Medan, 8 September 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong internasionalisasi melalui pengembangan jejaring dan kerja sama akademik dengan institusi pendidikan tinggi di tingkat global. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Gyeongkuk National University (GKNU), Korea ke Universitas Sumatera Utara yang menjadi momentum untuk menjajaki peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Kunjungan tersebut turut menjadi kesempatan bagi Fakultas Farmasi USU untuk menginisiasi kerja sama dengan Department of Vaccine Biotechnology, Gyeongkuk National University, khususnya dalam pengembangan potensi kolaborasi di bidang bioteknologi vaksin, penelitian, serta pengembangan akademik.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Dekan Fakultas Farmasi USU, Prof. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D., Apt., didampingi Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi, Dr. apt. Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si.

Pertemuan antara kedua institusi menjadi ruang untuk bertukar informasi mengenai potensi pengembangan kerja sama serta peluang kolaborasi yang dapat dilakukan pada masa mendatang. Bidang bioteknologi vaksin menjadi salah satu potensi strategis yang dapat dikembangkan melalui riset bersama, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta kegiatan akademik lainnya.

Bagi Fakultas Farmasi USU, inisiasi kolaborasi internasional tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Kerja sama dengan institusi dari Korea diharapkan dapat membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas akademik dan penelitian berskala internasional, sehingga mampu memperkaya pengalaman serta meningkatkan daya saing sivitas akademika.

Pengembangan kolaborasi di bidang bioteknologi vaksin juga memiliki relevansi yang kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Dari sisi SDG 3: Good Health and Well-being, kerja sama penelitian dalam bidang vaksin berpotensi mendukung pengembangan inovasi kesehatan dan teknologi yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Selanjutnya, kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antara Fakultas Farmasi USU dan Gyeongkuk National University mendukung SDG 4: Quality Education, khususnya melalui penguatan pendidikan berkualitas, pengembangan kompetensi akademik, serta perluasan akses terhadap jejaring dan pengalaman akademik internasional.

Inisiasi kerja sama lintas negara ini juga secara langsung mencerminkan SDG 17: Partnerships for the Goals. Kemitraan antara perguruan tinggi dari Indonesia dan Korea menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi global, mempertemukan keahlian dan sumber daya, serta mendorong terciptanya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui kunjungan Gyeongkuk National University, Fakultas Farmasi USU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat internasionalisasi dan membangun kemitraan strategis dengan institusi pendidikan tinggi di berbagai negara. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi, khususnya pengembangan bioteknologi vaksin, sekaligus memperkuat kontribusi Fakultas Farmasi USU dalam pengembangan ilmu kefarmasian di tingkat nasional maupun global.