> Berita > Dosen Farmasi USU Olah Limbah Kulit Jeruk jadi Bahan Baku Body Scrub dan Eco-enzyme
Dosen Farmasi USU Olah Limbah Kulit Jeruk jadi Bahan Baku Body Scrub dan Eco-enzyme
Dipublikasi Pada
24 Oktober 2022
Dipublikasi Oleh
Threesna Sharfina
Thumbnail Dosen Farmasi USU Olah Limbah Kulit Jeruk jadi Bahan Baku Body Scrub dan Eco-enzyme
Pelaksanaan kegiatan Dosen Farmasi USU mengajarkan cara mengolah limbah kulit jeruk jadi bahan baku Body Scrub dan Eco-enzyme
HUMAS FARMASI USU – Dosen Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) mengolah limbah kulit jeruk menjadi bahan baku body scrub pencerah kulit dan eco-enzyme. Inovasi ini diterapkan bersama Kelompok Wanita Tani Tangguh Desa Karang Gading, Secanggang, Langkat, sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dwi Lestari P., S.Si., M.Si., Apt didampingi anggota tim Prof. Dr. Julia Reveny, M.Si., Apt. (dosen Farmasi), Dr. Rony Abdi Syahputra, S.Farm., M.Farm. (dosen Farmasi), dan Rahmi Utami, S.T., M.T (dosen Teknik Lingkungan) terlaksana pada Jumat, (21/10).
Ketua tim menjelaskan, kulit buah jeruk mengandung minyak atsiri sebagai antiseptik, adstringen, hemostatik, restoratif, dan tonikum; serta mengandung flavonoid sebagai antibakteri, yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kulit jeruk yang dikeringkan dan dihaluskan berfungsi sebagai skin exfoliating, pengelupasan kulit mati sehingga memberikan efek bersih dan mencerahkan warna kulit. Hal itu yang mendasari pengolahan kulit jeruk menjadi bahan baku kosmetika body scrub dengan tujuan perawatan.
Dwi juga mengungkapkan, limbah jeruk segar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat eco-enzyme yang merupakan hasil fermentasi limbah sampah organik, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah organik. Eco-enzyme dihasilkan melalui fermentasi campuran gula merah, air, limbah buah-buahan termasuk kulit jeruk yang masih segar.
Proses fermentasi memakan waktu selama kurang lebih 3 bulan, dengan hasil eco-enzyme cair berwarna coklat gelap dan residu limbah jeruk. Residu dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sedangkan eco-enzyme cair, hasil fermentasi limbah buah-buahan, dimanfaatkan sebagai pembersih lantai, cairan disinfektan, dan insektisida.
Kelompok Wanita Tani Tangguh Desa Karang Gading, Secanggang, Langkat diarahkan mengolah limbah kulit jeruk dan dipadukan dengan rimpang kunyit menjadi bahan baku produk kosmetika body scrub pencerah kulit. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan produksi eco-enzyme dari sampah jeruk yang berlimpah. Harapannya tentu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Wanita Tani Tangguh Desa Karang Gading, Secanggang, Langkat, serta masyarakat setempat dalam mengolah limbah kulit jeruk dan dapat mengembangkan produknya dengan lebih baik.
Ketua Kelompok ini mengapresiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, “Kami berterima kasih atas kehadiran bapak ibu dosen dan adik-adik mahasiswa, sehingga anggota kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan buah-buah yang masih baik namun tidak laku dijual karena ulat buah. Kami berharap pengabdian kepada masyarakat ini dapat berlanjut di masa akan datang,” ujarnya.
Disampaikan oleh ketua tim bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada 3 September 2022 lalu dan tetap dilanjutkan dengan kegiatan monitoring sepanjang bulan Oktober dan November mendatang.