HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan siswa dan guru SMK Martabe Sipirok. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah pada tahun 2025 sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam program ini, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi USU memberikan pelatihan formulasi produk cuci tangan cair yang mengandung ekoenzim dari kulit buah kopi Sipirok. Kolaborasi dilakukan dengan jurusan Asisten Keperawatan serta Agribisnis Tanaman Perkebunan, sehingga peserta tidak hanya belajar mengenai pentingnya kebersihan tangan dalam menjaga kesehatan, tetapi juga diajak memahami potensi besar dari limbah kulit kopi yang selama ini kurang termanfaatkan.

Kegiatan pengabdian ini diinisiasi karena Sipirok dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas. Sayangnya, limbah kulit buah kopi sering menjadi masalah lingkungan. Oleh karena itu, Fakultas Farmasi USU hadir memberikan solusi melalui pemanfaatan limbah kopi menjadi ekoenzim ramah lingkungan yang kemudian diformulasikan menjadi produk cuci tangan. Dengan pendekatan ini, siswa dan guru mendapatkan wawasan baru mengenai inovasi berbasis sains yang aplikatif dan berkelanjutan.
Selama pelatihan, peserta diajarkan tahap demi tahap proses pembuatan ekoenzim hingga formulasi cairan pembersih tangan. Selain itu, tim juga memberikan pengetahuan dasar kewirausahaan agar produk yang dihasilkan dapat menjadi peluang usaha di masa depan, terutama bagi jurusan Agribisnis. Sementara itu, bagi jurusan Asisten Keperawatan, produk ini dapat menjadi media pembelajaran yang langsung mendukung praktik menjaga kebersihan tangan dalam dunia kesehatan.

Program pengabdian ini berkontribusi pada pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:
SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): mendukung kebiasaan cuci tangan sebagai bagian penting dari kesehatan masyarakat.
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): memberikan keterampilan praktis berbasis sains kepada siswa dan guru.
SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): mengurangi limbah kulit kopi melalui inovasi produk ramah lingkungan.
SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) :memperkuat kemitraan, tidak hanya dengan SMK Martabe Sipirok sebagai mitra sekolah, tetapi juga dengan Program Studi Teknik Lingkungan USU yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin ini memungkinkan Fakultas Farmasi USU bekerja sama lebih luas dalam pengelolaan sampah secara umum serta pembuatan ekoenzim sebagai solusi berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi USU tidak hanya membagikan ilmu, tetapi juga menghadirkan solusi nyata untuk permasalahan lingkungan sekaligus mendorong tumbuhnya inovasi lokal. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini menjadi langkah strategis dalam menjadikan pendidikan sebagai sarana pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan.
