagai institusi yang konsisten mencetak mahasiswa berprestasi. Hal ini dibuktikan melalui keberhasilan Faisal David Pasaribu, mahasiswa program studi S1 Farmasi, yang meraih Juara II pada kategori Kolaborasi Pengelolaan Kefarmasian dalam ajang bergengsi Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) 2025.
Kompetisi ini diselenggarakan secara nasional dan diikuti oleh puluhan perguruan tinggi farmasi dari seluruh Indonesia. Kategori Kolaborasi Pengelolaan Kefarmasian menuntut peserta untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah kompleks di bidang layanan farmasi, manajemen obat, hingga komunikasi profesional dalam tim multidisiplin.
Dalam tahapan kompetisi, Faisal berhasil menonjol melalui analisis kasus yang komprehensif, pemahaman mendalam terhadap standar pelayanan kefarmasian, serta strateginya dalam memastikan keselamatan pasien (patient safety). Tim penilai memberikan apresiasi terhadap kemampuannya menyusun solusi yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga implementatif dan sesuai dengan kebutuhan sistem pelayanan kesehatan saat ini.
Faisal juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada dosen pembimbing, rekan-rekan mahasiswa, serta pihak fakultas yang senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi ilmiah. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lain untuk turut mengukir prestasi.
Prestasi ini memiliki dampak lebih luas bagi Fakultas Farmasi USU. Selain membawa nama baik institusi di kancah nasional, keberhasilan mahasiswa seperti Faisal memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas lulusan Farmasi USU yang siap bersaing di dunia kerja dan profesi kefarmasian yang semakin dinamis.
Kesuksesan ini juga memperlihatkan bahwa mahasiswa Farmasi USU tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kompeten dalam bekerja sama lintas profesi, sebuah keterampilan penting di era pelayanan kesehatan modern.
Pencapaian Faisal sangat selaras dengan beberapa tujuan besar pembangunan berkelanjutan (SDGs):
SDG 3 – Good Health and Well-being - Kompetisi ini berfokus pada peningkatan kualitas layanan kefarmasian, manajemen obat, dan keselamatan pasien. Peningkatan kompetensi mahasiswa farmasi berkontribusi langsung terhadap upaya menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik.
SDG 4 – Quality Education - Kualitas pembelajaran, pembinaan kompetisi, serta lingkungan akademik yang mendukung inovasi di Fakultas Farmasi USU mencerminkan komitmen institusi dalam menyediakan pendidikan tinggi yang bermutu dan inklusif.
SDG 17 – Partnerships for the Goals - Kategori lomba kolaboratif menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai disiplin kesehatan. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk memperkuat kemitraan dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Fakultas Farmasi USU berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi. Fakultas juga berkomitmen memperluas kesempatan kompetisi, penelitian, dan kolaborasi agar mahasiswa dapat terus berkembang dan membawa nama Farmasi USU ke tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi Faisal David Pasaribu menjadi bukti bahwa mahasiswa Farmasi USU memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada dunia kefarmasian dan kesehatan di masa depan.