home icon
search icon
menu icon

Farmasi

Program Studi Sarjana (S-1)

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang berbagai opsi Peminatan Program Studi, mengeksplorasi Kurikulum yang tersedia, memahami Peraturan Akademik yang berlaku, mempelajari Prosedur Skripsi, menyesuaikan Jadwal Kuliah dengan kebutuhan Anda, dan memperhitungkan Biaya Studi yang dibutuhkan, memahami Standar Pencapaian yang Diharapkan, Mengevaluasi Capaian Pembelajar. Semua informasi yang Anda butuhkan untuk memulai perjalanan akademik Anda ada di sini.

ornament

Peminatan

Berikut adalah daftar peminatan yang terdapat pada Program Sarjana Farmasi

Biologi Farmasi

Biologi Farmasi

Bidang Ilmu Biologi Farmasi adalah cabang ilmu yang memiliki fokus utama pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks biologi yang berkaitan dengan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya hayati untuk keperluan farmasi. Beberapa aspek penting dalam ilmu ini meliputi fitokimia, farmakognosi, fitoterapi, analisis bahan/produk alami, bioteknologi farmasi, rekayasa jalur metabolit, mikrobiologi, dan biologi sel. Pendidikan dalam bidang Ilmu Biologi Farmasi melibatkan penyampaian pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa dalam rangka memahami dan menerapkan prinsip-prinsip biologi terutama yang terkait dengan obat-obatan. Mahasiswa belajar mengenai fitokimia, memahami komposisi dan struktur senyawa kimia dalam tumbuhan, serta potensi pemanfaatannya dalam bidang farmasi. Selain itu, farmakognosi menjadi fokus penting untuk memahami skrining, pengembangan, produksi, dan pengujian obat dari bahan alam. Dalam konteks pengembangan obat dan pengobatan, fitoterapi memegang peranan penting. Mahasiswa mempelajari penggunaan tanaman obat dan produk turunannya untuk tujuan pengobatan dan pencegahan penyakit. Analisis bahan/produk alami menjadi keahlian penting dalam memastikan kualitas dan keamanan produk farmasi yang berasal dari sumber daya hayati.
Kimia Farmasi

Kimia Farmasi

Bidang Ilmu Kimia Farmasi merupakan cabang ilmu yang memusatkan perhatiannya pada pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks kimia yang terkait dengan industri farmasi. Fokus utamanya meliputi kimia organik, sintesis obat, hubungan struktur dan aktivitas, analisis fisikokimia, teknologi pangan, dan elusidasi struktur kimia. Sintesis obat menjadi fokus penting dalam penelitian di bidang Ilmu Kimia Farmasi. Mahasiswa dan ilmuwan melakukan penelitian untuk menciptakan metode sintesis yang efisien untuk berbagai jenis obat. Hal ini melibatkan pengembangan teknik-teknik baru, peningkatan efisiensi reaksi kimia, dan peningkatan yield produk. Hubungan struktur dan aktivitas adalah aspek yang sangat krusial dalam pengembangan obat. Mahasiswa memahami bagaimana struktur molekuler dari suatu senyawa mempengaruhi efektivitas dan tolerabilitasnya sebagai obat. Penelitian di bidang ini bertujuan untuk mengoptimalkan efek terapeutik dari obat-obatan dengan memodifikasi struktur molekuler. Analisis fisikokimia membahas metode-metode untuk menganalisis sifat fisik dan kimia dari senyawa obat. Hal ini penting untuk memastikan kualitas dan keamanan obat yang dihasilkan. Teknologi pangan juga menjadi bagian penting dalam ilmu ini, khususnya dalam konteks formulasi dan pengemasan obat-obatan yang tepat. Elusidasi struktur kimia melibatkan identifikasi dan karakterisasi struktur kimia dari berbagai senyawa. Metode ini memungkinkan pemahaman mendalam tentang struktur molekuler obat, bahan alam, dan senyawa lain yang relevan dalam farmasi.
Farmakologi

Farmakologi

Bidang Ilmu Farmakologi adalah cabang ilmu yang memusatkan perhatiannya pada pendidikan, pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan keilmuan terkait dengan farmakologi. Fokus utamanya mencakup aspek farmakologi, farmakokinetik, toksikologi, farmasi klinik, farmakoterapi, dan interaksi obat. Pendidikan dan pengajaran di bidang Ilmu Farmakologi mempersiapkan para mahasiswa untuk memahami fundamental dari farmakologi, termasuk mekanisme kerja obat, dampaknya pada tubuh manusia, dan interaksi antara obat dengan organisme. Hal ini juga melibatkan memahami farmakokinetik, yaitu bagaimana tubuh memetabolisme dan memproses obat, serta bagaimana obat bergerak di dalam tubuh. Penelitian dalam Ilmu Farmakologi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang obat-obatan dan interaksi mereka dengan tubuh manusia. Ini mencakup pengembangan obat baru, penelitian tentang keamanan obat (toksikologi), dan identifikasi cara-cara untuk meningkatkan efikasi dan keamanan penggunaan obat (farmakoterapi).
Farmaseutika

