HUMAS FARMASI USU – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mengadakan Workshop Penerapan Pekerjaan Kefarmasian di Rumah Sakit untuk para mahasiswa apoteker, pada Jumat (30/8) pukul 08.00–12.00 WIB di Aula Lantai 1 Fakultas Farmasi USU.

Workshop ini dibuka oleh Wakil Dekan II, Hari Ronaldo Tanjung, S.Si., M.Sc., Apt., dan dipandu oleh Dr. Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si., Apt selaku moderator sekaligus Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi USU. Narasumber yang dihadirkan ialah apoteker dari Rumah Sakit Pendidikan USU, apt. Rima Elfitra Rambe, M.Farm dan apt. Yuliana, S.Farm.

apt. Rima Elfitra Rambe, S.Farm. M.Farm memberikan materi terkait Penyusunan Asuhan Kefarmasian. Penjelasannya sangat terstruktur, mulai dari standar pelayanan kefarmasian, permenkes terkait, tahap lanjutan dari pelayanan kefarmasian berupa SOAP (subjective, objective, assessment, and plan), serta penerapannya lebih mendalam.

apt. Yuliana, S.Farm memberikan materi terkait handling sitostatika serta teknik aseptik. Sebagaimana yang kita ketahui, apoteker harus memahami teknik aseptik, parameter kualitas, penanganan obat sitostatika, serta pelabelan. Teknik aseptik sangat penting diperhatikan untuk menghindari atau meminimalisir komtaminasi mikroorganisme serta risiko paparannya. Perlu diketahui apa masalah yang akan timbul jika kurang aseptik, bagaimana cara pencegahannya, serta darimana saja peluang timbulnya masalah tersebut. Selain itu, juga dijelaskan mengenai penanganan sitostatika yang tidak hanya untuk melindungi obat sitotoksik dari kontaminan, namun juga untuk melindungi personil yang melakukan penanganan.

apt. Yuliana, S.Farm. juga memberikan praktik langsung bagaimana cara pencampuran obat yang benar, cara mematahkan ampul, serta cara mengambil obat dari ampul dan vial dengan menggunakan syringe. Hal ini bertujuan agar para calon apoteker mendapatkan gambaran tindakan yang benar. Selain itu, juga dipraktikkan cara menggunakan alat pelindung diri (APD) yang benar di ruang steril untuk obat kemoterapi.