Untuk mengetahui lebih lanjut tentang berbagai opsi Peminatan Program Studi, mengeksplorasi Kurikulum yang tersedia, memahami Peraturan Akademik yang berlaku, mempelajari Prosedur Skripsi, menyesuaikan Jadwal Kuliah dengan kebutuhan Anda, dan memperhitungkan Biaya Studi yang dibutuhkan, memahami Standar Pencapaian yang Diharapkan, Mengevaluasi Capaian Pembelajar. Semua informasi yang Anda butuhkan untuk memulai perjalanan akademik Anda ada di sini.
Kurikulum
Mata kuliah Analisis Fisikokimia menyajikan materi yang mencakup pemahaman tentang berbagai teknik, seperti gas chromatography (GC), high-performance liquid chromatography (HPLC), liquid chromatography (LC), mass spectrometry (MS), inductively coupled plasma (ICP), UV spectrophotometry, dan voltammetry. Instrumen-instrumen ini digunakan dalam analisis fisikokimia senyawa obat dalam sediaan farmasi. Pemahaman yang diberikan mencakup definisi, terminologi, konsep dasar, prinsip kerja, instrumentasi, serta kegunaannya dalam bidang farmasi.
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar farmakologi yang mencakup nasib (fate) obat dalam tubuh serta mekanisme aksi obat dengan mempertimbangkannya sebagai agen kimia. Hal ini bertujuan untuk memahami pengaruh obat terhadap sistem biologis, baik sebagai entitas endogen maupun eksogen. Selain itu, mata kuliah ini juga secara khusus membahas aspek anatomi dan fisiologi sistem persarafan, neurotransmisi, serta fisiologi dan farmakologi dari setiap jenis sistem persarafan, yaitu simpatetik, parasimpatetik, somatik, dan ganglionik. Dengan demikian, setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan serta kemampuan dalam memberikan argumentasi ilmiah dan rasional dalam pemilihan obat untuk kasus tertentu.
Mata kuliah Farmasetika menyajikan materi yang mencakup konsep dasar, garis besar formulasi sediaan, hubungan antara rute atau cara pemberian dengan bentuk sediaan, serta tahapan dalam desain dan pengembangan sediaan. Materi yang dibahas meliputi preformulasi, eksipien, sistem peralatan dalam pembuatan sediaan, formulasi, metode pembuatan, evaluasi sediaan farmasi, serta perkembangan teknologi dalam bidang farmasetika.
Mata kuliah Farmasi Fisik membahas topik utama terkait disolusi dan pelepasan obat, inkompatibilitas obat parenteral, ilmu material dan nanomedisin, difusi dan disolusi, disolusi obat serta penerapannya dalam penelitian, penggunaan difusi dalam pembuatan patch dan sistem transdermal, serta polimer dan polimer biodegradabel.
Mata kuliah Kimia Bahan Alam menyajikan materi yang mencakup pengenalan kimia tumbuhan, sifat umum senyawa yang terdapat dalam tumbuhan, serta berbagai jenis senyawa yang diproduksi oleh tumbuhan. Selain itu, mata kuliah ini membahas penerapan prinsip analisis, metode isolasi, serta identifikasi dalam penanganan bahan alam. Mahasiswa juga akan mempelajari proses biosintesis senyawa tumbuhan, tinjauan aktivitas biologisnya, serta fenomena eksistensi kimia tumbuhan dan kandungan senyawa kimia di dalamnya.
Mata kuliah Kimia Organik Obat Lanjutan menyajikan materi yang mencakup dasar-dasar kimia organik obat serta hubungan antara sifat molekul organik obat dengan proses biologis. Topik yang dibahas meliputi teori Valence Shell Electron Pair Repulsion (VSEPR), nomenklatur, dan reaksi-reaksi kimia organik, termasuk klasifikasi reaksi organik berdasarkan jenisnya serta aspek stereokimia dan reaksi isomer. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas konsep asam dan basa, substitusi elektrofilik aromatik, konformasi molekul, hubungan sistem konjugasi dan resonansi, sifat-sifat diastereoisomer, serta hubungan antara ikatan kimia dan aktivitas biologis obat, termasuk peran activating dan deactivating groups.
Mata kuliah Metode Penelitian mempelajari berbagai aspek penelitian, termasuk definisi pengetahuan, teori kebenaran, metode ilmiah, serta kerangka berpikir ilmiah. Selain itu, mata kuliah ini membahas penelitian ilmiah dan non-ilmiah, perumusan masalah penelitian, hipotesis penelitian, serta proses penelitian. Topik lain yang dibahas mencakup penelitian kuantitatif dan kualitatif, jenis-jenis penelitian, penelitian eksperimental, dan penelitian deskriptif. Mahasiswa juga akan mempelajari sumber masalah penelitian, variabel penelitian, rancangan penelitian, metode sampling, instrumentasi, pengumpulan data, analisis statistik, serta penyusunan laporan hasil penelitian. Selain itu, mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan keterampilan dalam menyusun sistematika dan penulisan tesis, serta menulis artikel ilmiah untuk dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi.
Mata kuliah ini mengkaji konsep dasar riset dan pengembangan obat, termasuk proses penemuan dan pengembangan obat, penemuan obat baru dari bahan alam, serta pengembangan obat baru dari obat yang telah lama digunakan dalam pengobatan. Selain itu, dibahas pula tahapan pengembangan obat dari laboratorium hingga industri farmasi, serta tahap uji obat sejak ditemukan hingga dipasarkan sesuai dengan standar FDA. Mata kuliah ini juga mencakup pembahasan mengenai genesis dan latensiasi obat, strategi sukses dalam riset dan pengembangan obat, riset dan pengembangan produk alami, serta penelitian lanjutan terkait pengembangan produk berbasis alam untuk kesehatan dan terapi kanker. Selain itu, mahasiswa akan mempelajari konsep riset dalam perencanaan dan pengembangan produk makanan, serta evaluasi biologis dan kimia ekstrak tumbuhan beserta strategi isolasinya.
Mata kuliah Kimia Bahan Alam Farmasi menjelaskan mengenai metabolit primer dan sekunder, biosintesis metabolit primer dan sekunder, serta metode analisis metabolit primer dan sekunder.
Mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistik mempelajari konsep dasar penelitian dan tahapan-tahapan dalam menyusun sebuah rencana penelitian hingga memaparkan hasil penelitian. Tahapan-tahapan penelitian dimulai dari cara berpikir secara ilmiah, mengidentifikasi masalah penelitian, menyusun hipotesis, membuat studi literatur yang baik, menentukan desain penelitian yang tepat, menetapkan indikator tingkat pengukuran, menentukan populasi/sampel penelitian, metode pengambilan data, menyusun proposal penelitian, menentukan jenis statistik yang tepat, dan menyusun laporan akhir.
Mata kuliah Penelitian dan Pengembangan Obat akan mengkaji konsep dasar riset dan pengembangan obat, proses penemuan dan pengembangan obat, penemuan obat baru dari bahan alam, penemuan dan pengembangan obat baru dari obat yang sudah lama diintroduksi ke dalam pengobatan, serta pengembangan obat dari tahap laboratorium hingga ke industri farmasi, termasuk tahap uji obat sejak ditemukan hingga masuk pasar (menurut FDA). Mata kuliah ini juga membahas genesis dan latensiasi obat, strategi sukses riset dan pengembangan obat, riset dan pengembangan produk natural, riset tingkat lanjut terkait pengembangan produk alam untuk kesehatan dan terapi kanker, serta konsep riset dalam perencanaan dan pengembangan produk makanan, termasuk evaluasi biologis dan kimia ekstrak tumbuhan serta strategi isolasinya.
Mata kuliah Kimia Komputasi Lanjutan menjelaskan bagaimana memanfaatkan kimia komputasi dalam menelusuri aktivitas, mekanisme kerja, dan menemukan senyawa baru sebagai obat.
Kimia Medisinal Lanjutan mempelajari pengertian, sejarah, dan keterkaitan kimia medisinal dengan ilmu-ilmu lainnya; hubungan struktur kimia dengan aktivitas biologi obat; faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas biologi obat; metabolisme obat yang meliputi ADMET (absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi, dan toksisitas); hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologi obat (HKSA); teori reseptor; interaksi obat-reseptor; modifikasi molekul dan rancangan obat rasional; serta permasalahan dalam penemuan obat baru. Pada intinya, mata kuliah ini mempelajari sifat molekular senyawa ligan, makromolekul target, serta interaksi antara keduanya yang aplikasinya digunakan sebagai acuan dalam merancang dan mengembangkan obat.
Standarisasi Obat Bahan Alam mempelajari cara melakukan standarisasi obat dari bahan alam, mulai dari bahan awal hingga menjadi produk jadi.
Kimia dan Teknologi Makanan membahas bidang kajian, manfaat, objek, dan ruang lingkup kimia serta pengolahan makanan, termasuk berbagai kontaminan kimia dan biologis yang berdampak buruk terhadap kesehatan, faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kontaminasi tersebut, serta cara menganalisis kontaminan dalam makanan.
Analisis Sediaan Obat Herbal membahas bidang kajian, manfaat, objek, dan ruang lingkup analisis obat herbal dalam bentuk baku maupun sediaan, serta aspek struktur, rumus molekul, dan analisis kadar dengan metode-metode analisis menggunakan instrumentasi. Cakupan analisis meliputi senyawa obat dalam bentuk tunggal maupun campuran dari berbagai jenis sediaan seperti simplisia, ekstrak, dan fitofarmaka. Mata kuliah ini juga mencakup berbagai metode dan pengembangan analisis seperti Spektrofotometri, FTIR, KCKT, GC-MS, LC-MS/MS, serta uji biologi melalui bioassay dan toksisitas.
Setelah mengikuti perkuliahan Instrumentasi Analisis Obat, mahasiswa semester II Program Studi Magister Ilmu Farmasi akan mampu mengaplikasikan teori yang diperoleh pada instrumen untuk melakukan analisis obat secara tepat.
Mata kuliah Kimia Bahan Alam Farmasi menjelaskan mengenai metabolit primer dan sekunder, biosintesis metabolit primer dan sekunder, serta metode analisis metabolit primer dan sekunder.
Mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistik mempelajari konsep dasar penelitian dan tahapan-tahapan dalam menyusun sebuah rencana penelitian hingga memaparkan hasil penelitian. Tahapan-tahapan penelitian dimulai dari cara berpikir secara ilmiah, mengidentifikasi masalah penelitian, menyusun hipotesis, membuat studi literatur yang baik, menentukan desain penelitian yang tepat, menetapkan indikator tingkat pengukuran, menentukan populasi/sampel penelitian, metode pengambilan data, menyusun proposal penelitian, menentukan jenis statistik yang tepat, dan menyusun laporan akhir.
Mata kuliah Penelitian dan Pengembangan Obat akan mengkaji konsep dasar riset dan pengembangan obat, proses penemuan dan pengembangan obat, penemuan obat baru dari bahan alam, penemuan dan pengembangan obat baru dari obat yang sudah lama diintroduksi ke dalam pengobatan, serta pengembangan obat dari tahap laboratorium hingga ke industri farmasi, termasuk tahap uji obat sejak ditemukan hingga masuk pasar (menurut FDA). Mata kuliah ini juga membahas genesis dan latensiasi obat, strategi sukses riset dan pengembangan obat, riset dan pengembangan produk natural, riset tingkat lanjut terkait pengembangan produk alam untuk kesehatan dan terapi kanker, serta konsep riset dalam perencanaan dan pengembangan produk makanan, termasuk evaluasi biologis dan kimia ekstrak tumbuhan serta strategi isolasinya.
Mata kuliah Interaksi dan Inkompatibilitas Obat mempelajari konsep dan manajemen solusi terhadap terjadinya interaksi obat dalam penatalaksanaan pengobatan penyakit yang umum ditemukan di layanan kesehatan (hipertensi, jantung koroner, diabetes, asma, infeksi, kanker payudara, penyakit ginjal kronik), serta inkompatibilitas obat.
Mata kuliah Farmakologi Obat Bahan Alam ini membahas konsep farmakologi obat bahan alam, cara isolasi dan identifikasi senyawa aktif, mekanisme kerja obat bahan alam, farmakokinetika dan farmakodinamika obat bahan alam, aktivitasnya pada sistem saraf pusat, sistem kardiovaskular, endokrin, sistem imun dan antiinflamasi, antikanker, antimikroba, toksisitas, dan efek samping obat, serta pengembangan atau inovasi obat bahan alam.
Standarisasi Obat Bahan Alam mempelajari cara melakukan standarisasi obat dari bahan alam, mulai dari bahan awal hingga menjadi produk jadi.
Mata kuliah Pengembangan Bentuk Sediaan Obat ini berisi tentang pengembangan bentuk sediaan obat, studi praformulasi, protokol pengujian stabilitas, pengembangan bentuk sediaan obat untuk penyampaian oral (novel oral drug delivery system), bentuk sediaan semisolida/transdermal, bentuk sediaan baru berbasis nanoteknologi, dan bentuk sediaan bertarget.
Analisis Sediaan Obat Herbal membahas bidang kajian, manfaat, objek, dan ruang lingkup analisis obat herbal dalam bentuk baku maupun sediaan, serta aspek struktur, rumus molekul, dan analisis kadar dengan metode-metode analisis menggunakan instrumentasi. Cakupan analisis meliputi senyawa obat dalam bentuk tunggal maupun campuran dari berbagai jenis sediaan seperti simplisia, ekstrak, dan fitofarmaka. Mata kuliah ini juga mencakup berbagai metode dan pengembangan analisis seperti Spektrofotometri, FTIR, KCKT, GC-MS, LC-MS/MS, serta uji biologi melalui bioassay dan toksisitas.
Mata kuliah Fitofarmaka mempelajari mengenai pengembangan dan pengujian sediaan fitofarmaka.
Mata kuliah Kimia Bahan Alam Farmasi menjelaskan mengenai metabolit primer dan sekunder, biosintesis metabolit primer dan sekunder, serta metode analisis metabolit primer dan sekunder.
Mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistik mempelajari konsep dasar penelitian dan tahapan-tahapan dalam menyusun sebuah rencana penelitian hingga memaparkan hasil penelitian. Tahapan-tahapan penelitian dimulai dari cara berpikir secara ilmiah, mengidentifikasi masalah penelitian, menyusun hipotesis, membuat studi literatur yang baik, menentukan desain penelitian yang tepat, menetapkan indikator tingkat pengukuran, menentukan populasi/sampel penelitian, metode pengambilan data, menyusun proposal penelitian, menentukan jenis statistik yang tepat, dan menyusun laporan akhir.
Mata kuliah Penelitian dan Pengembangan Obat akan mengkaji konsep dasar riset dan pengembangan obat, proses penemuan dan pengembangan obat, penemuan obat baru dari bahan alam, penemuan dan pengembangan obat baru dari obat yang sudah lama diintroduksi ke dalam pengobatan, serta pengembangan obat dari tahap laboratorium hingga ke industri farmasi, termasuk tahap uji obat sejak ditemukan hingga masuk pasar (menurut FDA). Mata kuliah ini juga membahas genesis dan latensiasi obat, strategi sukses riset dan pengembangan obat, riset dan pengembangan produk natural, riset tingkat lanjut terkait pengembangan produk alam untuk kesehatan dan terapi kanker, serta konsep riset dalam perencanaan dan pengembangan produk makanan, termasuk evaluasi biologis dan kimia ekstrak tumbuhan serta strategi isolasinya.
