home icon
search icon
menu icon

> Berita > Dosen Fakultas Farmasi USU Melakukan Pengabdian kepada Masyarakat: Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Yogurt Wortel untuk Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Masyarakat Desa Rumah Berastagi

Dosen Fakultas Farmasi USU Melakukan Pengabdian kepada Masyarakat: Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Yogurt Wortel untuk Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Masyarakat Desa Rumah Berastagi

Dipublikasi Pada

01 September 2025

Dipublikasi Oleh

Sunaryo S.Kom

Dosen Fakultas Farmasi USU Melakukan Pengabdian kepada Masyarakat: Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Yogurt Wortel untuk Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Masyarakat Desa Rumah Berastagi
Thumbnail Dosen Fakultas Farmasi USU Melakukan Pengabdian kepada Masyarakat: Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Yogurt Wortel untuk Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Masyarakat Desa Rumah Berastagi
Dosen Fakultas Farmasi USU melaksanakan PkM dengan edukasi dan pelatihan pembuatan yogurt wortel di Desa Rumah Berastagi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat dan membuka peluang usaha lokal yang bernilai ekonomi.

HUMAS FARMASI USU – Sebagai bentuk komitmen dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dosen Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan dengan tema “Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Yogurt Wortel sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi dan Gizi Masyarakat di Desa Rumah Berastagi” pada Selasa, 5 Agustus 2025.

 

Kegiatan ini melibatkan tim dosen dari Fakultas Farmasi USU yang turun langsung ke Desa Rumah Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Mereka memberikan edukasi mengenai manfaat wortel sebagai sumber beta-karoten, vitamin A, dan antioksidan, serta melatih masyarakat untuk mengolahnya menjadi yogurt sehat yang memiliki nilai tambah secara ekonomi.

 

 

Selain penyuluhan gizi, masyarakat juga diberikan pelatihan praktik pembuatan yogurt wortel, mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, pengemasan, hingga strategi pemasaran sederhana agar produk tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumah tangga.

 

Program ini dilaksanakan di Balai Desa Rumah Berastagi dengan melibatkan puluhan warga, mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, hingga kelompok tani. Acara berlangsung pada 5 Agustus 2025, dengan suasana yang penuh semangat dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

 

Tim dosen menekankan bahwa Desa Rumah Berastagi memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, terutama wortel yang melimpah. Namun, hasil panen wortel sering kali dijual dalam bentuk segar dengan harga rendah. Melalui kegiatan ini, wortel diolah menjadi produk olahan yang memiliki nilai gizi tinggi sekaligus nilai jual yang lebih baik.

 

 

“Dengan inovasi produk seperti yogurt wortel, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha baru yang berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga,” ujar salah satu dosen pelaksana.

 

Kegiatan dimulai dengan sesi penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang dan konsumsi pangan olahan sehat, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan yogurt wortel. Para peserta diajak langsung mencoba membuat produk, sehingga mereka dapat memahami teknik dan kualitas yang diperlukan untuk menghasilkan yogurt yang aman, higienis, dan disukai konsumen.

 

Masyarakat juga dibekali dengan strategi sederhana dalam branding, pengemasan menarik, serta pemasaran produk melalui media sosial dan pasar lokal. Dengan demikian, yogurt wortel tidak hanya menjadi konsumsi pribadi tetapi juga memiliki potensi sebagai produk UMKM.

 

Kegiatan PkM ini mendukung beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  • SDG 2 (Zero Hunger): mendukung ketahanan pangan dengan pemanfaatan sumber daya lokal untuk diversifikasi makanan.

  • SDG 3 (Good Health and Well-being): mendorong pola makan sehat melalui olahan pangan bergizi.

  • SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): menciptakan peluang usaha berbasis produk lokal yang bernilai ekonomi.

  • SDG 12 (Responsible Consumption and Production): mempromosikan pengolahan hasil pertanian agar lebih berkelanjutan dan bernilai tambah.

Dengan adanya edukasi dan pelatihan ini, masyarakat Desa Rumah Berastagi diharapkan mampu mengembangkan produk yogurt wortel sebagai usaha lokal yang berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesehatan keluarga melalui konsumsi pangan bergizi.

 

Fakultas Farmasi USU menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis riset, pendidikan, dan aplikasi ilmu farmasi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Berita