home icon
search icon
menu icon

> Berita > UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA) PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA) PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dipublikasi Pada

25 Juni 2024

Dipublikasi Oleh

Sunaryo S.Kom

UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA) PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Thumbnail UJIAN PROMOSI DOKTOR (SIDANG TERBUKA) PROGRAM DOKTOR ILMU FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara telah melaksanakan Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Doktor Ilmu Farmasi pada Senin, 24 Juni 2024 pukul 14.00 WIB – selesai, di Ruang IMT-GT Lt. 2 Gedung BPA USU.

Promovenda pada sidang terbuka kali ini adalah Dadang Irfan Husori, dengan disertasi, “Kajian Mekanisme Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) pada Tukak Lambung Tikus yang Diinduksi dengan Pyloric Ligation dan Mucosal Damage”; dan artikel ilmiah, “Toxicological Safety Evaluation of Ethanol Extract of Artocarpus altilis Leaves in Wistar Rats (Rattus norvegicus)”

Pimpinan Sidang yaitu Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. Dengan Komisi Pembimbing: Prof. Dr. Urip Harahap, Apt. sebagai Promotor; Prof. Dr. Syafruddin Ilyas, M.Biomed. sebagai Co Promotor; dan Dr. Aminah Dalimunthe, S.Si., M.Si., Apt. sebagai Co Promotor. Sedangkan Penguji Luar Komisi: Prof. Dr. Poppy Anjelisa Z. Hasibuan, M.Si., Apt.; Prof. Dr. Ginda Haro, M. Sc., Apt.; Prof. Dr. Agung Endro Nugroho, M.Si., Apt.; dan Prof. Madya Dr. Satirah Zainalabidin.

Uraian Singkat tentang Disertasi Promovenda:

Sukun (Artocarpus altilis) adalah tumbuhan yang tersebar luas di Indonesia yang berpotensi antitukak lambung. Sukun mengandung flavonoid dan memiliki antivitas antiinflamasi, antibakteri, sitoprotektif dan efek penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah menilai mekanisme aktivitas gastroprotektif ekstrak etanol daun sukun (EEDS) dan mengkaji keamanannya. Penelitian in silico dilakukan menggunakan Prediction of Activity spectra for Substance, SwissADME, pk-CSM-Tools, Pro-Tox II Tools dan AutoDock Vina menggunakan 19 senyawa flavonoid daun sukun dan penambatan molekuler pada reseptor histamin-2 (Kode PDB: 6H7J) dan pompa proton (5YLU). Penelitian in vivo gastroprotektif menggunakan tikus jantan model tukak lambung pyloric ligation dan mucosal damage. Tiap model terdiri 6 kelompok (@5 ekor tikus): normal, pembawa, positif (omeprazol 25 mg/kg BB/sukralfat 360 mg/kg BB), EEDS (50, 100, 200 dan 400 mg/kg BB). Tikus diberi perlakuan selama 7 hari, dipuasakan kemudian diinduksi pengikatan pilorus atau pemberian etanol 2 ml/200 mg. Hewan dikorbankan untuk pengamatan makroskopik, mikroskopik, sekresi dan biokimia. Pengujian toksikologi akut selama 14 hari menggunakan 20 tikus betina yaitu kelompok kontrol, EEDS 500, 2.000 dan 5.000 mg/kg BB. Toksisitas subkronik dilakukan pada tikus jantan dan betina selama 90 hari yaitu kelompok kontrol, EEDS 125, 250, 500, dan satelit 500 mg/kg BB. Hasil in silico menunjukkan flavonoid daun sukun memiliki aktivitas biologis yang relevan dengan gastroprotektif yaitu antiinflamasi, antioksidan, penghambat lipid peroksidase, antitukak, agonis integritas membran, sitoprotektor, penghambat permeabilitas membran, protektor membran mukosa, penghambat pelepasan histamin dan anti-Helicobacter pylori. Secara farmakokinetika dan fisikokimia memiliki kemiripan dengan senyawa obat. Flavonoid daun sukun tertambat pada pompa proton dan reseptor H-2. EEDS secara in vitro memiliki aktivitas antioksidan. Secara in vivo EEDS menurunkan jumlah tukak, luas area tukak dan indeks tukak, meningkatkan persentase inhibisi tukak, meningkatkan sekresi mukus dan pH lambung, menurunkan volume cairan lambung dan total asiditas cairan lambung. EEDS juga meningkatkan kadar SOD dan GSH, ekspresi GPx dan PGE2, menurunkan ekspresi MDA dan COX-2. Dosis optimal EEDS sebagai gastroprotektif adalah 400 mg/kg BB. LD50 EEDS adalah >5.000 mg/kg BB dan secara toksisitas subkronik aman digunakan dalam jangka panjang.

EEDS dapat disimpulkan memiliki aktivitas gastroprotektif dengan menghambat produksi asam lambung melalui tambatan pada pompa proton dan reseptor H-2, mempertahankan keutuhan membran sel mukosa pada tikus yang diinduksi tukak lambung. EEDS praktis aman dan dapat digunakan untuk jangka panjang.

SELAMAT & SUKSES kepada Dr. Dadang Irfan Husori, S.Si., M.Sc., Apt. atas diraihnya gelar Doktor.

 

 

Berita