HUMAS FARMASI USU - Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XXXII dilaksanakan secara langsung pada Sabtu, (24/9) di Aula Lt.2 Fakultas Farmasi USU, dan dapat disaksikan melalui YouTube Fakultas Farmasi USU. Kegiatan Pengambilan Sumpah Apoteker dihadiri oleh seluruh mahasiswa yang akan diambil sumpah/janjinya, Dekan Fakultas Farmasi USU dan para Wakil Dekan, Ketua Program Studi serta Sekretaris Program Studi, para guru besar, dan para dosen di lingkungan Fakultas Farmasi USU. Turut hadir pula Wakil Rektor III mewakili Rektor USU, Perwakilan Dewan Pertimbangan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Perwakilan Ketua Konsil Kefarmasian, Perwakilan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan atau yang mewakili, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sumatera Utara atau yang mewakili, Direktur RSUP H. Adam Malik Medan atau yang mewakili, Perwakilan Direktur RSUD Dr. Pirngadi Medan, Business Manager PT. Kimia Farma Apotek atau yang mewakili, para rohaniawan, serta orang tua dari calon apoteker baru yang akan diambil sumpah/janjinya.

Prosesi dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Farmasi USU, apt. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D. Pembacaan Sumpah/Janji Apoteker baru dipimpin oleh Ketua Konsil Kefarmasian atau yang mewakili dan diikuti oleh seluruh calon apoteker baru yang didampingi para rohaniawan dari setiap agama/kepercayaan.
Disampaikan oleh Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, apt. Dadang Irfan Husori, S.Si., M.Sc. pada laporannya:
- Jumlah Mahasiswa First Taker yang mengikuti UKAI Periode Juli 2022: 80 orang
- Jumlah Lulusan: 73 orang
- Persentase kelulusan: 91,25%
- Jumlah Peserta Sumpah: 80 orang
terdiri atas 50 orang beragama Islam, 19 orang beragama Kristen Protestan, 4 orang beragama Kristen Katolik, dan 7 orang beragama Buddha.
- Prestasi akademik tertinggi (IPK 4,00) diperoleh oleh Wilsen Lianto
- Perolehan nilai ujian kompetensi tertinggi 87,00 atas nama Selvi Arini Hardiyanti
Setelah dilakukannya pengambilan sumpah/janji Apoteker, kata sambutan dari Apoteker baru diwakili oleh apt. Khairul Anhar, S.Farm.
apt. Nelly Murni, S.Si., M.KM. mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, pada sambutannya menyampaikan bahwa apoteker tidak hanya dituntut untuk memberikan pelayanan komprehensif saja, namun juga harus mampu menjadi pemimpin dalam dunia kerja di bidang farmasi. Apoteker harus mampu menjadi mitra baik bagi tenaga kesehatan lainnya dan dapat menerangkan cara penggunaan obat. Konsisten dalam menjaga martabat profesi, lakukan praktik kefarmasian yang bertanggung jawab, dan jaga hubungan baik dengan profesi kesehatan lainnya.

apt. Drs. Agustama, M.Kes. mengapresiasi peningkatan nilai batas kelulusan UKAI karena peningkatan ini dapat menunjukkan bahwa lulusan semakin berkualitas. Beliau pun menerangkan kepada para apoteker baru bahwasanya dokumen yang akan diterima saat ini berjumlah empat dokumen, di mana dua di antaranya memerlukan proses perpanjangan setiap lima tahun.

Perwakilan Konsil Kefarmasian, Dr. apt. Gunawan Widjaja, S.H., S.Farm., M.H., M.M., M.KM., M.A.R.S. dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini peran apoteker oleh WHO adalah 9 stars of Pharmacist, di mana research menjadi bagian yang sangat penting, namun saat ini publikasi ilmiah belum menjadi aspek wajib pada pemenuhan SKP oleh IAI. Dan entrepreneur pun penting sebagai pandangan ke depan, akan dibawa ke mana dunia apoteker di Indonesia.

Wakil Rektor III, Prof. Dr. apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si. mewakili Rektor USU menekankan bahwa peran apoteker tidak hanya memberi informasi obat kepada masyarakat, tetapi juga memberikan informasi ilmiah kepada dokter mengenai penggunaan suatu obat. Beliau pun mengingatkan ciri penyandang gelar profesi yaitu belajar seumur hidup, maka diharapkan para apoteker baru dapat meningkatkan pengetahuan sesuai perkembangan teknologi.
Selamat dan sukses kepada seluruh apoteker baru yang telah diambil sumpah/janjinya. Semangat berkontribusi dalam pembangunan kesehatan.