Mata kuliah Interaksi dan Inkompatibilitas Obat mempelajari konsep dan manajemen solusi terhadap terjadinya interaksi obat dalam penatalaksanaan pengobatan penyakit yang umum ditemukan di layanan kesehatan (hipertensi, jantung koroner, diabetes, asma, infeksi, kanker payudara, penyakit ginjal kronik), serta inkompatibilitas obat.
Mahasiswa dapat memahami, menganalisis konsep teoretis dan praktis, serta merancang penelitian mengenai disolusi dan pelepasan obat dari sediaan konvensional dan nonkonvensional, penggunaan surfaktan, mengaplikasikan prinsip-prinsip farmasi fisik lanjutan untuk menyelesaikan masalah formulasi dan stabilitas yang kompleks, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan penelitian di bidang farmasi fisik.
Mata kuliah Pengembangan Bentuk Sediaan Obat ini berisi tentang pengembangan bentuk sediaan obat, studi praformulasi, protokol pengujian stabilitas, pengembangan bentuk sediaan obat untuk penyampaian oral (novel oral drug delivery system), bentuk sediaan semisolida/transdermal, bentuk sediaan baru berbasis nanoteknologi, dan bentuk sediaan bertarget.
Setelah mengikuti perkuliahan Instrumentasi Analisis Obat, mahasiswa semester II Program Studi Magister Ilmu Farmasi akan mampu mengaplikasikan teori yang diperoleh pada instrumen untuk melakukan analisis obat secara tepat.
Kimia dan Teknologi Makanan membahas bidang kajian, manfaat, objek, dan ruang lingkup kimia serta pengolahan makanan, termasuk berbagai kontaminan kimia dan biologis yang berdampak buruk terhadap kesehatan, faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kontaminasi tersebut, serta cara menganalisis kontaminan dalam makanan.
Mata kuliah Biofarmasi dan Farmakokinetika Lanjutan dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang biofarmasi dan farmakokinetika lanjutan, serta bagaimana konsep-konsep tersebut diterapkan dalam penelitian dan pengembangan obat. Mahasiswa akan diperkenalkan pada ruang lingkup dan pentingnya biofarmasi serta farmakokinetika dalam penelitian dan pengembangan obat, mekanisme absorpsi dan distribusi obat, metabolisme obat, dan analisis parameter farmakokinetik seperti klirens dan volume distribusi, farmakokinetika linear dan non-linear, uji klinis bioavailabilitas dan bioekuivalensi. Mahasiswa juga akan memahami perubahan fisiologis terhadap farmakokinetika obat, pengaruh kondisi patologis pada parameter farmakokinetik, prinsip farmakokinetika dalam pengambilan keputusan klinis untuk optimasi terapi obat, interaksi obat dari perspektif farmakokinetik termasuk efek pada metabolisme dan eliminasi obat, risiko farmakokinetik dalam konteks penggunaan klinis obat, serta menyarankan strategi mitigasi risiko yang sesuai.
Mata kuliah Kimia Bahan Alam Farmasi menjelaskan mengenai metabolit primer dan sekunder, biosintesis metabolit primer dan sekunder, serta metode analisis metabolit primer dan sekunder.
Mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistik mempelajari konsep dasar penelitian dan tahapan-tahapan dalam menyusun sebuah rencana penelitian hingga memaparkan hasil penelitian. Tahapan-tahapan penelitian dimulai dari cara berpikir secara ilmiah, mengidentifikasi masalah penelitian, menyusun hipotesis, membuat studi literatur yang baik, menentukan desain penelitian yang tepat, menetapkan indikator tingkat pengukuran, menentukan populasi/sampel penelitian, metode pengambilan data, menyusun proposal penelitian, menentukan jenis statistik yang tepat, dan menyusun laporan akhir.
Mata kuliah Penelitian dan Pengembangan Obat akan mengkaji konsep dasar riset dan pengembangan obat, proses penemuan dan pengembangan obat, penemuan obat baru dari bahan alam, penemuan dan pengembangan obat baru dari obat yang sudah lama diintroduksi ke dalam pengobatan, serta pengembangan obat dari tahap laboratorium hingga ke industri farmasi, termasuk tahap uji obat sejak ditemukan hingga masuk pasar (menurut FDA). Mata kuliah ini juga membahas genesis dan latensiasi obat, strategi sukses riset dan pengembangan obat, riset dan pengembangan produk natural, riset tingkat lanjut terkait pengembangan produk alam untuk kesehatan dan terapi kanker, serta konsep riset dalam perencanaan dan pengembangan produk makanan, termasuk evaluasi biologis dan kimia ekstrak tumbuhan serta strategi isolasinya.
Mata kuliah Interaksi dan Inkompatibilitas Obat mempelajari konsep dan manajemen solusi terhadap terjadinya interaksi obat dalam penatalaksanaan pengobatan penyakit yang umum ditemukan di layanan kesehatan (hipertensi, jantung koroner, diabetes, asma, infeksi, kanker payudara, penyakit ginjal kronik), serta inkompatibilitas obat.
Mata kuliah Farmakologi Obat Bahan Alam ini membahas konsep farmakologi obat bahan alam, cara isolasi dan identifikasi senyawa aktif, mekanisme kerja obat bahan alam, farmakokinetika dan farmakodinamika obat bahan alam, aktivitasnya pada sistem saraf pusat, sistem kardiovaskular, endokrin, sistem imun dan antiinflamasi, antikanker, antimikroba, toksisitas, dan efek samping obat, serta pengembangan atau inovasi obat bahan alam.
Mata kuliah Farmakokinetika Klinis dan Terapi membahas konsep farmakokinetika klinis dan Therapeutic Drug Monitoring (TDM), prinsip dasar perhitungan dosis dan interval pemberian obat, prinsip TDM, TDM aminoglikosida, penyesuaian dosis obat pada gangguan hati, TDM teofilin, siklosporin, salisilat, TDM pada penderita penyakit ginjal kronik (PGK) dan penyakit ginjal akut (PGA), TDM digoksin, serta TDM vankomisin.
Mata kuliah Imunofarmakologi berisi pokok-pokok bahasan mengenai imunofarmakologi, sistem imun, imunopatologi, imunoterapi, imunomodulator, autoimun, imunodefisiensi, imunologi alergi, imunologi anafilaksis, imunologi penyakit infeksi, kanker, dan gastrointestinal, transplantasi organ, vaksin, imunoteknik, dan imunoesei. Bahan kajian mata kuliah ini sangat relevan untuk melaksanakan riset di bidang farmasi dan aplikasi ilmu imunologik.
Mata kuliah Farmakodinamika membahas konsep dasar dan pengertian farmakodinamika, konsep second messenger dan mekanisme signal transduction, farmakodinamika antikanker, farmakodinamika glikosida jantung dan inotropik lainnya, farmakodinamika NSAID, farmakodinamika ansiolitik benzodiazepin, farmakogenetik dan farmakogenomik, farmakodinamika antimalaria, pendekatan dan paradigma farmakokinetika/farmakodinamika dalam terapi antimikroba, stereokimia dan hubungannya dengan aktivitas biologis, farmakodinamika antiparkinson, farmakodinamika obat antiepilepsi, serta Visualizing Pharmacological Activities of Antidepressants: A Novel Approach.
