> Berita > Monitoring & Evaluasi Kepuasan Stakeholder Internal 2025: Penguatan Mutu Layanan Melalui Evaluasi Berkelanjutan
Monitoring & Evaluasi Kepuasan Stakeholder Internal 2025: Penguatan Mutu Layanan Melalui Evaluasi Berkelanjutan
Dipublikasi Pada
17 Desember 2025
Dipublikasi Oleh
Sunaryo S.Kom
Thumbnail Monitoring & Evaluasi Kepuasan Stakeholder Internal 2025: Penguatan Mutu Layanan Melalui Evaluasi Berkelanjutan
Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi Kepuasan Stakeholder Internal Tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan budaya mutu institusi. Kegiatan ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menilai serta meningkatkan kualitas layanan akademik, administrasi, dan fasilitas pendukung secara berkelanjutan.
HUMAS FARMASI USU — Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara kembali menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kepuasan Stakeholder Internal Tahun 2025 sebagai agenda strategis dalam memastikan kualitas layanan institusi berada pada standar terbaik. Kegiatan ini dirancang untuk mengukur tingkat kepuasan dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan Fakultas Farmasi USU.
Monev dilaksanakan di Fakultas Farmasi USU melalui mekanisme yang sistematis, dimulai dari pengisian instrumen penilaian, evaluasi data kuantitatif dan kualitatif, hingga sesi diskusi internal untuk merumuskan rekomendasi tindak lanjut. Sebagai bagian dari proses peningkatan mutu, kegiatan ini bertujuan menghimpun persepsi, pengalaman, dan kebutuhan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa terhadap layanan akademik, administratif, dan fasilitas pendukung yang diberikan fakultas.
Dalam proses pelaksanaan, dosen memberikan penilaian terhadap berbagai aspek seperti efektivitas dukungan akademik, ketersediaan fasilitas pembelajaran, kelancaran koordinasi akademik, serta dukungan administratif dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Tenaga kependidikan menilai kualitas alur kerja, kelayakan sarana pendukung, sistem layanan internal, hingga efektivitas supervisi dan komunikasi antarunit.
Sementara itu, mahasiswa sebagai pengguna utama layanan pendidikan memberikan penilaian terhadap kualitas layanan akademik, kejelasan informasi akademik, ketersediaan fasilitas pembelajaran dan laboratorium, layanan administrasi kemahasiswaan, serta iklim akademik yang mendukung proses belajar dan pengembangan diri. Masukan dari mahasiswa menjadi elemen penting dalam evaluasi karena mencerminkan langsung kualitas layanan pendidikan yang diterima.
Hasil evaluasi awal menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat koordinasi lintas unit, meningkatkan responsivitas layanan akademik dan administrasi, serta melakukan penyempurnaan sistem layanan agar lebih efisien, transparan, dan ramah pengguna. Fakultas Farmasi USU memandang temuan ini sebagai peluang perbaikan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kepuasan seluruh stakeholder internal.
Melalui pelaksanaan Monitoring & Evaluasi Kepuasan Stakeholder Internal Tahun 2025, Fakultas Farmasi USU berharap dapat menciptakan lingkungan akademik dan kerja yang semakin profesional, inklusif, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam membangun budaya mutu berbasis evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna mendukung pencapaian visi institusi.
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas): Mendorong peningkatan kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan sebagai fondasi utama terselenggaranya pendidikan tinggi yang bermutu.
SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Menumbuhkan lingkungan kerja dan belajar yang sehat, produktif, serta mendukung kesejahteraan sivitas akademika.
SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Penguatan sistem dan infrastruktur layanan akademik dan administrasi berbasis evaluasi yang terukur
SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh): Pengembangan tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan.