HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kali ini di Kabupaten Tanah Karo, dengan mengangkat tema “Edukasi Diabetes Melitus, Food Sequencing sebagai Terapi Non-Farmakologi, dan Pemanfaatan Kulit Markisa sebagai Snack Kesehatan untuk Pasien Diabetes.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 September 2025 sebagai bentuk komitmen Fakultas Farmasi USU dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat, dengan sasaran utama pasien diabetes melitus dan masyarakat sekitar yang rentan terhadap penyakit metabolik.
.webp)
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah Sumatera Utara. Pola makan yang kurang sehat, gaya hidup yang tidak teratur, serta rendahnya kesadaran masyarakat menjadi faktor yang memicu peningkatan kasus. Oleh karena itu, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi komprehensif tentang cara pengendalian diabetes melitus, baik melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis.

Selain itu, tim pengabdian juga memperkenalkan konsep food sequencing atau pengaturan urutan konsumsi makanan sebagai salah satu terapi non-farmakologi yang terbukti membantu menurunkan kadar gula darah. Tidak hanya teori, peserta juga dibekali dengan praktik inovasi pangan, yaitu pemanfaatan limbah kulit markisa menjadi snack sehat yang dapat dikonsumsi pasien diabetes.
.webp)
Acara berlangsung pada tanggal 30 September 2025 di Kabupaten Tanah Karo dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, masyarakat, serta pasien diabetes. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dan pembacaan doa untuk kelancaran acara.
.webp)
Selanjutnya, ketua pelaksana menyampaikan kata sambutan yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam pengendalian penyakit tidak menular. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan Kepala Desa yang menyambut baik inisiatif ini, karena selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat. Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama antara tim pengabdian dan peserta.

Memasuki inti acara, tim pengabdian menyampaikan materi edukasi seputar diabetes melitus, konsep food sequencing, serta pentingnya pengelolaan pola makan. Peserta diberikan kesempatan dalam sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada tiga peserta terbaik yang aktif dalam diskusi.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan produk snack sehat dari kulit markisa, dipandu oleh tim dosen dan mahasiswa. Kulit markisa yang biasanya menjadi limbah diolah menjadi camilan bernutrisi tinggi, kaya serat, dan ramah bagi pasien diabetes. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan closing statement oleh MC.
.webp)
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi USU berharap masyarakat dapat memahami bahwa pengendalian diabetes tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga memerlukan perubahan gaya hidup, pola makan sehat, serta pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kesehatan. Edukasi mengenai food sequencing dan inovasi pangan sehat dari kulit markisa diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pola hidup berkelanjutan.
.webp)
Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs):
SDG 3 (Good Health and Well-being): Menurunkan risiko penyakit tidak menular dengan memberikan edukasi kesehatan dan alternatif terapi non-farmakologi.
SDG 4 (Quality Education): Menyediakan pendidikan berbasis praktik nyata yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.
SDG 12 (Responsible Consumption and Production): Mengurangi limbah organik dengan memanfaatkan kulit markisa menjadi produk bernilai tambah.
SDG 17 (Partnerships for the Goals): Melibatkan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
.webp)
Dengan terlaksananya pengabdian masyarakat ini, Fakultas Farmasi USU menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan inovasi. Harapannya, masyarakat Tanah Karo dapat terus mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.