Mata kuliah Toksikologi menyajikan materi yang berisi pembahasan mengenai definisi atau istilah penting dalam toksikologi seperti toksik, toksikan, xenobiotik, dan dosis. Selain itu, dibahas pula prinsip-prinsip toksikologi, distribusi, absorpsi, ekskresi, biotransformasi toksik, serta efeknya terhadap manusia dan lingkungan. Mata kuliah ini juga menjelaskan bagaimana mengidentifikasi serta memberikan solusi sederhana terhadap permasalahan kontaminasi atau pencemaran di lingkungan.
Mata kuliah Hubungan Struktur-Aktivitas menyajikan materi yang mencakup definisi, ruang lingkup, serta hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah struktur kimia obat dan aktivitasnya, dan pengembangan obat baru. Materi juga membahas hubungan struktur dengan proses absorpsi, distribusi, dan ekskresi obat, serta proses interaksi obat dengan biopolimer. Selain itu, mata kuliah ini mengkaji hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis, prinsip Ferguson, dan model kerja obat; aspek stereokimia dan aktivitas biologis; hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologis obat; hubungan sifat kimia-fisika dengan aktivitas biologis obat; teori-teori interaksi obat-reseptor serta ikatan kimia yang terlibat; metabolisme, aktivitas biologis, dan rancangan obat; serta modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional.
Mata kuliah Kimia Bahan Alam Lanjutan membahas tentang isolasi dan sintesis beberapa metabolit sekunder pilihan (alkaloid, triterpen/steroid, flavonoid, glikosida, tannin, saponin) yang telah dipublikasikan dalam beberapa tahun terakhir. Materi yang dibahas meliputi target (kedalaman dan keluasan bahasan) kimia bahan alam, serta pengujian farmakologi tumbuhan. Topik lainnya mencakup bioassay-guided isolation and characterization of antifungal, bioassay-guided isolation of sesquiterpene coumarins, isolasi senyawa triterpenoid glikosida sebagai sitotoksik cycloartane, isolation and structure elucidation of anticancer and antimalaria natural products, bioassay-guided fractionation of leaf extract from Combretum mucronatum with anthelmintic activity, bioassay-guided isolation of cytotoxic compounds from Hydrocotyle vulgaris, isolasi dan penjelasan struktur senyawa dengan aktivitas antitumor, isolasi dan penjelasan struktur metabolit sekunder insektisidal, serta investigasi biologis dan fitokimia dari Euphorbiaceae dari Papua New Guinea (presentasi). Selain itu, mahasiswa juga akan mempelajari isolasi senyawa antibakteri dari Quercus dilatata L. melalui bioassay-guided (presentasi), serta isolasi flavonoid bioaktif dari Jacaranda obtusifolia H. B. K. ssp (presentasi).
Mata kuliah Teknik Isolasi Bahan Alam membahas tentang prinsip metode pemisahan senyawa bahan alam, pemisahan senyawa kimia berdasarkan sifat biogenesisnya, serta metode ekstraksi yang didasarkan pada struktur dan aktivitas sebagai kemoterapeutik. Selain itu, mata kuliah ini juga mencakup ekstraksi dan fraksinasi senyawa kimia berdasarkan kepolarannya, teknik isolasi bahan alam menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), preparasi dan aplikasi analisis senyawa kimia dengan kromatografi klasik, serta pemisahan senyawa karbohidrat, lipid, dan protein dengan kromatografi lapis tipis. Pembahasan lainnya meliputi pemisahan senyawa asam amino dengan kromatografi lapis tipis (KLT), isolasi senyawa nonpolar (terpenoid/steroid, karoten, dan minyak atsiri) menggunakan KLT, serta pemisahan senyawa kimia dengan kromatografi cair vakum dan kromatografi kolom. Mata kuliah ini juga membahas isolasi senyawa flavonoid menggunakan KLT dan kromatografi kertas (KKT), isolasi senyawa flavonoid dengan spektrometer ultraviolet (pereaksi geser), serta preparasi dan aplikasi senyawa kimia dengan kromatografi modern. Terakhir, mata kuliah ini juga mencakup isolasi senyawa kimia bahan alam bahari.
Mata kuliah Elusidasi Struktur Kimia menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, serta hubungan elusidasi struktur kimia dengan bidang ilmu lain. Materi juga mencakup prinsip dan metode elusidasi struktur kimia, prinsip spektrofotometri MS, spektrofotometri ultraviolet, spektrofotometri inframerah, dan NMR dalam elusidasi struktur kimia. Selain itu, mata kuliah ini membahas konsep dasar dan metode analisis struktur, serta menganalisis data spektroskopi UV, spektroskopi MS, spektroskopi inframerah, spektroskopi 1H NMR, dan spektroskopi 13C NMR. Terakhir, mata kuliah ini juga mencakup metode analisis struktur menggunakan data spektroskopi UV, MS, IR, dan NMR.
Mata kuliah ini membahas tentang taksonomi dan sistematika tumbuhan, sistem klasifikasi angiospermae (Magnoliophyta), klasifikasi tumbuhan menurut Cronquist dan Engler, taksonomi tumbuhan dan evolusinya, kelas dicotyledoneae dan monocotyledoneae, varietas dan spesies dalam tumbuhan, nomenklatur (penamaan tumbuhan) dan taksonomi numerik, klasifikasi ordo: Rhoedales (Brassicaceae, Columniferae, dan Malvaceae), klasifikasi ordo: Geranales, Leguminosae (Geraniaceae, Euphorbiaceae, Papilionaceae), klasifikasi subkelas Monochlamydeae, ordo: Centrospermae, seleksi famili kelompok dicotyledoneae dan monocotyledoneae, senyawa iridoid sebagai penanda kemotaksonomi dari Oleaceae, senyawa flavonoid sebagai penanda taksonomi dari Asteraceae, serta cannabinoid dan terpenoid sebagai penanda taksonomi dari Cannabis.
Mata kuliah Fitofarmaka menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah fitofarmaka dan aktivitasnya, serta pengembangan fitofarmaka. Mata kuliah ini juga mencakup perancangan dan evaluasi terhadap sediaan fitofarmaka, serta pengkajian terhadap aktivitas sediaan fitofarmaka secara preklinik dan klinik.
Mata kuliah ini membahas tentang pengertian, konsep dasar, dan penggunaan mikroorganisme dalam pembuatan bahan obat, peranan mikroorganisme dalam pembuatan bahan obat, desain dan rancangan bioteknologi untuk pembuatan bahan obat, teknik solid-state fermentation, submerged solid-state fermentation, pembuatan antibiotika, pembuatan vitamin, dan pembuatan golongan statin.
Mata kuliah Bioassay menyajikan materi yang berisi konsep dasar, pengertian, ruang lingkup, prinsip dasar bioassay, teknik serta etika penggunaan hewan coba, uji toksisitas, uji mutagenitas, uji teratologi, uji imunitoksikologi, dan prinsip serta teknik bioassay menggunakan mikroba sebagai uji kuantitatif dan kualitatif.
Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat merancang dan mengevaluasi bentuk sediaan farmasi dengan sistem penyampaian obat yang lebih cepat dan target obat yang bekerja lebih spesifik, dengan tetap menjaga stabilitas fisikokimia bahan obat, efikasi obat yang baik, dan efek samping yang lebih minimal.
Mata kuliah Hubungan Struktur-Aktivitas menyajikan materi yang mencakup definisi, ruang lingkup, serta hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah struktur kimia obat dan aktivitasnya, dan pengembangan obat baru. Materi juga membahas hubungan struktur dengan proses absorpsi, distribusi, dan ekskresi obat, serta proses interaksi obat dengan biopolimer. Selain itu, mata kuliah ini mengkaji hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis, prinsip Ferguson, dan model kerja obat; aspek stereokimia dan aktivitas biologis; hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologis obat; hubungan sifat kimia-fisika dengan aktivitas biologis obat; teori-teori interaksi obat-reseptor serta ikatan kimia yang terlibat; metabolisme, aktivitas biologis, dan rancangan obat; serta modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional.
