home icon
search icon
menu icon

> Berita > UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA) PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA) PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dipublikasi Pada

22 April 2024

Dipublikasi Oleh

Sunaryo S.Kom

UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA) PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Thumbnail UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA) PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara telah melaksanakan Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Doktor Ilmu Farmasi pada Kamis, 04 April 2024 pukul 14.00 WIB – selesai, di Ruang Senat Lt. 3 BPA USU.

Promovenda pada sidang terbuka kali ini adalah Eva Sartika Dasopang, dengan disertasi, “Penerapan Model Konseptual Telepharmacy Komunitas Dalam Upaya Menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian”; dan artikel ilmiah, “Patient-Centric Telehealth Pharmacy: An Investigation on Satisfication, Turst, Loyalty, and Andherence”

Pimpinan Sidang yaitu Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. Dengan Komisi Pembimbing: Prof. Dr. Urip Harahap, Apt. sebagai Promotor; Prof. Dr. Wiryanto, M.S., Apt. sebagai Co Promotor; dan Khairunnisa, M.Pharm., Ph.D., Apt. sebagai Co Promotor. Sedangkan Penguji Luar Komisi: Prof. Dra. Azizah Nasution, M.Sc., Ph.D., Apt.; Dr. Aminah Dalimunthe, S.Si., M.Si., Apt.; Prof. Dr. Susi Ari Kristina, M.Kes., Apt.; dan Dr. Lusy Noviani, S.Si., M.Si., Apt.

Uraian Singkat tentang Disertasi Promovenda:
Apoteker komunitas sekalipun memiliki orientasi kepada bisnis tetapi memiliki tanggungjawab secara etis kepada pasien, agar pasien mendapatkan terapi yang tepat. Tugas profesi apoteker dalam mencegah kesalahan penggunaan obat dan meningkatkan kepatuhan pasien terbentur dengan tingkat kehadiran apoteker yang rendah. Digitalisasi menjadi suatu solusi, agar pelayanan kefarmasian dapat tetap dilakukan dengan keterbatasan jarak dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Penerapan Model Konseptual Telehealth Pharmacy Komunitas Dalam Upaya Menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian. Penelitian ini merupakan mixed method dengan pengambilan sampel dilakukan secara cluster sampling, untuk uji validitas dan reliabilitas alpha testing (32 responden), beta testing (30 responden), accepted testing (150 responden) dan 100 responden untuk kualitas pelayanan, kepuasan, kepercayaan, loyalitas dan kepatuhan. Uji regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh kualitas pelayanan, kepuasan dan kepercayaan terhadap loyalitas pasien dan uji Mann-whitney untuk mengukur peningkatan kepatuhan menggunakan 302 responden. Data diperoleh dari kuisioner yang dibagikan kepada responden yang memiliki penyakit degeneratif dalam kategori ringan sampai sedang. Hasil dianalisis menggunakan SPSS versi 26.0 menunjukkan semua kuisioner valid dan reliabel. Aplikasi telehealth pharmacy yang dikembangkan memenuhi kelayakan sistem dan layak diaplikasikan di farmasi komunitas. Tingkat kualitas pelayanan, kepercayaan, loyalitas, kepuasan dan kepatuhan dengan persentase berturut 70,89%, 71,68%, 74,37%, 73,92%, dan 85%. Aplikasi telehealth pharmacy berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pelayanan, kepuasan, kepercayaan , loyalitas dan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat dengan nilai p value < 0,05. Peningkatan pendapatan terjadi paling tinggi pada apotek middle income 45,86% disusul dengan low income dan high income 31,44% dan 16,25%.

SELAMAT & SUKSES kepada Dr. Eva Sartika Dasopang, S.Si., M.Si., Apt. atas diraihnya gelar Doktor.

Berita