Medan 9 September 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui penguatan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Demo Alat Particle Size Analyzer (PSA) yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen serta laboran dalam melakukan analisis ukuran partikel.

Kegiatan workshop menjadi wadah bagi sivitas akademika Fakultas Farmasi USU untuk mengenal lebih dekat penggunaan instrumen Particle Size Analyzer (PSA), termasuk pemanfaatannya dalam mendukung proses analisis di bidang kefarmasian. Penguasaan terhadap instrumen analisis menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan akademik, khususnya pembelajaran praktikum, penelitian, serta pengembangan inovasi di bidang ilmu farmasi.

Melalui kegiatan demonstrasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi PSA dalam menganalisis karakteristik ukuran partikel. Kemampuan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis dosen dan laboran sehingga mampu mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan dan penelitian yang semakin berbasis teknologi.

Dekan Fakultas Farmasi USU menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi sivitas akademika merupakan bagian penting dalam mewujudkan lingkungan akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemanfaatan instrumen modern juga diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan penelitian dan inovasi kefarmasian.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Fakultas Farmasi USU dalam membangun ekosistem pendidikan dan penelitian yang berorientasi pada peningkatan kualitas. Kolaborasi antara dosen, laboran, serta berbagai pihak terkait menjadi salah satu faktor penting dalam optimalisasi pemanfaatan fasilitas dan teknologi laboratorium.

Pelaksanaan Workshop Demo Particle Size Analyzer sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) karena pengembangan ilmu dan teknologi kefarmasian berperan dalam mendukung kualitas penelitian serta pengembangan produk kesehatan.

Selain itu, penguatan kemampuan dalam bidang analisis kefarmasian turut mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi dan kapasitas sivitas akademika.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dan instrumen analisis modern untuk mendukung penelitian serta inovasi di bidang kefarmasian.

Semangat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan teknologi juga sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kegiatan seperti ini, Fakultas Farmasi USU terus memperkuat budaya belajar, inovasi, dan kolaborasi untuk mendukung kemajuan ilmu kefarmasian.

“Menguatkan Kompetensi, Mengembangkan Inovasi” menjadi semangat Fakultas Farmasi USU dalam terus menumbuhkan budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.