Mata kuliah Biofarmasi menyajikan materi yang berisi kegunaan biofarmasi dalam farmasi, interpretasi profil parameter farmakokinetik, proses biofarmasetika, proses farmakokinetika, serta bioekivalensi dan parameter-parameter yang ada.
Mata kuliah Farmakodinamika membahas konsep dasar dan pengertian farmakodinamika, konsep second messenger dan mekanisme sinyal transduksi, farmakodinamika antikanker, farmakodinamika glikosida jantung dan inotropik lainnya, farmakodinamika NSAID, farmakodinamika ansiolitik benzodiazepin, farmakogenetik dan farmakogenomik, farmakodinamika antimalaria, pendekatan dan paradigma farmakokinetika/farmakodinamika terapi antimikroba, stereokimia dan hubungannya dengan aktivitas biologis, farmakodinamika antiparkinson, farmakodinamika obat-obat antiepilepsi, serta visualisasi aktivitas farmakologis antidepresan: pendekatan baru.
Mata kuliah Toksikologi menyajikan materi yang berisi pembahasan tentang definisi atau istilah-istilah penting dalam toksikologi seperti toksik, toksikan, xenobiotik, dan dosis, prinsip-prinsip toksikologi, distribusi, absorpsi, dan ekskresi, biotransformasi toksik dan efeknya terhadap manusia dan lingkungan. Mata kuliah ini juga menjelaskan bagaimana mengidentifikasi serta memberikan solusi sederhana terhadap permasalahan kontaminasi/pencemaran di lingkungan.
Mata kuliah Interaksi Obat menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, hubungan kimia medisinal dengan bidang ilmu lain, sejarah kimia medisinal, pengembangan obat baru, hubungan struktur dengan proses absorbsi, distribusi, dan ekskresi obat, proses interaksi obat dengan biopolimer, hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis, konsep dasar dari interaksi obat dan farmakokinetik, interaksi obat dan farmakodinamik, manajemen terapi pada pasien CHF dan COPD yang berpotensi terjadi interaksi obat di rumah sakit, manajemen terapi interaksi obat pada penyakit asma, interaksi obat pada Chronic Obstructive Pulmonary Diseases (COPD), manajemen terapi dan interaksi obat diare, manajemen terapi dan interaksi obat infeksi saluran kemih (ISK), manajemen terapi dan interaksi obat peptic ulcer, manajemen terapi dan interaksi obat diabetes melitus (DM), serta manajemen terapi dan interaksi obat dislipidemia.
Mata kuliah Fitofarmaka menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah fitofarmaka dan aktivitasnya, serta pengembangan fitofarmaka. Mata kuliah ini juga mencakup perancangan dan evaluasi terhadap sediaan fitofarmaka, serta pengkajian terhadap aktivitas sediaan fitofarmaka secara preklinik dan klinik.
Mata kuliah Farmasi Klinis dan Terapi menyajikan materi yang berisi konsep dasar farmasi klinik, pengertian farmasi, peran ahli farmasi klinis dalam manajemen penyakit (CDTM), terapi sel punca untuk penyakit jantung, apoteker dalam tatalaksana gagal ginjal kronik (GGK), manajemen gagal jantung kongestif (GJK), manajemen terapi penyakit asma, manajemen terapi penyakit asma, manajemen chronic obstructive pulmonary disease (COPD), manajemen diare, manajemen infeksi saluran kemih (ISK), manajemen peptic ulcer, manajemen terapi diabetes melitus (DM), dan manajemen terapi dislipidemia dalam penyakit jantung dan pembuluh darah.
Mata kuliah Bioassay menyajikan materi yang berisi konsep dasar, pengertian, ruang lingkup, prinsip dasar bioassay, teknik serta etika penggunaan hewan coba, uji toksisitas, uji mutagenitas, uji teratologi, uji imunitoksikologi, dan prinsip serta teknik bioassay menggunakan mikroba sebagai uji kuantitatif dan kualitatif.
Mata kuliah Farmakologi Lanjutan menyajikan materi yang berisi kegunaan biofarmasi dalam farmasi, interpretasi profil parameter farmakokinetik, proses biofarmasetika, proses farmakokinetika, serta bioekivalensi dan parameter-parameter yang ada.
Mata kuliah Hubungan Struktur-Aktivitas menyajikan materi yang mencakup definisi, ruang lingkup, serta hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah struktur kimia obat dan aktivitasnya, dan pengembangan obat baru. Materi juga membahas hubungan struktur dengan proses absorpsi, distribusi, dan ekskresi obat, serta proses interaksi obat dengan biopolimer. Selain itu, mata kuliah ini mengkaji hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis, prinsip Ferguson, dan model kerja obat; aspek stereokimia dan aktivitas biologis; hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologis obat; hubungan sifat kimia-fisika dengan aktivitas biologis obat; teori-teori interaksi obat-reseptor serta ikatan kimia yang terlibat; metabolisme, aktivitas biologis, dan rancangan obat; serta modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional.
Mata kuliah Biofarmasi menyajikan materi yang berisi kegunaan biofarmasi dalam farmasi, interpretasi profil parameter farmakokinetik, proses biofarmasetika, proses farmakokinetika, serta bioekivalensi dan parameter-parameter yang ada.
Mata kuliah Biofarmasi Lanjutan dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang biofarmasi dan farmakokinetika lanjutan, serta bagaimana konsep-konsep tersebut diterapkan dalam penelitian dan pengembangan obat. Mahasiswa akan diperkenalkan pada ruang lingkup dan pentingnya biofarmasi serta farmakokinetika dalam penelitian dan pengembangan obat, mekanisme absorpsi dan distribusi obat, metabolisme obat, serta mengevaluasi parameter farmakokinetik seperti klirens dan volume distribusi, farmakokinetika linier dan non-linier, uji klinis bioavailabilitas dan bioekuivalensi. Mahasiswa juga akan mempelajari perubahan fisiologi terhadap farmakokinetika obat, pengaruh kondisi patologis pada parameter farmakokinetik, prinsip farmakokinetika dalam pengambilan keputusan klinis untuk optimasi terapi obat, interaksi obat dari perspektif farmakokinetik, termasuk efek pada metabolisme dan eliminasi obat, serta risiko farmakokinetik dalam konteks penggunaan klinis obat dan menyarankan strategi mitigasi risiko yang sesuai.
Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat merancang dan mengevaluasi bentuk sediaan farmasi dengan sistem penyampaian obat yang lebih cepat dan target obat bekerja lebih spesifik, dengan tetap menjaga stabilitas fisikokimia bahan obat, efikasi obat yang baik, dan efek samping yang lebih minimal.
Mata kuliah Farmasetika Lanjutan berisi pokok-pokok bahasan mengenai suspensi, nano suspensi, dan dry suspension, emulsi, nano emulsi, emulgel, hidrasi dan enhancer, faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi perkutan, metode In Vivo dan In Vitro, transdermal metoprolol, transdermal insulin, transdermal meloxicam, transdermal asam diklofenak, microneedle, emulsi ganda, transdermal cetirizine dan glimepiride. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa Program Studi S2 Farmasi Fakultas Farmasi USU akan dapat mengetahui dan mengembangkan teknologi sediaan farmasi terkini.
Mata kuliah Fitofarmaka menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah fitofarmaka dan aktivitasnya, serta pengembangan fitofarmaka. Mata kuliah ini juga mencakup perancangan dan evaluasi terhadap sediaan fitofarmaka, serta pengkajian terhadap aktivitas sediaan fitofarmaka secara preklinik dan klinik.
