home icon
search icon
menu icon

> Berita > Dosen Farmasi USU Pengabdian ke Desa Rumah Berastagi: Limbah Wortel Dijadikan Produk Sabun Mandi

Dosen Farmasi USU Pengabdian ke Desa Rumah Berastagi: Limbah Wortel Dijadikan Produk Sabun Mandi

Dipublikasi Pada

23 Juli 2024

Dipublikasi Oleh

Sunaryo S.Kom

Dosen Farmasi USU Pengabdian ke Desa Rumah Berastagi: Limbah Wortel Dijadikan Produk Sabun Mandi
Thumbnail Dosen Farmasi USU Pengabdian ke Desa Rumah Berastagi: Limbah Wortel Dijadikan Produk Sabun Mandi
Dosen Farmasi USU Pengabdian ke Desa Rumah Berastagi: Limbah Wortel Dijadikan Produk Sabun Mandi

HUMAS FARMASI USU - Dosen Fakultas Farmasi USU melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Rumah Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (12/7) bertemakan “Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Rumah Berastagi Tentang Obat dan Pemanfaatan Sisa Hasil Pertanian Buah Wortel (Dauscus carota L) sebagai Sabun Pelembab Kulit.”

 

 

Pengabdian ini diketuai oleh Dr. Sumaiyah, M.Si., Apt., dan beranggotakan Dra. Singgar Ni Rudang, M.Si., Apt., Dr. T. Ismanelly Hanum, S.Si., M.Si. Apt., dan Ade Sri Rohani, S.Farm., M.Farm. Apt., serta dibantu oleh tiga mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi USU, yaitu Dwi Putri Yolanda Barus, Tessa Rotua Victoria Sormin, dan Maria Nada Resta Sihotang.

 

 

Sebelumnya, tim telah berdiskusi dengan Kepala Desa Rumah Berastagi, Pebrisiswanta Purba, dan diketahui Desa Rumah Berastagi merupakan desa yang memiliki potensi pertanian, seperti wortel. Namun, ketika panen, tidak semua wortel memiliki nilai jual. Limbah panen oleh kebanyakan petani dibiarkan busuk di lapangan sambil menunggu sampai saat pengolahan lahan berikutnya dilakukan. Mitra juga kurang mendapatkan edukasi terkait kesehatan, obat, dan penggunaan obat yang tepat. Hal ini diketahui dari tingginya penggunaan obat yang tidak rasional pada masyarakat. Dr. Sumaiyah, M.Si., Apt. sebagai ketua tim pengabdian menjelaskan hal tersebutlah yang melatarbelakangi pengabdian ini dilakukan di Desa Rumah Berastagi.

 

 

Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, tim mengadakan serangkaian workshop dan seminar yaitu berupa:

1. Sosialisasi mengenai DAGUSIBU obat, yaitu bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang benar dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang obat. 

2. Materi oleh Dra. Singgar Ni Rudang, M.Si., Apt tentang kulit dan berbagai permasalahan kulit. 

3. Materi oleh Dr. T. Ismanelly Hanum, S.Si., M.Si. Apt tentang berbagai manfaat dari wortel terutama yang dapat melembabkan dan menjaga kesehatan kulit. 

4. Materi terakhir oleh Ade Sri Rohani, S.Farm., M.Farm. Apt tentang business plan dari produk sabun mandi pelembab kulit yang dibuat.

Kepala Desa Rumah Berastagi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tim Pengabdian Fakultas Farmasi USU karena telah berkunjung dan membantu menemukan solusi dalam permasalahan banyaknya limbah hasil pertanian wortel yang sering terbuang di lahan pertanian.

Berita