HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di SMA Labschool Banda Aceh dengan tema “Peningkatan Skill Wirausaha Siswa Melalui Pembuatan Sabun Cair Bebas Alergen Mengandung Minyak Atsiri Limbah Kulit Jeruk Nipis.” Kegiatan ini berlangsung pada tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen USU dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Program ini menghadirkan tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi USU yang secara langsung membimbing para siswa dalam memahami konsep dasar pembuatan produk kesehatan dan kebersihan yang ramah kulit. Sabun cair yang diformulasikan menggunakan minyak atsiri dari limbah kulit jeruk nipis, dipilih karena sifatnya yang memiliki aroma segar, berpotensi antibakteri, dan aman bagi kulit sensitif.

Kegiatan pengabdian ini dirancang tidak hanya untuk melatih siswa menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda. Dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk nipis yang sering terbuang, siswa diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai manfaat minyak atsiri, teknik dasar pembuatan sabun cair, hingga strategi pemasaran produk sederhana. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan praktis yang kelak bisa menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan usaha kecil berbasis inovasi lokal.

Menurut tim pengabdian, kegiatan ini dipilih karena Banda Aceh merupakan salah satu daerah dengan produksi jeruk nipis yang cukup tinggi. Potensi ini membuka peluang besar untuk mengolah limbah kulit jeruk menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan ini mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs):
SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): menghasilkan produk sabun cair higienis dan aman digunakan.
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): memberikan pembelajaran praktis yang meningkatkan keterampilan siswa.
SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar.
SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): memanfaatkan limbah kulit jeruk sebagai bahan baku produk.
SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dengan sekolah menengah.
Melalui program ini, Fakultas Farmasi USU tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan keterampilan nyata yang dapat langsung dipraktikkan siswa. Harapannya, SMA Labschool Banda Aceh mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki bekal wirausaha berbasis potensi lokal dan berwawasan lingkungan.