home icon
search icon
menu icon

> Berita > Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi serta Edukasi di Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa

Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi serta Edukasi di Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa

Dipublikasi Pada

29 November 2022

Dipublikasi Oleh

Threesna Sharfina

Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi serta Edukasi di Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa
Thumbnail Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi serta Edukasi di Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa
Segenap Dosen Farmasi USU Lakukan Sosialisasi serta Edukasi di Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa

HUMAS FARMASI USU – Dosen Fakultas Farmasi USU melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu (13/8). Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Henni Cintya, S.Si., dengan anggota Dr. apt. Denny Satria, M.Si., dan apt. Mahatir Muhammad, M.Si., serta beberapa mahasiswa Fakultas Farmasi USU.

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang aplikasi pengolahan pangan fungsional dalam pencegahan stunting. Dr. Henni Cintya, S.Si., selaku ketua, memaparkan, “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Terdapat beberapa gejala balita stunting yang dapat dilihat, seperti berat badan tidak naik bahkan cenderung menurun, mudah terserang penyakit infeksi, pertumbuhan melambat, pertumbuhan gigi terlambat, dan performa buruk pada kemampuan fokus serta memori belajarnya.”

“Banyak faktor yang menyebabkan stunting, seperti kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan sesudah kehamilan, kurangnya akses makanan bergizi dan harga yang mahal, anak sering sakit, kurangnya air bersih dan sanitasi, pola asuh yang tidak baik, dan terbatasnya layanan kesehatan. Untuk mencegah stunting, dapat dilakukan berbagai hal seperti memenuhi kebutuhan gizi anak, memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, mendampingi ASI eksklusif dengan MPASI untuk bayi di atas 6 bulan sampai 2 tahun, memberikan imunisasi dasar, menjaga kebersihan, dan memantau tumbuh kembang anak.”

Tim pengabdian ini memaparkan bahwa salah satu cara yang dapat membantu tumbuh kembang anak adalah dengan pemberian makanan bergizi dan bersih. Pada kesempatan kali ini, tim mengolah labu kuning dan daun kelor untuk dijadikan cookies dengan tampilan yang menarik, sehingga anak tertarik untuk mengonsumsinya.

Pengurus Desa Buntu Bedimbar sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian ini dan mengucapkan terima kasih kepada tim, karena kegiatan ini dapat menambah wawasan ibu rumah tangga sekaligus anggota PKK, sehingga ke depannya mereka bisa lebih baik dan berhati-hati dalam menjaga serta memantau tumbuh kembang anak agar dapat terhindar dari stunting.

Berita