Medan, 24 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan workshop penguatan kompetensi kefarmasian dengan mengangkat tema High Alert Product Management dan Handling Cytotoxic: Bagaimana apoteker bersikap terkait obat-obat sitostatika dan penanganan aseptis di rumah sakit. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan calon apoteker dalam menjamin mutu pelayanan kefarmasian serta keselamatan pasien.

Materi High Alert Product Management dibawakan oleh Agustina, S.Si., Apt., dengan pembahasan yang menekankan pada pengelolaan obat-obatan berisiko tinggi (high alert medications) dan upaya pencegahan medication error. Materi workshop mencakup konsep dan definisi obat high alert, identifikasi obat LASA/NORUM, elektrolit konsentrat, penyimpanan dan penandaan obat, proses peresepan dan penyiapan, hingga pemberian, double check, monitoring, serta evaluasi.
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa high-alert product management merupakan sistem yang berfokus pada identifikasi, pengelolaan, dan pengawasan obat berisiko tinggi untuk mencegah serta meminimalkan kesalahan penggunaan obat yang dapat berdampak serius terhadap pasien. Pengelolaan yang tepat mencakup penyimpanan secara terpisah, pemberian penandaan yang jelas, penerapan double check, serta monitoring dan pelaporan kejadian terkait keselamatan pasien.

Sementara itu, materi Handling Cytotoxic disampaikan oleh Yuliana, S.Farm., Apt. Materi ini memberikan pembekalan mengenai penanganan obat sitotoksik secara aman, termasuk teknik aseptik, persyaratan clean room, penggunaan Biological Safety Cabinet (BSC), alat pelindung diri (APD), pelabelan, stabilitas dan kompatibilitas sediaan, pengelolaan limbah, hingga perhitungan dosis obat kemoterapi.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya teknik aseptik dalam menjamin sterilitas dan stabilitas sediaan sekaligus melindungi petugas dari paparan obat sitostatika. Materi menekankan penggunaan APD yang sesuai, kebersihan tangan, perilaku kerja di ruang aseptik, serta penerapan fasilitas yang mendukung keamanan proses penyiapan sediaan sitostatika.

Penanganan sitostatika membutuhkan perhatian khusus karena memiliki risiko terhadap pasien maupun tenaga kesehatan. Oleh karena itu, materi workshop juga membahas penggunaan BSC Class II, ruangan dengan tekanan negatif, pengelolaan limbah sitotoksik, pelabelan khusus, serta perhitungan dosis berdasarkan luas permukaan tubuh (Body Surface Area/BSA).
Melalui workshop ini, Prodi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi USU berupaya memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi praktik kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan. Kompetensi tersebut menjadi penting mengingat apoteker memiliki peran strategis dalam memastikan obat digunakan secara aman, bermutu, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Workshop ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
SDG 3 – Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Penguatan kompetensi calon apoteker dalam pengelolaan obat high alert, pencegahan medication error, penanganan sitostatika, serta penerapan teknik aseptik secara langsung mendukung peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan.
SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Bermutu).
Workshop menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa Profesi Apoteker melalui materi aplikatif, prosedur pelayanan kefarmasian, serta studi kasus klinis. Hal ini mendukung tersedianya pendidikan profesi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Peningkatan kompetensi dan profesionalisme calon apoteker mendukung terbentuknya sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, produktif, dan mampu menjalankan pekerjaan secara aman sesuai standar profesi.
SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Pengelolaan obat berisiko tinggi, pengendalian obat yang tidak terpakai, serta penanganan dan pengelolaan limbah sitotoksik secara tepat mendukung praktik penggunaan sumber daya farmasi yang bertanggung jawab.

Dengan terselenggaranya workshop ini, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi USU terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan pasien, mutu pelayanan kefarmasian, keselamatan kerja, dan pembangunan kesehatan berkelanjutan.