HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara telah melaksanakan Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Doktor Ilmu Farmasi pada Selasa, 7 Januari 2025, pukul 16.00 WIB hingga selesai, di Ruang IMT-GT Lantai 2, Gedung BPA USU.

Promovenda pada sidang terbuka ini adalah Embun Suci Nasution, dengan disertasi berjudul "Pengaruh Intervensi Digital Pengingat Minum Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat dan Outcome Klinis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2", serta artikel ilmiah berjudul "Association Between Characteristics of Type 2 Diabetes Mellitus Patients and Medication Adherence" dan "Medication Reminder Application App to Enhance Medication Adherence of Type 2 Diabetes Mellitus Patients".

Pimpinan sidang adalah Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dengan Komisi Pembimbing terdiri dari:

  • Promotor: Prof. Dr. Urip Harahap, Apt.

  • Co-Promotor: Assoc. Prof. Dr. Baharudin Ibrahim, B.Pharm. (Hons). M.Pharm. Clinical Pharmacy, Ph.D.

  • Co-Promotor: Khairunnisa, M.Pharm., Ph.D., Apt.

Penguji luar komisi meliputi:

  • Prof. Dr. Wiryanto, M.S., Apt.

  • Dr. Aminah Dalimunthe, M.Si., Apt.

  • Prof. Dr. Hasniza Zaman Huri

  • Prof. Dr. Suharjo, M.S., Apt.

Uraian Singkat Disertasi Promovenda:
Banyak penelitian menunjukkan rendahnya kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga diperlukan intervensi untuk meningkatkannya. Salah satu intervensi tersebut adalah aplikasi pengingat minum obat. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas intervensi digital pengingat minum obat terhadap kepatuhan minum obat dan outcome klinis pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Penelitian menggunakan metode mix method design pada tahap I dan II yang dilaksanakan pada Agustus 2021 hingga Juni 2022 di fasilitas kesehatan Kota Medan, dilanjutkan dengan penelitian kualitatif. Penelitian tahap III menggunakan quasi-experimental study dengan one-group pre-test dan post-test design, yang dilakukan pada Februari hingga Mei 2024 di rumah sakit dan puskesmas Kota Medan. Subjek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan yang diberikan aplikasi pengingat minum obat bernama DiaCare pada smartphone mereka.

Responden diberikan kuesioner DKQ-24 untuk mengukur pengetahuan, MARS-5 untuk mengukur kepatuhan, dan DQoL untuk mengukur kualitas hidup. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  1. Tidak ada hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan dan kepatuhan.

  2. Faktor utama ketidakpatuhan meliputi efek samping obat, lupa, malas, bosan, kehabisan obat, merasa sehat, dan faktor ekonomi.

  3. Aplikasi DiaCare efektif meningkatkan kepatuhan sebanyak 30%, menurunkan kadar glukosa darah puasa sebesar 23,3%, dan meningkatkan kualitas hidup sebesar 23,3%.

Aplikasi pengingat obat DiaCare terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan outcome klinis pasien diabetes melitus tipe 2.

SELAMAT & SUKSES kepada Dr. Embun Suci Nasution, M.Farm., Klin., Apt. atas diraihnya gelar Doktor.