> Berita > Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi Pembuatan Yogurt di Yayasan Pendidikan Pauly Mandiri
Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi Pembuatan Yogurt di Yayasan Pendidikan Pauly Mandiri
Dipublikasi Pada
15 Agustus 2022
Dipublikasi Oleh
Threesna Sharfina
Thumbnail Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi Pembuatan Yogurt di Yayasan Pendidikan Pauly Mandiri
Segenap Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi Pembuatan Yogurt di Yayasan Pendidikan Pauly Mandiri
HUMAS FARMASI USU – Dosen Fakultas Farmasi USU melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Pendidikan Pauly Mandiri, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, pada Jumat (12/8). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis profesor wajib mengabdi ini diketuai oleh Prof. Dr. Siti Morin Sinaga, M.Sc., Apt., dengan anggota Prof. Dr. Jansen Silalahi, M.App.Sc., Apt., dan Dr. Henni Cintya, S.Si., beserta beberapa mahasiswa Fakultas Farmasi USU.
Sosialisasi mengenai pembuatan yogurt menggunakan isolat bakteri Lactobacillus fermentum dari dekke naniura ini mendapat sambutan yang positif dari para murid dan guru-guru pendamping. Murid-murid terlihat sangat tertarik dan menunjukkan keingintahuannya mengenai sosialisasi yang dilakukan. Prof. Dr. Siti Morin Sinaga, M.Sc., Apt., memaparkan, “Ketika terjadi ketidakseimbangan jumlah mikroorganisme dalam saluran cerna anak, dapat menyebabkan infeksi lokal dan peradangan pada usus, menyebabkan kelainan sistemik termasuk gangguan penyerapan nutrisi, kelainan metabolisme, serta menyebabkan gejala berbagai penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, diperlukan asupan yang mengandung probiotik, terutama dalam saluran pencernaan. Salah satunya dengan mengonsumsi yogurt. Yogurt adalah minuman hasil fermentasi dari susu murni yang diproduksi menggunakan susu sapi atau produk susu dengan penambahan starter yogurt yaitu bakteri Lactobacillus fermentum yang diisolasi dari dekke naniura.”
“Dekke naniura adalah masakan tradisional khas Batak Toba yang umumnya dibuat dengan menggunakan ikan mas. Prinsip pembuatan dekke naniura adalah dengan merendam ikan ke dalam air asam jawa hingga dagingnya empuk dan bisa dimakan tanpa dimasak,” jelas ketua tim lagi. “Rempah-rempah dalam pembuatan dekke naniura seperti andaliman dan kecombrang digunakan untuk menambah cita rasa masakan. Proses dan bahan-bahan pembuatan dekke naniura inilah yang memungkinkan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium (yang merupakan sumber probiotik) dapat berkembang,” ujar anggota tim Dr. Henni Cintya, S.Si.
Tim berharap kegiatan pengabdian ini dapat memberikan informasi dan memperluas wawasan serta pemahaman bahwa dalam dekke naniura terkandung Lactobacillus fermentum, yaitu probiotik yang dimanfaatkan untuk pembuatan minuman yogurt yang berguna bagi kesehatan.
Ketua Yayasan Pauly Mandiri, Dr. Panigoran Siburian, M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada tim atas terlaksananya kegiatan pengabdian ini. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang dapat menambah wawasan anak-anak serta guru pendamping bahwa probiotik itu baik untuk tubuh, seperti yogurt yang diproduksi ini. Beliau juga berharap ke depannya kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.