home icon
search icon
menu icon

Menjadi Apoteker, Membangun Kesehatan Masa Depan

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang berbagai opsi Peminatan Program Studi, mengeksplorasi Kurikulum yang tersedia, memahami Peraturan Akademik yang berlaku, mempelajari Prosedur Skripsi, menyesuaikan Jadwal Kuliah dengan kebutuhan Anda, dan memperhitungkan Biaya Studi yang dibutuhkan, memahami Standar Pencapaian yang Diharapkan, Mengevaluasi Capaian Pembelajar. Semua informasi yang Anda butuhkan untuk memulai perjalanan akademik Anda ada di sini.

ornament

Peminatan

Berikut adalah daftar peminatan yang terdapat pada Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker

Manajer

Manajer

Pada profesi apoteker sebagai manajer, mahasiswa akan mendalami teori dan praktik manajemen yang krusial dalam mengelola apotek atau unit pelayanan farmasi. Teori manajemen persediaan barang menjadi fundamental, memastikan ketersediaan obat yang tepat dan optimal. Pengelolaan distribusi obat yang efisien juga menjadi perhatian, termasuk strategi distribusi yang memastikan obat tersampaikan dengan baik kepada pasien. Aspek keuangan juga ditekankan, memungkinkan mahasiswa untuk memahami dan mengelola anggaran serta keuangan unit farmasi dengan baik. Konsep Pareto diterapkan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sumber daya dan pelayanan farmasi. Memahami peraturan perundang-undangan tentang obat, kode etik, dan standar praktek apoteker Indonesia adalah imperatif dalam menjalankan tugas secara etis dan legal. Dalam konteks manajemen farmasi industri, mahasiswa akan memahami strategi manajemen yang digunakan dalam industri farmasi, termasuk compounding dan dispensing obat. Hal ini mencakup pengelolaan produksi obat, kualitas, dan keamanan dalam proses pembuatan obat. Manajemen farmasi rumah sakit dan komunitas menjadi fokus penting, mempersiapkan mahasiswa untuk memimpin dan mengelola sistem pengadaan dan distribusi obat di rumah sakit dan komunitas.
Konsultan

Konsultan

Pada profesi apoteker sebagai konsultan, mahasiswa akan mendalami aspek-aspek kunci yang relevan untuk memberikan konsultasi obat dan terapi yang tepat kepada pasien. Mereka akan mempelajari teori manajemen terapi obat, memastikan pemahaman yang mendalam tentang penggunaan obat dan rekomendasi terapi yang optimal. Hal ini meliputi penanganan obat-obatan dan terapi pada tingkat individual, mempertimbangkan kebutuhan khusus dan karakteristik pasien. Pemahaman tentang obat tradisional juga menjadi fokus, memungkinkan apoteker untuk memberikan rekomendasi yang holistik dan mempertimbangkan penggunaan obat tradisional dalam pengelolaan kesehatan. Psikologi komunikasi menjadi elemen penting, membantu apoteker berinteraksi dengan pasien dengan empati, menggali informasi penting, dan memberikan penjelasan yang dapat dipahami dengan baik tentang obat dan terapi yang direkomendasikan. Teori Interprofesional Collaboration (IPC) diajarkan untuk meningkatkan kerjasama lintas profesi dalam tim kesehatan, memastikan peran apoteker berintegrasi secara efektif dalam tim perawatan kesehatan. Etika dan disiplin farmasi ditekankan untuk memastikan bahwa praktek konsultasi obat dilakukan dengan integritas dan standar etika tinggi, memprioritaskan keamanan dan kesejahteraan pasien. Integrasi pengetahuan dan pemahaman dari berbagai area ini memungkinkan apoteker sebagai konsultan untuk memberikan rekomendasi obat yang tepat, memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik sesuai dengan kebutuhan individu mereka.
Peneliti

Peneliti

Mahasiswa akan mengembangkan kemampuan riset di bidang farmasi dengan landasan etika dan disiplin apoteker yang kuat. Mereka akan mempelajari kode etik dan prinsip-prinsip yang mengarahkan perilaku profesional apoteker, memastikan bahwa penelitian yang mereka lakukan dilakukan dengan integritas dan pertimbangan etika yang tinggi. Manajemen farmasi industri, manajemen farmasi rumah sakit, dan manajemen farmasi komunitas adalah bidang yang akan mereka kuasai untuk memahami peran apoteker dalam konteks yang berbeda, memungkinkan mereka mengeksplorasi inovasi dan meningkatkan pengelolaan farmasi di berbagai setting. Pemahaman mendalam tentang pelayanan kefarmasian memberikan wawasan tentang penyediaan layanan farmasi yang bermanfaat dan tepat guna kepada pasien. Selain itu, metodologi dasar penelitian bidang kefarmasian membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi penelitian di bidang farmasi. Integrasi pengetahuan dan pemahaman dari berbagai area ini memungkinkan apoteker sebagai peneliti untuk menyusun dan melaksanakan penelitian dengan baik, memajukan ilmu farmasi, dan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan obat dan pemahaman tentang penggunaannya.
Caregiver

