> Berita > Lima Dosen Fakultas Farmasi USU Raih Sertifikat Paten atas Karya Inovatif
Lima Dosen Fakultas Farmasi USU Raih Sertifikat Paten atas Karya Inovatif
Dipublikasi Pada
24 Juni 2026
Dipublikasi Oleh
Mhd. Alfisyahrin Lubis, S.T
Thumbnail Lima Dosen Fakultas Farmasi USU Raih Sertifikat Paten atas Karya Inovatif
HUMAS FAKULTAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan sejumlah dosen yang memperoleh Sertifikat Paten atas karya inovatif yang telah dihasilkan. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen sivitas akademika Fakultas Farmasi USU dalam mengembangkan penelitian dan inovasi yang memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesehatan masyarakat.
HUMAS FAKULTAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan sejumlah dosen yang memperoleh Sertifikat Paten atas karya inovatif yang telah dihasilkan. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen sivitas akademika Fakultas Farmasi USU dalam mengembangkan penelitian dan inovasi yang memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesehatan masyarakat.
Adapun dosen Fakultas Farmasi USU yang menerima Sertifikat Paten pada Selasa, 23 Juni 2026, yaitu:
Prof. Yuandani, S.Farm., M.Si., Ph.D., Apt.
Prof. Dr. Dra. Julia Reveny, M.Si., Apt.
Bayu Eko Prasetyo, S.Farm., M.Sc., Apt.
Mariadi, S.Farm., M.Si., Apt.
Apt. Chemayanti Surbakti, S.Farm., M.Si.
Perolehan sertifikat paten merupakan bentuk pengakuan hukum terhadap hasil karya intelektual yang dihasilkan melalui proses penelitian, pengembangan, dan inovasi yang berkelanjutan. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kualitas penelitian yang dilakukan oleh para dosen Fakultas Farmasi USU, tetapi juga menunjukkan peran aktif institusi dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Paten menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Melalui perlindungan kekayaan intelektual, hasil penelitian yang dihasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk, teknologi, maupun solusi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta pengembangan industri farmasi nasional.
Dekan Fakultas Farmasi USU menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para dosen yang telah berhasil memperoleh sertifikat paten tersebut. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghasilkan inovasi yang unggul, berdaya saing, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa.
Keberhasilan para dosen Fakultas Farmasi USU dalam memperoleh Sertifikat Paten juga mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain:
SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) - Inovasi di bidang kefarmasian berpotensi menghasilkan produk dan teknologi yang mendukung peningkatan kesehatan serta kualitas hidup masyarakat.
SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) - Perolehan paten mencerminkan keberhasilan pengembangan inovasi berbasis riset yang dapat mendukung kemajuan industri dan teknologi kesehatan.
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education) - Keberhasilan dalam menghasilkan paten menunjukkan implementasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada penelitian, kreativitas, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) - Hasil inovasi yang dipatenkan berpotensi membuka peluang kerja sama lebih luas antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Fakultas Farmasi USU mengucapkan selamat kepada seluruh penerima Sertifikat Paten atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga prestasi tersebut semakin mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu kefarmasian, dunia kesehatan, dan masyarakat secara luas.
Paten menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Melalui perlindungan kekayaan intelektual, hasil penelitian yang dihasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk, teknologi, maupun solusi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta pengembangan industri farmasi nasional.
Paten menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Melalui perlindungan kekayaan intelektual, hasil penelitian yang dihasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk, teknologi, maupun solusi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta pengembangan industri farmasi nasional.Paten menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Melalui perlindungan kekayaan intelektual, hasil penelitian yang dihasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk, teknologi, maupun solusi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta pengembangan industri farmasi nasiona