HUMAS FARMASI USU - Departemen pengabdian masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara adakan kegiatan pengabdian masyarakat WOJA (Workshop of Jamu) dengan tema “Preservation of Indonesian Local Wisdom Herbal Medicine” pada Sabtu, (1/6) yang berlokasi di Gedung Pancasila Universitas Sumatera Utara.
Kegiatan ini diadakan sebagai suatu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memahami serta mengembangkan potensi jamu. Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat berharga dan berlimpah manfaatnya.
Pembicara yang dihadirkan yaitu Bapak Muhammad Fauzan Lubis, S. Farm., M. Farm., Apt. dan Ibu Nurul Suci, S. Farm., M. Farm., Apt.
Workshop ini dihadiri tidak hanya oleh para mahasiswa USU, namun ada pula beberapa mahasiswa yang berasal dari universitas lain, salah satunya yaitu para mahasiswa PMM dari berbagai Universitas di luar Sumatera Utara. Dimana para peserta berkesempatan untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan terkait pengenalan akan jamu langsung dari ahlinya, bagaimana langkah aman mengolah obat tradisional secara mandiri, dan apa saja rempah tradisional yang dapat dijadikan bahan pembuatan jamu.
Selain pembekalan ilmu, terdapat pula praktek pembuatan jamu beras kencur yang dilakukan secara berkelompok. Selain itu, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan jamu secara gratis dan mendapatkan buku panduan cara mengolah jamu dengan baik.
Pada salah satu kesempatan, penanggung jawab WOJA, Fadli Nasution memaparkan, “Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang diadakan oleh Departemen Pengmas BEM FF USU 2024, dan memang baru pertama kali diadakan. Namun, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi kegiatan tahunan yang dapat dilaksanakan lagi oleh Departemen Pengmas di tahun-tahun berikutnya”.