Caregiver

Apoteker akan memfokuskan penelitiannya pada pelayanan kesehatan dan peran mereka dalam membimbing dan merawat pasien secara holistik. Mereka akan mempelajari teori interaksi obat, yang sangat penting untuk memahami bagaimana berbagai obat dapat berinteraksi satu sama lain dalam tubuh pasien, sehingga dapat memberikan saran terbaik dalam penggunaannya. Pemahaman mendalam tentang peraturan pelayanan kefarmasian akan memastikan bahwa apoteker mematuhi standar dan aturan yang berlaku dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Psikologi komunikasi akan membantu apoteker berinteraksi dengan pasien secara lebih efektif, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan dukungan yang sesuai. Farmakoterapi terapan memungkinkan apoteker memahami secara mendalam penggunaan obat dalam pengobatan penyakit tertentu. Studi tentang medication error sangat penting untuk mencegah dan mengelola kesalahan yang mungkin terjadi dalam pemberian obat kepada pasien. Pengetahuan tentang nutrasetika dan herbal medicine akan memperluas wawasan apoteker tentang pendekatan holistik terhadap kesehatan, termasuk suplemen dan pengobatan alami. Dengan mengintegrasikan aspek-aspek ini, apoteker dalam keilmuan 'Caregiver' siap untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, menjalankan tugas sebagai pengawas dan penasihat pasien dalam pengelolaan kesehatan, dan memastikan keamanan serta efektivitas pengobatan yang diberikan. Tugas utama mereka adalah memberikan perhatian dan dukungan kepada pasien, memastikan penggunaan obat yang aman, serta meningkatkan kualitas hidup pasien melalui peran mereka sebagai caregiver.

ornament

Kurikulum

Berikut ini adalah daftar lengkap mata kuliah yang akan diambil pada setiap semester.

Kode Mata Kuliah :
Semua expand_more
Cari Mata Kuliah
ornament

Jadwal Kuliah

Alternative text - include a link to the PDF!

ornament

Biaya Studi

Berikut adalah biaya studi Program Studi Profesi Pendidikan Profesi Apoteker
Program Studi Reguler
Rp16.000.000 Per Mahasiswa / 1 Semester
Program Studi Iuran Pengembangan Institusi (IPI) (Khusus Jalur Mandiri)
Alumni USU Rp5.000.000
Non-Alumni USU Rp32.000.000
IPI dibayarkan satu kali saja, yaitu pada saat awal registrasi sebagai mahasiswa
Program Studi Sumbangan Pengembangan Pendidikan
Rp12.000.000 Per Mahasiswa / 1 Semester
Program Studi Dana Kelengkapan Akademik
Rp4.500.000 Per mahasiswa/ 1 semester
ornament

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker USU terdiri dari 9 poin yang mencakup berbagai kompetensi penting. Lulusan program kami diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang kefarmasian, mampu mengelola informasi kesehatan, dan memiliki keterampilan praktis dalam pelayanan kefarmasian. Dengan pembelajaran yang terfokus, program kami bertujuan untuk melahirkan apoteker yang kompeten, etis, dan siap berkontribusi di berbagai sektor kefarmasian, termasuk di industri, layanan kesehatan, dan regulasi.

Capaian Pembelajaran
1 Mampu mengelola penyediaan dan pendistribusian sediaan farmasi dan alat kesehatan secara sistematis dan efektif.
2 Mampu melakukan praktik kefarmasian secara profesional, legal, dan etik.
3 Mampu berperan aktif dalam perancangan, pengembangan, dan produksi sediaan farmasi yang aman, efektif, stabil, serta memenuhi standar mutu.
4 Mampu menerapkan sistem manajemen dalam mengelola pekerjaan kefarmasian.
5 Mampu menyediakan informasi yang akurat dan terkini serta memberikan pelayanan informasi dan edukasi terkait obat dan pengobatan.
6 Mampu membangun komunikasi dan kerja sama interprofesional, khususnya dengan tenaga kesehatan.
7 Mampu mengembangkan kemampuan profesi secara berkelanjutan.
8 Mampu melakukan penelitian bidang kefarmasian untuk meningkatkan pencapaian keberhasilan terapi.
9 Mampu merancang dan melaksanakan pelayanan kefarmasian berbasis komunitas dalam upaya promotif dan preventif.