home icon
search icon
menu icon

> Berita > Rapat Dengar Pendapat dalam Rangka Perumusan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan

Rapat Dengar Pendapat dalam Rangka Perumusan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan

Dipublikasi Pada

21 Juli 2017

Dipublikasi Oleh

-

Rapat Dengar Pendapat dalam Rangka Perumusan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan
Thumbnail Rapat Dengar Pendapat dalam Rangka Perumusan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan
Fakultas Farmasi USU menggelar rapat dengar pendapat untuk merumuskan visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi D-III Analis Farmasi dan Makanan. Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber dari berbagai instansi.

Kamis, 20 Juli 2017, Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan rapat dengar pendapat dalam rangka perumusan visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi D-III Analis Farmasi dan Makanan di Ruang Rapat Lantai II Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara dan menghadirkan lima narasumber dari berbagai instansi, yaitu Dra. Gita Baringin Nasution, Apt. (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Medan); Bisma, S.Si., Apt. (Ikatan Alumni Farmasi USU); Dra. Nurminda Silalahi, M.Si., Apt. (Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik Medan); Darwin Syamsul, S.Si., M.Si., Apt. (Koordinator Wilayah Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia); dan Drs. Herry Rustanto, Apt. [PT. Kimia Farma (Tbk.) Plant Medan]. Selain pimpinan, juga turut hadir dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menunjang reakreditasi Program Studi D-III pada tahun 2019 mendatang. Sementara itu, Dra. Gita Baringin Nasution, Apt., narasumber dari BPOM di Medan, dalam paparannya menyampaikan bahwa mahasiswa harus menguasai tata cara produksi dan distribusi dengan baik. Mahasiswa juga wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penggunaan instrumen analis seperti HPLC, GCMS, dan AAS. Bisma, S.Si., Apt., narasumber dari IKA Farmasi Sumatera Utara, menyampaikan bahwa ada beberapa persoalan yang muncul dalam bidang industri perdagangan obat. Hal ini terjadi karena perubahan kondisi sosial masyarakat dan kebijakan pemerintah dalam hak kesehatan, sedangkan sistem perdagangan di apotek masih tidak berubah, sehingga apotek yang tidak mampu menjawab perubahan ini akan tertinggal. Solusi untuk masalah ini adalah dengan memperbaiki sistem manajemen apotek dalam penyetokan barang dan melayani konsumen dengan baik.

Menurut Dra. Nurminda Silalahi, M.Si., Apt., narasumber dari Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik Medan, pengadaan dan penyimpanan obat akan dikelola oleh D-III farmasi, serta pemberian obat kepada pasien di rumah sakit akan dikembalikan tugas fungsinya kepada D-III farmasi. Sementara itu, narasumber dari APDFI, Darwin Syamsul, S.Si., M.Si., Apt., menjelaskan bahwa kurikulum Akafarma dapat mengimbangi kurikulum Anafarma dengan menambahkan mata kuliah farmasetika ke dalam kurikulum Akafarma.

Drs. Herry Rustanto, Apt., menyampaikan bahwa Program Studi D-III dapat menambah mata kuliah tentang pengolahan air, sistem HPAC, manajemen produksi, GLP, GMP, kualifikasi dan sertifikasi, serta berpartisipasi dalam membangkitkan sifat kepemimpinan pada mahasiswa. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian cendera mata yang diberikan oleh Dekan Fakultas Farmasi kepada para narasumber.

Berita