home icon
search icon
menu icon

> Berita > Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat Desa Gajah dalam Pembuatan Teh Celup dari Kulit Kopi

Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat Desa Gajah dalam Pembuatan Teh Celup dari Kulit Kopi

Dipublikasi Pada

22 Agustus 2022

Dipublikasi Oleh

Threesna Sharfina

Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat Desa Gajah dalam Pembuatan Teh Celup dari Kulit Kopi
Thumbnail Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat Desa Gajah dalam Pembuatan Teh Celup dari Kulit Kopi
Segenap Dosen Farmasi USU Edukasi Masyarakat Desa Gajah dalam Pembuatan Teh Celup dari Kulit Kopi

HUMAS FARMASI USU – Dosen Fakultas Farmasi USU melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, pada Sabtu (20/8). Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Hari Ronaldo Tanjung, S.Si., M.Sc., Apt., dengan anggota Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D., Apt., Yade Metri Permata, S.Farm., M.Si., Apt., dan Lisda Rimayani Nasution, S.Farm., M.Si., Apt., serta dibantu oleh mahasiswa S1 Farmasi USU yaitu Devi Agripina Saragi, Lila Hesarsila, Michellin Luiz Khan, dan Mhd. Sarwan Simatupang.

Tim pengabdian ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengolahan dan pengembangan hasil bumi Desa Gajah. Karena hasil bumi dari Desa Gajah adalah kopi, tim memaparkan salah satu contoh pengolahan dan pengembangan limbah kulit kopi menjadi minuman herbal sebagai sumber antioksidan. Materi pengembangan ini disampaikan dalam bentuk presentasi dan video. Dalam pemaparannya, tim mengembangkan limbah kulit kopi menjadi sediaan dalam bentuk teh celup dengan nama Teh Celup RaJa (CascaRA JAhe), dengan harapan dapat meningkatkan nilai jual limbah kulit kopi sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Gajah.

Masyarakat Desa Gajah sangat antusias, hal ini terlihat pada sesi tanya jawab, di mana banyak yang bertanya terkait proses pengolahan serta pengembangan yang telah dilakukan oleh tim pengabdian. Selain itu, masyarakat juga sangat bersemangat untuk mengetahui cara penyajian Teh Celup RaJa yang mereka peroleh.

Anggota tim, Yade Metri Permata, S.Farm., M.Si., Apt., menyampaikan, “Produk teh celup yang dibuat ini sudah melewati pengujian di Laboratorium Biologi Farmasi USU, yaitu pengujian kapang-khamir, pengujian kadar abu, dan pengujian kadar sari. Hasil yang didapat juga sudah memenuhi persyaratan SNI.”

Kepala Desa Gajah, Erguna Karo-Karo, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim pengabdian Farmasi USU karena telah memilih Desa Gajah sebagai tempat dilaksanakannya pengabdian. Beliau juga berharap masyarakat Desa Gajah dapat memahami dan melakukan pengembangan limbah kulit kopi sebagaimana yang telah diarahkan oleh tim.

Berita