Medan, 28 September 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Exploring Malaysian Artocarpus-Derived Polyphenolics as Potential Anticancer Leads: From Discovery to Formulation Development”, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan perkembangan riset mengenai pemanfaatan senyawa polifenolik yang berasal dari tanaman Artocarpus sebagai kandidat potensial dalam pengembangan terapi antikanker.
Webinar menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Najihah Mohd Hashim dari Department of Pharmaceutical Chemistry, Faculty of Pharmacy, Universiti Malaya, yang juga merupakan Head of Centre for Natural Products Research and Drug Discovery (CENAR), Universiti Malaya. Dalam pemaparannya, narasumber membahas perjalanan penelitian produk alam mulai dari tahap penemuan senyawa bioaktif hingga pengembangan formulasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Farmasi, Emil Salim, S.Farm., M.Sc., Ph.D., Apt., serta diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang berasal dari lingkungan akademik dan sivitas Fakultas Farmasi USU.

Webinar dimoderatori oleh Muhammad Fauzan Lubis, S.Farm., M.Farm., Apt., yang memandu jalannya pemaparan dan diskusi ilmiah mengenai perkembangan penelitian bahan alam, penemuan kandidat obat, mekanisme antikanker, hingga pengembangan formulasi dan sistem penghantaran obat.
Dalam materinya, Assoc. Prof. Dr. Najihah Mohd Hashim memaparkan kekayaan spesies Artocarpus yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Genus Artocarpus diketahui kaya akan senyawa polifenolik dan secara tradisional telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kesehatan. Penelitian terhadap tanaman obat menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi senyawa aktif, memahami mekanisme kerja, serta mengeksplorasi potensinya untuk pengembangan produk farmasi.
Materi juga membahas berbagai tahapan drug discovery, mulai dari pemisahan dan isolasi senyawa menggunakan teknik kromatografi, analisis struktur, pengujian aktivitas secara in vitro, hingga penelitian in vivo. Kajian tersebut mencakup pengujian terhadap berbagai lini sel kanker serta analisis mekanisme kematian sel melalui jalur apoptosis.

Dua senyawa yang menjadi perhatian dalam penelitian tersebut adalah Pyranocycloartobiloxanthone A (PA) dan Artonin E (AE). Materi menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sejumlah lini sel kanker. Artonin E juga dikaji melalui penelitian in vitro dan in vivo, termasuk terhadap sel kanker payudara dan kanker ovarium.
Selain penemuan senyawa, webinar turut mengangkat pengembangan formulasi dan sistem penghantaran obat. Salah satu pendekatan yang dipaparkan adalah penggunaan liposom yang mengandung Artonin E, termasuk modifikasi dengan asam folat untuk mendukung penghantaran yang lebih terarah pada sel kanker payudara. Pendekatan ini menunjukkan tahapan pengembangan bahan alam dari kandidat senyawa bioaktif menuju sistem penghantaran obat.
Penelitian yang dipaparkan menunjukkan bahwa formulasi liposom Artonin E memiliki karakteristik berukuran nanoscale, distribusi ukuran yang relatif sempit, dan efisiensi enkapsulasi yang tinggi. Pengujian in vitro pada sel kanker payudara MCF-7 juga menunjukkan aktivitas sitotoksik formulasi liposom Artonin E pada kondisi pengujian yang dilakukan.

Kegiatan webinar internasional ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Farmasi USU dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat budaya penelitian di bidang ilmu farmasi. Pertukaran pengetahuan dengan akademisi dari Universiti Malaya juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh perspektif mengenai pengembangan riset bahan alam, drug discovery, serta formulasi dan penghantaran obat.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Farmasi USU terus mendorong penguatan pendidikan dan penelitian yang berorientasi pada inovasi serta pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, melalui pengembangan riset dan inovasi yang mendukung upaya peningkatan kesehatan serta pencarian kandidat terapi baru.