Mata kuliah Farmasi FisikLanjutan berisi pokok-pokok bahasan mengenai stabilitas obat, protein binding, surfaktan dan peranan surfaktan dalam suspensi dan emulsi, polimer cerdas (intelligent polymers), nanosuspensi valsastra, nano fluida Al2O3, polimer, dan nano emulsi.
Mata kuliah Bioassay menyajikan materi yang berisi konsep dasar, pengertian, ruang lingkup, prinsip dasar bioassay, teknik serta etika penggunaan hewan coba, uji toksisitas, uji mutagenitas, uji teratologi, uji imunitoksikologi, dan prinsip serta teknik bioassay menggunakan mikroba sebagai uji kuantitatif dan kualitatif.
Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat memahami penggolongan sistem penghantaran obat, sistem penghantaran obat oral, sistem penghantaran obat transdermal, arthritis nanomedicine, tablet disintegrasi cepat termistar HCl, nanosfer indometasin untuk penghantar disolusi dengan penyalut alginat, nanosfer mesopori silika dienkapsulasi alginat sebagai sistem penghantaran obat berkelanjutan untuk obat indometasin yang memiliki kelarutan buruk dalam air, tablet amlodipin disintegrasi oral, formulasi dan evaluasi mikrokapsul SR kitosan-Ca alginat dari obat anti-TBC, serta tablet gastroretentif dan matriks.
Mata kuliah Hubungan Struktur-Aktivitas menyajikan materi yang mencakup definisi, ruang lingkup, serta hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah struktur kimia obat dan aktivitasnya, dan pengembangan obat baru. Materi juga membahas hubungan struktur dengan proses absorpsi, distribusi, dan ekskresi obat, serta proses interaksi obat dengan biopolimer. Selain itu, mata kuliah ini mengkaji hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis, prinsip Ferguson, dan model kerja obat; aspek stereokimia dan aktivitas biologis; hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologis obat; hubungan sifat kimia-fisika dengan aktivitas biologis obat; teori-teori interaksi obat-reseptor serta ikatan kimia yang terlibat; metabolisme, aktivitas biologis, dan rancangan obat; serta modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional.
Mata kuliah Analisis Obat Lanjutan menyajikan materi yang berisi analisis obat menggunakan SPE, analisis obat menggunakan instrumen LC-MS, analisis obat menggunakan instrumen UPLC-MS, analisis obat menggunakan instrumen GC-MS, analisis obat menggunakan instrumen spektrofotometri, analisis obat menggunakan instrumen spektrofotometri, analisis obat menggunakan instrumen HPLC, analisis obat menggunakan instrumen voltametri dengan elektroda cetak layar yang dimodifikasi, analisis obat menggunakan instrumen voltametri dengan elektroda pasta yang dimodifikasi dan PG multivaried karbon nanotube, analisis obat menggunakan instrumen voltametri dengan elektroda mikro ultra yang dimodifikasi dan titrasi tetes merkuri tergantung, analisis obat menggunakan instrumen voltametri dengan elektroda berlian terdope boron, analisis obat menggunakan instrumen spektrofotometri UV metode derivatif, analisis obat menggunakan instrumen spektrofotometri UV metode spektrofotometri perbedaan, dan analisis obat menggunakan instrumen spektrofotometri UV metode panjang gelombang ganda.
Perkuliahan ini mempelajari tentang: pendahuluan, komponen zat gizi dalam makanan, kimiawi zat gizi utama dalam makanan, metabolisme dan fungsi zat gizi utama, pengertian gizi cukup dan gizi optimal, peranan komponen non-gizi terhadap kesehatan, pengertian makanan fungsional dan nutraseutikal, antioksidan dan fitokemikal dalam makanan, peranan komponen fungsional dalam makanan, komponen fungsional dalam pangan nabati dan hewani, radikal bebas, penyakit degeneratif, antioksidan dan penyakit degeneratif, zat-zat bersifat antikanker dalam makanan, diet dan aterosklerosis, pola makan dan proses penuaan, prebiotik dan probiotik dalam makanan, komponen bioaktif dalam jeruk, zat berkhasiat dalam teh, minyak kelapa sebagai makanan fungsional, fitosterol dalam margarin, susunan makanan nasional, penyakit diabetes, faktor risiko diabetes, dan penanggulangan diabetes.
Mata kuliah Elusidasi Struktur Kimia menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, serta hubungan elusidasi struktur kimia dengan bidang ilmu lain. Materi juga mencakup prinsip dan metode elusidasi struktur kimia, prinsip spektrofotometri MS, spektrofotometri ultraviolet, spektrofotometri inframerah, dan NMR dalam elusidasi struktur kimia. Selain itu, mata kuliah ini membahas konsep dasar dan metode analisis struktur, serta menganalisis data spektroskopi UV, spektroskopi MS, spektroskopi inframerah, spektroskopi 1H NMR, dan spektroskopi 13C NMR. Terakhir, mata kuliah ini juga mencakup metode analisis struktur menggunakan data spektroskopi UV, MS, IR, dan NMR.
Mata kuliah Kimia Organik Obat Lanjutan menyajikan materi yang berisi dasar-dasar kimia organik obat serta hubungan stereokimia, kiral, enantiomer, hubungan sifat molekul obat yang utama dengan proses biologi, aspek ikatan kimia, campuran rasemis, senyawa meso, aspek stereokimia obat versus aspek ikatan kimia obat, senyawa meso, campuran rasemis, mekanisme reaksi kimia, interaksi kimia antara D dan enzim (R), aspek ikatan kimia, tata nama dan penggolongan senyawa organik, teori-teori konsep dasar kimia organik, pembentukan dan klasifikasi ikatan kimia.
Mata kuliah Fitofarmaka menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah fitofarmaka dan aktivitasnya, serta pengembangan fitofarmaka. Mata kuliah ini juga mencakup perancangan dan evaluasi terhadap sediaan fitofarmaka, serta pengkajian terhadap aktivitas sediaan fitofarmaka secara preklinik dan klinik.
Mata kuliah Instrumentasi Analisis Obat menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, hubungan dengan bidang ilmu lain, serta membahas instrumen-instrumen yang berguna di bidang farmasi. Instrumen-instrumen tersebut digunakan untuk membantu dalam melakukan analisis terhadap obat, meliputi kadar obat, aktivitas obat, dan mutu dari suatu obat yang dihasilkan.
Mata kuliah Bioassay menyajikan materi yang berisi konsep dasar, pengertian, ruang lingkup, prinsip dasar bioassay, teknik serta etika penggunaan hewan coba, uji toksisitas, uji mutagenitas, uji teratologi, uji imunitoksikologi, dan prinsip serta teknik bioassay menggunakan mikroba sebagai uji kuantitatif dan kualitatif.
Mata kuliah Teknologi Kimia Makanan menyajikan materi yang berisi tentang makanan fermentasi, pengaruh pengolahan makanan terhadap kandungan nutrisi, pengaruh pengolahan terhadap sifat kimia dan sensori, kimiawi air dan fungsinya sebagai zat gizi, kimiawi karbohidrat, sifat dan klasifikasi karbohidrat, lipida pangan, kimiawi lemak, asam lemak, faktor yang mempengaruhi sifat kimia, fisika, dan biokimia lemak, asam amino, peptida, dan protein, sifat fisika kimiawi protein, nilai gizi dan mutu protein pangan, vitamin dan mineral, pengolahan pangan, pengawetan pangan, dehidrasi pangan, pengalengan, fermentasi, toksikologi dan keamanan pangan, bahan tambahan pangan, pengaruh pengolahan terhadap sifat-sifat fisika kimia, pengaruh pengolahan terhadap sifat-sifat sensori makanan, pengaruh pengolahan terhadap kandungan nutrisi makanan, makanan fermentasi, serta teknologi kimia makanan pada ikan dan produk-produknya.