Farmaseutika

Bidang Ilmu Farmaseutika adalah cabang ilmu yang berfokus pada pengembangan obat, baik yang sudah ada maupun yang baru, menggunakan teknologi dalam bidang farmasi. Peminatan farmasetikan dalam ilmu ini mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada teknologi farmasi yang meliputi sistem penghantaran obat, stabilitas obat, teknologi nano, farmasi fisik, biofarmasi, farmasetik, dan kosmetik. Pendidikan dan pengajaran di Bidang Ilmu Farmaseutika bertujuan untuk mempersiapkan para mahasiswa untuk memahami aspek teknologi farmasi yang kompleks dan terkini. Ini mencakup memahami berbagai metode pengembangan, formulasi, dan produksi obat, serta teknologi terbaru yang dapat meningkatkan efikasi dan keamanan penggunaan obat. Penelitian dalam Ilmu Farmaseutika adalah aspek untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi baru dalam formulasi dan produksi obat. Ini meliputi penelitian tentang sistem penghantaran obat yang inovatif, teknologi nano dalam pengembangan obat, peningkatan stabilitas obat, dan berbagai aspek lain yang mempengaruhi kualitas dan efikasi obat.

ornament

Kurikulum

Berikut ini adalah daftar lengkap mata kuliah yang akan diambil pada setiap semester.

Kode Mata Kuliah :
Semua expand_more
Cari Mata Kuliah
ornament

Jadwal Kuliah

Alternative text - include a link to the PDF!

ornament

Biaya Studi

Berikut adalah biaya studi Program Studi S1 Farmasi
Program Sarjana Jalur SNBP & SNBT
UKT Kelompok I Rp500.000
UKT Kelompok II Rp1.000.000
UKT Kelompok III Rp2.000.000
UKT Kelompok IV Rp3.000.000
UKT Kelompok V Rp4.000.000
UKT Kelompok VI Rp5.000.000
UKT Kelompok VII Rp6.000.000
UKT Kelompok VIII Rp7.000.000
Program Sarjana Uang Kuliah Tunggal (UKT)
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 1 Rp500.000
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 2 Rp1.000.000
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 3 Rp2.000.000
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 4 Rp3.000.000
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 5 Rp4.000.000
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 6 Rp5.000.000
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 7 Rp6.000.000
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 8 Rp7.000.000
Uang Kuliah Tunggal (UKT) 9 Rp10.000.000
UKT dibayarkan setiap semester selama masa studi
Program Sarjana Iuran Pengembangan Institusi (IPI) (Khusus Jalur Mandiri)
Rp15.000.000 Sekali Bayar
ornament

Capaian Pembelajaran

Program Sarjana Farmasi USU bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan/kompetensi dalam bidang farmasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Capaian pembelajaran Program Sarjana Farmasi USU mengacu kepada capaian pembelajaran lulusan Pendidikan Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) 2021 sebagai berikut:

Capaian Pembelajaran
1 Mampu memecahkan masalah terkait obat berdasarkan analisis informasi dan data dengan pendekatan berbasis bukti dalam perancangan, pembuatan/penyiapan, pendistribusian, pengelolaan, dan pelayanan sediaan farmasi untuk optimalisasi keberhasilan terapi.
2 Mampu melakukan praktik kefarmasian secara bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, kode etik yang berlaku, dan tata nilai BINTANG.
3 Mampu melaksanakan riset dalam rangka penyelesaian masalah yang berkontribusi pada perbaikan dalam ilmu farmasi.
4 Mampu bertanggung jawab atas pekerjaan dan pencapaian hasil kerja kelompok dengan menerapkan karakteristik kepemimpinan yang baik dalam suatu organisasi.
5 Mampu berkomunikasi dalam rangka kolaborasi secara interpersonal dan interprofesional terkait praktik kefarmasian.
6 Mampu mengevaluasi diri dalam rangka pembelajaran diri sendiri di dalam peningkatan kemampuan praktik kefarmasian.
7 Mampu menaati peraturan perundang-undangan dalam praktik kefarmasian, urusan farmasetikal, dan kesehatan masyarakat, khususnya mengatur penyiapan dan penyerahan sediaan farmasi dan produk terkait (‘kuasai’ obat, obat tradisional, kosmetik, alat kesehatan, dan obat untuk regeneratif).
8 Mampu menganalisis dalam penerapan teori, metode, aplikasi ilmu, dan teknologi farmasi (farmasetika, kimia farmasi, farmakognosi, farmakologi), konsep dan aplikasi ilmu biomedik (biologi, anatomi manusia, mikrobiologi, fisiologi, patofisiologi, etik biomedik, biostatistik), konsep farmakoterapi, pharmaceutical care, pharmacy practice, serta prinsip pharmaceutical calculation, epidemiologi, pengobatan berbasis bukti, dan farmakoekonomi
9 Mampu menerapkan pengetahuan tentang manajemen farmasi, sosio-farmasi, hukum dan etik farmasi, teknik komunikasi, serta prinsip dasar keselamatan kerja.