Fakultas Farmasi USU Gelar Webinar Nasional Bahas HTA dan Farmakoekonomi
BeritaDosen Farmasi USU Raih Best Poster Presenter di ICCBS 2026 Osaka
BeritaMahasiswa Farmasi USU Raih Kelulusan 100% pada UKOMNAS PDPA 2026
13 November 2025
Sunaryo S.Kom
HUMAS FARMASI USU — Semangat berinovasi kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melalui torehan prestasi gemilang di ajang Indonesian Students Researcher Festival (ISRF) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dalam kompetisi karya tulis ilmiah tingkat nasional ini, tim mahasiswa Farmasi USU berhasil meraih Juara 3 berkat gagasan inovatif mereka dalam mengembangkan teknologi terapi berbasis herbal untuk kesehatan mental.
Mengusung tema besar “Resilience for Humanity: Inovasi dan Kolaborasi Global Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan,” ajang ISRF 2025 mempertemukan ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang berkomitmen mewujudkan solusi nyata bagi masyarakat. Di tengah persaingan ketat tersebut, tim dari Fakultas Farmasi USU yang beranggotakan Ronny, Arfian Adri Hartopo, dan Tiyen Indah Harati Waruwu sukses menarik perhatian dewan juri dengan karya berjudul “Tranquilux Patch: Inovasi Terapi Berbasis Plester Nanoherbal dan Sensor EMG Real-Time untuk Mengelola Kecemasan dan Mencegah Gangguan Psikosomatis.”
Karya ini berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus kecemasan dan gangguan psikosomatis di tengah masyarakat modern yang serba cepat. Dengan latar belakang ilmu farmasi dan semangat kolaborasi lintas bidang, tim Farmasi USU menciptakan Tranquilux Patch, sebuah plester cerdas yang menggabungkan teknologi nanoherbal dengan sensor elektromiografi (EMG) real-time. Sensor ini mampu mendeteksi tingkat ketegangan otot sebagai indikator kecemasan, lalu secara otomatis mengaktifkan pelepasan senyawa herbal menenangkan dalam dosis mikro melalui sistem nano.
Inovasi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan mahasiswa Farmasi USU dalam menggabungkan sains, teknologi, dan kesehatan, tetapi juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 9 (Inovasi, Industri, dan Infrastruktur). Melalui riset ini, mahasiswa berupaya mendukung peningkatan kesejahteraan mental masyarakat sekaligus memperkenalkan model terapi yang ramah lingkungan dan efisien secara teknologi.
“Penelitian ini kami kembangkan sebagai langkah awal menuju terapi kesehatan mental yang lebih mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan pengguna. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi farmasi tidak hanya berfokus pada obat, tetapi juga pada teknologi yang meningkatkan kualitas hidup,” ungkap Ronny, ketua tim, saat diwawancarai seusai pengumuman pemenang.
Sementara itu, Fakultas Farmasi USU turut menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa tersebut. Dalam keterangannya, pihak fakultas menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Farmasi USU dalam membangun masa depan ilmu farmasi yang humanis dan adaptif terhadap tantangan global. “Kami bangga dengan semangat mahasiswa yang mampu menggabungkan inovasi ilmiah dengan nilai kemanusiaan. Karya seperti Tranquilux Patch merupakan wujud nyata penerapan SDGs di lingkungan akademik,” ujar perwakilan fakultas.
Selain mendukung SDG 3 dan SDG 9, karya ini juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), karena dikembangkan melalui kolaborasi aktif antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan berbagai pihak yang berkomitmen pada penelitian interdisipliner. Pendekatan tersebut membuktikan bahwa inovasi terbaik lahir dari kerja sama dan kepedulian terhadap dampak sosial yang lebih luas.
Melalui prestasi ini, mahasiswa Farmasi USU tidak hanya mengharumkan nama universitas di tingkat nasional, tetapi juga memperlihatkan bahwa generasi muda farmasi mampu menjadi agen perubahan dalam bidang kesehatan mental dan teknologi terapeutik.
Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, meneliti, dan menghadirkan solusi ilmiah yang berkelanjutan bagi masyarakat. Fakultas Farmasi USU akan terus mendorong tumbuhnya budaya riset, inovasi, dan kolaborasi agar kampus ini tetap menjadi pelopor dalam mencetak ilmuwan dan inovator yang berdaya saing global.
Selamat kepada Ronny, Arfian Adri Hartopo, dan Tiyen Indah Harati Waruwu atas prestasi luar biasa ini! Semoga semangat berinovasi dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan terus menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.