Mata kuliah Hubungan Struktur–Aktivitas menyajikan materi yang berisi definisi, ruang lingkup, hubungan dengan bidang ilmu lain, sejarah struktur kimia obat dan aktivitasnya, pengembangan obat baru; hubungan struktur dengan proses absorpsi, distribusi, dan ekskresi obat; proses interaksi obat–biopolimer, hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis, prinsip Ferguson dan model kerja obat; aspek stereokimia dan aktivitas biologis; hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas biologis obat; hubungan sifat kimia fisika dengan aktivitas biologis obat; teori-teori interaksi obat–reseptor serta ikatan kimia yang terlibat; metabolisme, aktivitas biologis, dan rancangan obat; serta modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional.
Mata kuliah Stereo Kimia Obat menyajikan materi yang berisi konsep dasar stereokimia obat serta aplikasinya dalam bidang farmasi. Mata kuliah ini menjelaskan hubungan antara stereokimia senyawa dengan aktivitas farmakologi obat, mengevaluasi hubungan tersebut, menganalisis metode penentuan konfigurasi R dan S pada senyawa kiral, mengevaluasi metode penentuan konfigurasi R dan S pada senyawa kiral, peran ikatan kimia dalam penentuan interaksi obat–reseptor, serta menginterpretasikan faktor stereokimia terhadap metabolisme dan farmakokinetika obat. Mata kuliah ini juga membahas prinsip stereo kimia dalam desain obat yang lebih efektif dan aman berbasis Computer-Aided Drug Design (CADD).
Mata kuliah Fitokimia Lanjutan berisi pokok-pokok bahasan mengenai definisi dan ruang lingkup fitokimia, metabolit primer dan sekunder, teknik isolasi, identifikasi, teknik analisis metabolomik, biosintesis, evaluasi farmakologis, aplikasi klinis dan terapi, serta keamanan dan toksikologi.
Mata kuliah Sintesis Obat menyajikan materi yang berisi prinsip-prinsip dasar dan lanjutan dalam sintesis obat, metode sintesis, serta aplikasinya dalam berbagai bidang. Prosedur sintesis berbagai golongan obat dibahas, termasuk antibiotik, vitamin, sulfonamida, barbiturat, antipiretik, dan obat antidiabetes. Selain itu, mata kuliah ini juga mengeksplorasi metode sintesis hijau, bioteknologi, serta peran kimia komputasi dalam desain dan optimasi sintesis farmasi.
Mata kuliah ini menjelaskan konsep dasar komponen-komponen bioaktif dari sumber nutrisi yang memberikan manfaat dalam peningkatan kesehatan, pencegahan, dan terapi penyakit menggunakan makanan fungsional dan nutrasetika.
Mata kuliah Seminar Rencana Kegiatan Tugas Akhir membahas tentang usulan proposal penelitian, penyampaian, pembahasan proposal penelitian, dan penilaian proposal penelitian oleh komisi pembimbing dan penguji.
Mata kuliah Kimia Bahan Alam Farmasi Lanjutan mempelajari senyawa bahan alam pilihan, penerapan bioassay-guided sebagai antibakteri, antijamur, antikanker, dan antimalaria pada isolasi bahan alam, serta analisis metabolomik senyawa bahan alam.
Mata kuliah Isolasi Bahan Alam berisi pokok-pokok bahasan mengenai dasar-dasar isolasi bahan alam yang mencakup ekstraksi, fraksinasi, pemisahan senyawa kimia, pemurnian, serta identifikasi senyawa isolat. Bahan kajian mata kuliah ini sangat relevan untuk melaksanakan riset di bidang farmasi, khususnya dalam topik pencarian senyawa baru dari bahan alam.
Mata kuliah Kemotaksonomi menjelaskan hubungan taksa dengan aktivitas suatu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat.
Mata kuliah ini menjelaskan konsep dasar komponen-komponen bioaktif dari sumber nutrisi yang memberikan manfaat dalam peningkatan kesehatan, pencegahan, dan terapi penyakit menggunakan makanan fungsional dan nutrasetika.
Mata kuliah Teknologi Produksi Herbal membahas prinsip, teknik, dan inovasi dalam pengembangan dan produksi produk herbal. Mahasiswa akan mempelajari mulai dari pengelolaan bahan baku herbal, teknologi ekstraksi, formulasi, standardisasi, hingga produksi skala industri sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP). Selain itu, mata kuliah ini juga mengupas regulasi nasional dan internasional terkait registrasi produk herbal serta tren inovasi teknologi, seperti nanoherbal dan teknologi hijau. Mahasiswa akan dilatih untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam produksi herbal berbasis evidence-based medicine serta mengembangkan kemampuan praktik melalui simulasi formulasi dan evaluasi produk herbal di laboratorium.
Mata kuliah Seminar Rencana Kegiatan Tugas Akhir membahas tentang usulan proposal penelitian, penyampaian, pembahasan proposal penelitian, dan penilaian proposal penelitian oleh komisi pembimbing dan penguji.
Mata kuliah Kosmeseutika Lanjutan membahas proses pembuatan kosmetik yang melibatkan beberapa langkah, mulai dari penyediaan bahan baku (termasuk bahan herbal), perancangan formula yang sesuai, pembuatan bentuk sediaan, evaluasi sediaan, serta pemilihan wadah dan suhu penyimpanan yang tepat.
Mata kuliah Sistem Penghantaran Obat Bertarget membahas prinsip dasar penghantaran obat yang spesifik ke target tertentu dalam tubuh, teknologi formulasi sistem penghantaran bertarget, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas dan stabilitas sistem tersebut. Selain itu, mata kuliah ini juga mencakup metode evaluasi efektivitas penghantaran obat bertarget serta strategi inovatif dalam pengembangan sistem penghantaran modern. Mata kuliah ini relevan untuk riset dan pengembangan formulasi farmasi dalam meningkatkan efikasi dan keamanan terapi obat.
Mata kuliah Eksipien Farmasi dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai eksipien farmasi, mencakup peran, klasifikasi, kompatibilitas dengan zat aktif, dan inovasi dalam formulasi farmasi. Mahasiswa akan menganalisis studi ilmiah, melakukan evaluasi kritis terhadap peran eksipien dalam berbagai sediaan farmasi, sediaan farmasi inovatif, serta mengembangkan strategi inovatif dalam pemilihan eksipien berbasis data ilmiah.
Mata kuliah Stabilitas Obat berisi pokok-pokok bahasan mengenai dasar-dasar stabilitas obat, faktor-faktor yang memengaruhi degradasi obat, metode evaluasi stabilitas, serta strategi untuk meningkatkan stabilitas formulasi farmasi. Mata kuliah ini relevan untuk riset dalam bidang farmasi, khususnya dalam pengembangan produk obat yang stabil dan berkualitas.
Mata kuliah Compounding Farmasi berisi konsep teoretis, praktik, dan perancangan penelitian terkait pharmaceutical compounding untuk pasien pediatrik, geriatri, compounding kosmetik, compounding untuk pasien individu, dan lain-lain.
Mata kuliah Seminar Rencana Kegiatan Tugas Akhir membahas tentang usulan proposal penelitian, penyampaian, pembahasan proposal penelitian, dan penilaian proposal penelitian oleh komisi pembimbing dan penguji.
