> Berita > Dosen Farmasi USU Edukasi Pengolahan Buat Bit jadi Sirup dan Dodol ke Petani Karo
Dosen Farmasi USU Edukasi Pengolahan Buat Bit jadi Sirup dan Dodol ke Petani Karo
Dipublikasi Pada
01 September 2022
Dipublikasi Oleh
Anonymous Writer
Thumbnail Dosen Farmasi USU Edukasi Pengolahan Buat Bit jadi Sirup dan Dodol ke Petani Karo
Pengabdian Masyarakat: Dosen Farmasi USU Edukasi Pengolahan Buat Bit jadi Sirup dan Dodol ke Petani Karo
HUMAS FAKULTAS FARMASI - Dosen Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Edukasi Pengolahan Buah Bit Melalui Pembuatan Minuman dan Makanan Kesehatan dalam Rangka Pemanfaatan Hasil Tani di Bidang Kesehatan Guna Meningkatkan Pendapatan Masyarakat". Kegiatan ini digelar di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Fakultas Farmasi USU yang diketuai oleh Prof. Dr. rer.nat. Effendy De Lux Putra, SU., Apt., dengan anggota Sri Yuliasmi, S.Farm., M.Si., Apt., Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si., Apt., dan Emil Salim, S.Farm., M.Sc., Ph.D., Apt. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Farmasi yang terdiri dari Nadiyah Zahra, Annisah Fadilah Ritonga, Clara Claudia Jap, Wahyu Rahmansyah, Zahratul Aini, Donita Chandra, Utari Tanisa, dan Wendy, sebagai bagian dari penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
"Pengabdian ini dilakukan agar masyarakat, khususnya petani buah bit, tidak hanya dapat menjual buah bit di pasar secara langsung, tetapi juga dapat mengolahnya menjadi minuman serta makanan sehat yang bernilai jual lebih tinggi," jelas Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. rer.nat. Effendy De Lux Putra, SU., Apt.
Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan pre-test kepada masyarakat untuk mengetahui pengetahuan dasar mereka mengenai materi yang akan disampaikan. Materi yang disampaikan meliputi manfaat serta pengolahan buah bit untuk menambah penghasilan petani.
Emil Salim, S.Farm., M.Sc., Ph.D., Apt., dalam paparan materinya menjelaskan, “Buah bit memang memiliki bau tidak sedap, namun kandungannya sangat banyak, mulai dari flavonoid, karbohidrat, vitamin, zat besi, dan lain-lain.”
"Banyak sekali keuntungan dari pengolahan buah bit ini, mulai dari peningkatan dan pemeliharaan kesehatan hingga meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar," tambah Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si., Apt., saat menjelaskan materi melalui video pembuatan dodol dan sirup.
Ibu-ibu yang menghadiri kegiatan pengabdian masyarakat ini juga berperan aktif dalam pembuatan dodol dan sirup. Mereka dibekali dengan materi teknik pemasaran produk, yaitu packaging dan digital marketing, yang disampaikan oleh Sri Yuliasmi, S.Farm., M.Si., Apt., dengan harapan setelah program pelatihan ini, ibu-ibu di Desa Semangat berminat mengembangkan buah bit sebagai peluang untuk berwirausaha sehingga dapat memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga.
Anas, selaku Ketua Kelompok Tani Desa Semangat, menyampaikan rasa terima kasihnya karena Fakultas Farmasi USU memilih Desa Semangat sebagai mitra pengabdian kepada masyarakat kali ini. Beliau berharap dapat menjalin kerjasama di masa mendatang, karena menurutnya masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi termotivasi untuk menggali ide-ide kreatif dalam mengolah hasil tani yang mereka dapatkan menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan.