home icon
search icon
menu icon

> Berita > Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

Dipublikasi Pada

22 April 2024

Dipublikasi Oleh

Sunaryo S.Kom

Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
Thumbnail Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara telah melaksanakan Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Studi Doktor Ilmu Farmasi pada Jumat, 19 April 2024 pukul 10.00 WIB – selesai, di Ruang IMT-GT Lt.2 Gedung BPA USU.

Promovenda pada sidang terbuka kali ini adalah Sofia Rahmi, dengan disertasi, “Formulasi Etosom Ekstrak Etanol Daun Tekelan (Chromolaena odorata L.) dan Karakterisasi Fisik, Uji Stabilitas Fisik, Penetrasi serta Aktivitas Antipenuaan Kulit secara In Vivo”; dan artikel ilmiah, “Formulation Development and In Vitro Penetration Test of Ethosome of Chromolaena odorata Leaves Extract”.

Pimpinan sidang, yaitu Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. dengan Komisi Pembimbing: Prof. Dr. Julia Reveny, M.Si., Apt. sebagai Promotor; Prof. Dr. Anayanti Arianto, M.Si., Apt. sebagai Co-Promotor; dan Dr. Panal Sitorus, M.Si., Apt. sebagai Co-Promotor sedangkan Penguji Luar Komisi, yaitu: Prof. Dr. Urip Harahap, Apt.; Dr. Sumaiyah, S.Si., M.Si., Apt.; Prof. Dr. dr. Nelva K Jusuf, Sp.KK(K)., FINSDV., FAADV.; dan Dr. Mahdi Jufri, M.Si., Apt.

 

Uraian singkat tentang Disertasi Promovenda:
Ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena ododrata L.) memiliki metabolit sekunder berupa senyawa flavonoid, khususnya senyawa kuersetin. Senyawa kuersetin bersifat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas sehingga mencegah terjadinya penuaan pada kulit. Penuaan merupakan suatu keadaan biologis kompleks yang dikendalikan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Salah satu faktor ekstrinsik penyebab terjadinya penuaan yaitu adanya penyinaran ultraviolet berlebihan. Ekstrak etanol daun tekelan jika diformulasi dalam bentuk sediaan topikal memiliki sifat kelarutan rendah sehingga penetrasi pada kulit juga rendah. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu formula yang memiliki kemampuan meningkatkan penetrasi dalam bentuk formula etosom. 

 

Tujuan dari penelitian ini yaitu formulasi sediaan etosom dari ekstrak etanol daun tekelan, pengujian stabilitas fisik selama penyimpanan 12 minggu pada variasi suhu dan aktvitas antipenuaan kulit secara in vivo pada tikus yang disinari sinar UV-B serta profil histopatologinya. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu identifikasi senyawa kuersetin dari ekstrak menggunakan klt-preparatif, uji antioksidan metode pemerangkapan radikal bebas DPPH, penentuan nilai IC50 dan total flavonoid metode AlCl3, formulasi dan karakterisasi empat formula sediaan etosom dengan variasi konsentrasi ekstrak dan etanol (F1-tanpa ekstrak, F2-ekstrak 0,5 g dalam 10 mL etanol, F3-ekstrak1 g dalam 20 mL etanol, dan F4-ekstrak 1,5 g dalam 30 mL etanol). Selanjutnya, dikarakterisasi sediaan etosom tersebut dengan melakukan pengujian ukuran partikel, efisiensi penjerapan, stabilitas fisik, penetrasi pada kulit metode difusi Franz, uji iritasi secara in vivo dan uji aktivitas antipenuaan pada kulit tikus yang disinari sinar UV-B serta dibandingkan dengan sediaan liposomnya dan profil histopatologinya. 

 

Hasil yang diperoleh yaitu terdapat senyawa kuersetin pada ekstrak etanol daun tekelan dengan nilai Rf 0,46 (warna jingga), nilai IC50 31,145 mcg/mL, total flavonoid tertinggi terdapat pada F4 (228,971 mgEQ/g). Hasil pengamatan ukuran partikel dari semua formula masih dalam ukuran nanometer dan F4 mempunyai ukuran partikel paling kecil. Hasil efisiensi penjerapan diperoleh 68,44%, hasil kumulatif pelepasan kuersetin pada menit ke-480 (1120,20±815,05 mcg/cm2), %kumulatif pelepasan kuersetin pada menit ke-480 (38,82±0,45%), nilai fluks pelepasan senyawa kuersetin (23,01±1,732 μg.cm-2 jam-1). Hasil uji iritasi in vivo formula dilakukan pada konsentrasi ekstrak paling tinggi tidak menunjukkan adanya iritasi pada kulit kelinci. Hasil uji anti penuaan secara makroskopik dari masing-masing kelompok yang disinari menunjukkan bahwa pigmen kulit bertambah gelap, kulit menjadi kendur, terjadi telangiekstasia dan terjadi actinic purpura. Sedangkan secara mikroskopik menunjukkan bahwa lapisan epidermis menipis dan kepadatan kolagen lebih sedikit. Sedangkan pada kelompok yang diberi perlakuan etosom ekstrak daun tekelan mengalami perbaikan pada struktur makroskopik. Sedangkan pada mikroskopiknya struktur epidermis yang lebih tebal dan kepadatan kolagen semakin meningkat. 

 

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semua sediaan etosom memenuhi persyaratan karakteristik fisik dari etosom dan bersifat stabil selama penyimpanan 12 minggu, dan F4 (ekstrak 1,5 g dalam 30 mL etanol) merupakan formula terbaik yang memiliki karakteristik in vitro dan in vivo.

 

Selamat & sukses kepada Dr. Sofia Rahmi, M.Si., Apt. atas diraihnya gelar Doktor!

Berita