Mata kuliah Farmakoterapi Penyakit Infeksi, Imun, dan Kanker berisi pokok-pokok bahasan mengenai farmakoterapi pada penyakit infeksi bakteri (tuberkulosis, demam tifoid, dan infeksi saluran kemih), virus (dengue dan hepatitis), jamur (kandidiasis), dan parasit (malaria), serta penyakit imunodefisiensi, autoimun, hipersensitivitas, kanker, dan manajemen efek samping terapi kanker.
Mata kuliah Farmakoterapi Pernapasan dan Pencernaan berisi pokok-pokok bahasan mengenai manajemen terapi pengobatan pada penyakit pernapasan dan pencernaan, seperti asma, tuberkulosis paru, pneumonia, fibrosis kistik, infeksi saluran pernapasan atas, penyakit paru akibat obat, penyakit radang usus, sirosis, PUD (penyakit ulkus peptikum), pankreatitis, hepatitis virus, penyakit hati akibat obat, dan masalah terkait obat pada pasien dengan penyakit saluran pernapasan dan pencernaan.
Mata kuliah Farmakoterapi Penyakit Gangguan Kardiovaskular, Endokrin, dan Ginjal berisi pokok-pokok bahasan mengenai farmakoterapi pada penyakit hipertensi, sindrom penyakit jantung koroner, penyakit jantung iskemia, aritmia, gagal jantung, tromboemboli vena, hiperlipidemia, diabetes melitus, gangguan tiroid, gagal ginjal akut dan kronis. Bahan kajian mata kuliah ini sangat relevan untuk melaksanakan riset di bidang farmasi dan aplikasi ilmu sistem kardiovaskular, endokrin, dan ginjal.
Mata kuliah Penilaian Teknologi Kesehatan berisi pokok-pokok bahasan mengenai definisi dan sejarah penilaian teknologi kesehatan, klasifikasi dan cakupan penilaian teknologi kesehatan (PTK), jenis-jenis metode dalam PTK, cara memilih dan menyusun PTK, pedoman PTK di Indonesia, serta aplikasi penggunaan PTK dalam berbagai bidang.
Mata kuliah Farmakoekonomi Lanjut membahas tentang konsep, jenis, dan tahapan analisis farmakoekonomi; jenis biaya dan luaran; Cost-Effectiveness Analysis (CEA), Budget Impact Analysis (BIA), studi kasus CEA dan BIA; Cost-Utility Analysis (CUA), studi kasus CUA; konsep, lingkup, perhitungan, dan aplikasi Cost-Benefit Analysis (CBA); serta konsep, pelaksanaan, dan interpretasi Sensitivity Analysis (SA).
Mata kuliah Seminar Rencana Kegiatan Tugas Akhir membahas tentang usulan proposal penelitian, penyampaian, pembahasan proposal penelitian, dan penilaian proposal penelitian oleh komisi pembimbing dan penguji.
Mata kuliah Seminar Usulan Penelitian (Kolokium) membahas tentang usulan proposal penelitian, penyampaian dan pembahasan proposal penelitian, serta penilaian proposal penelitian oleh komisi pembimbing dan penguji.
Mata kuliah ini membimbing mahasiswa dalam penyusunan, pelaksanaan, dan penyelesaian tugas akhir yang berbasis penelitian ilmiah. Mahasiswa diharapkan mampu merancang, melaksanakan, serta menyusun laporan penelitian sesuai dengan standar akademik dan etika penelitian.
Mata kuliah ini mendiskusikan dan memfasilitasi presentasi hasil penelitian tahap pertama pada konferensi atau seminar internasional.
Mata kuliah ini membahas prinsip, teknik, dan strategi dalam publikasi ilmiah, termasuk penyusunan manuskrip, pemilihan jurnal, proses peer-review, serta etika dalam publikasi. Mahasiswa akan dibimbing untuk menyiapkan dan mengirimkan artikel ilmiah ke jurnal nasional atau internasional yang bereputasi.
Mata kuliah Seminar Hasil Penelitian membahas tentang laporan hasil penelitian yang telah disetujui oleh komisi pembimbing, penyampaian/presentasi hasil penelitian di hadapan komisi penguji dan komisi pembimbing, tanya jawab dan/atau pembahasan hasil penelitian oleh komisi pembimbing dan penguji, serta penilaian oleh komisi pembimbing dan penguji.
Mata kuliah Ujian Tesis membahas penyampaian tesis di hadapan komisi pembimbing dan penguji secara tertutup, sesi tanya jawab/diskusi/pembahasan tesis oleh komisi pembimbing dan penguji, penilaian oleh komisi pembimbing dan penguji, serta penentuan kelulusan oleh komisi pembimbing dan penguji.
Mata kuliah Seminar Hasil Penelitian membahas laporan hasil penelitian yang telah disetujui oleh komisi pembimbing, penyampaian/presentasi hasil penelitian di hadapan komisi penguji dan komisi pembimbing, tanya jawab dan/atau pembahasan hasil penelitian oleh komisi pembimbing dan penguji, serta penilaian oleh komisi pembimbing dan penguji.
Mata kuliah Ujian Tesis membahas penyampaian tesis di hadapan komisi pembimbing dan penguji secara tertutup, sesi tanya jawab/diskusi/pembahasan tesis oleh komisi pembimbing dan penguji, penilaian oleh komisi pembimbing dan penguji, serta penentuan kelulusan oleh komisi pembimbing dan penguji.
Jadwal Kuliah
Biaya Studi
Capaian Pembelajaran
Lulusan Program Magister Ilmu Farmasi diharapkan memiliki kemampuan unggul dalam melaksanakan penelitian, memanfaatkan hasilnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, dan menghasilkan karya inovatif dalam bidang Sains Farmasi dan Farmasi Klinis. Mereka juga diharapkan mampu mengelola, memimpin, dan menyampaikan informasi hasil penelitian secara efektif. Kemampuan ini didukung oleh pemahaman yang kuat tentang metodologi penelitian, teknologi terkini, dan masalah kesehatan masyarakat.
| Capaian Pembelajaran | |
| 1 | Mampu melaksanakan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dengan menguasai metodologi penelitian dan teknik analisis dalam pengembangan ilmu pengetahuan |
| 2 | Mampu memanfaatkan hasil penelitian bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat |
| 3 | Mampu menghasilkan karya penelitian inovatif dan teruji, berdasarkan kaidah ilmiah yang mendorong pengembangan ilmu di bidang Sains Farmasi dan Teknologi |
| 4 | Menguasai masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat dan dampak perkembangan teknologi serta penguasaan teknologi terkini di bidang Sains Farmasi dan Teknologi |
| 5 | Mampu mengaplikasikan karya penelitian inovatif berdasarkan kaidah ilmiah yang mendorong pengembangan ilmu di bidang Farmasi Klinis |
| 6 | Menguasai masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat dan dampak perkembangan teknologi serta penguasaan teknologi terkini di bidang Farmasi Klinis |
| 7 | Menguasai kondisi kesehatan masyarakat dan strategi penerapan hasil penelitian |
| 8 | Menguasai sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat |
| 9 | Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan penelitian yang terkait dengan bidang Sains Farmasi dan Teknologi |
| 10 | Menguasai rancangan dan metode penelitian bidang Sains Farmasi dan Teknologi |
| 11 | Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan penelitian yang terkait dengan bidang Farmasi Klinis |
| 12 | Menguasai rancangan dan metode penelitian bidang Farmasi klinis |
| 13 | Mampu menyampaikan informasi berbagai hasil penelitian |
| 14 | Menguasai rancangan dan metode penelitian bidang Farmasi klinis |
| 15 | Mampu menelaah, membahas, memberi masukan, dan pandangan terhadap berbagai hasil penelitian yang relevan dengan kompotensinya |
| 16 | Menguasai secara komprehensif substansi dan permasalahan penelitian dan berbagai teori dan bukti empiris yang relevan dengan penelitian tersebut. |