home icon
search icon
menu icon

> Berita > Fakultas Farmasi USU Menjadi Co-Organizer ICOPS 2025 di IIUM Kuantan: Perkuat Reputasi Internasional dan Kolaborasi Riset Lintas Negara

Fakultas Farmasi USU Menjadi Co-Organizer ICOPS 2025 di IIUM Kuantan: Perkuat Reputasi Internasional dan Kolaborasi Riset Lintas Negara

Dipublikasi Pada

04 Desember 2025

Dipublikasi Oleh

Sunaryo S.Kom

Fakultas Farmasi USU Menjadi Co-Organizer ICOPS 2025 di IIUM Kuantan: Perkuat Reputasi Internasional dan Kolaborasi Riset Lintas Negara
Thumbnail Fakultas Farmasi USU Menjadi Co-Organizer ICOPS 2025 di IIUM Kuantan: Perkuat Reputasi Internasional dan Kolaborasi Riset Lintas Negara
Fakultas Farmasi USU menjadi co-organizer ICOPS 2025 di IIUM Kuantan sebagai langkah strategis memperkuat reputasi internasional dan kolaborasi riset global.

HUMAS FARMASI USU — Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (Fakultas Farmasi USU) kembali menegaskan kiprah internasionalnya melalui peran penting sebagai co-organizer pada International Conference on Pharmaceutical Sciences (ICOPS) 2025, sebuah konferensi ilmiah internasional yang diselenggarakan di Kulliyyah of Pharmacy, International Islamic University Malaysia (IIUM) Kuantan. Kehadiran Fakultas Farmasi USU dalam struktur kepanitiaan internasional ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat eksistensi akademik, memperluas jejaring riset, dan meningkatkan kualitas kolaborasi ilmiah lintas negara.

 

 

Konferensi yang dilaksanakan selama dua hari, pada 26–27 November 2025, menjadi ajang pertemuan tahunan bagi para ilmuwan, peneliti, pendidik, mahasiswa, dan praktisi industri kesehatan dari berbagai negara. Mereka berkumpul untuk membahas perkembangan terbaru di bidang kefarmasian, mulai dari inovasi sediaan farmasi, teknologi formulasi berbasis bioteknologi, farmasi klinis, keamanan obat, hingga pengembangan pelayanan farmasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat global. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai institusi internasional memperlihatkan tingginya minat terhadap forum ilmiah ini serta relevansi ICOPS dalam mendukung kemajuan ilmu farmasi global.

 

 

Sebagai co-organizer, Fakultas Farmasi USU memiliki tanggung jawab strategis dalam koordinasi teknis bersama panitia IIUM. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa Fakultas Farmasi USU tidak hanya hadir sebagai partisipan, tetapi turut membentuk arah pelaksanaan konferensi di tingkat internasional. Selain itu, Fakultas Farmasi USU juga menurunkan delegasi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai penelitian unggulan yang berfokus pada teknologi nano, farmakologi, fitokimia, dan pengembangan obat berbahan alam. Presentasi tersebut menegaskan kontribusi riset dari Indonesia di tengah diskursus farmasi global.

 

 

Penentuan lokasi konferensi di IIUM Kuantan memiliki makna strategis tersendiri. Hubungan akademik antara Fakultas Farmasi USU dan Kulliyyah of Pharmacy IIUM telah lama terbangun melalui perjanjian kerja sama akademik, kolaborasi riset, serta pertukaran pengetahuan dalam berbagai kegiatan ilmiah. Melalui ICOPS 2025, kedua institusi memperkuat komitmen kerja sama dalam ruang lingkup yang lebih luas, termasuk rencana pengembangan riset bersama, pertukaran mahasiswa, publikasi bersama di jurnal internasional, serta peluang implementasi program double degree atau joint supervision di masa mendatang.

 

Selama konferensi berlangsung, berbagai sesi diskusi menghasilkan wacana penting mengenai tantangan baru di bidang farmasi, termasuk kebutuhan inovasi obat yang lebih cepat dan aman, serta tantangan resistensi antimikroba. Para peserta memperoleh berbagai perspektif internasional yang memperkaya wawasan akademik, sekaligus memperkuat kemampuan adaptasi terhadap perubahan paradigma global dalam dunia farmasi.

 

Delegasi Fakultas Farmasi USU juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jaringan baru dengan peneliti dari universitas di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Australia. Pertemuan informal dan forum networking yang difasilitasi panitia membuka peluang kolaborasi baru yang diharapkan menghasilkan penelitian jangka panjang serta publikasi bersama. Diskusi intensif yang terjadi di luar ruang presentasi, seperti pada sesi poster, coffee break, dan kegiatan sosial konferensi, menjadi titik awal lahirnya berbagai gagasan baru yang dapat ditindaklanjuti dalam bentuk proyek riset kolaboratif.

 

Keterlibatan Fakultas Farmasi USU dalam ICOPS 2025 tidak hanya memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga memperkuat citra institusi sebagai fakultas yang aktif berperan dalam pengembangan ilmu kefarmasian di kawasan Asia Tenggara. Dengan menjadi bagian dari panitia penyelenggara, Fakultas Farmasi USU mendapatkan posisi strategis dalam menentukan arah kegiatan ilmiah internasional yang berdampak luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan farmasi, pengembangan riset, dan kemajuan profesi di masa mendatang.

 

Program ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-Being: Melalui penguatan penelitian di bidang kesehatan, inovasi formulasi obat, serta pembahasan tantangan global seperti resistensi antimikroba dan peningkatan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.

  • SDG 4 – Quality Education: Dengan memperluas peluang pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa, serta penyediaan platform pembelajaran internasional melalui presentasi ilmiah dan kolaborasi riset.

  • SDG 9 – Industry, Innovation, and Infrastructure: Melalui dorongan terhadap inovasi riset farmasi, pengembangan teknologi formulasi yang lebih efektif, serta integrasi riset dengan industri kesehatan untuk menghasilkan solusi yang relevan dan aplikatif.

  • SDG 17 – Partnerships for the Goals: Dengan memperkuat kemitraan global antara Fakultas Farmasi USU, IIUM, dan berbagai institusi internasional lainnya dalam riset, publikasi, pendidikan, dan pengembangan ilmu farmasi berbasis kolaborasi berkelanjutan.

Berita