Fakultas Farmasi USU Gelar Webinar Nasional Bahas HTA dan Farmakoekonomi
BeritaDosen Farmasi USU Raih Best Poster Presenter di ICCBS 2026 Osaka
BeritaMahasiswa Farmasi USU Raih Kelulusan 100% pada UKOMNAS PDPA 2026
05 Mei 2025
Sunaryo S.Kom
HUMAS FARMASI USU — Dalam upaya menjaga mutu pendidikan tinggi dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Asesmen Lapangan Reakreditasi untuk Program Studi Magister Ilmu Farmasi pada tanggal 10 hingga 12 April 2025 secara luring di kampus Fakultas Farmasi USU.
Asesmen lapangan ini merupakan bagian dari proses reakreditasi yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) untuk menilai mutu akademik, tata kelola, serta keberlanjutan Program Studi Magister Ilmu Farmasi.
Kegiatan ini melibatkan dua asesor dari LAM-PTKes, yaitu Prof. Dr. apt. T. N. Saifullah S., M.Si., dan Prof. Dr. rer. nat. apt. Sophi Damayanti, serta disambut oleh Dekan Fakultas Farmasi USU, Prof. Dr. apt. Khairunnisa, M.Si., jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan. Asesmen berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 10 hingga 12 April 2025.
Seluruh proses asesmen dilakukan di Kampus Fakultas Farmasi USU, Medan, dengan mengunjungi langsung fasilitas pembelajaran, laboratorium, serta ruang akademik lainnya.
Reakreditasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa Program Studi Magister Ilmu Farmasi memenuhi standar kualitas nasional yang ditetapkan oleh LAM-PTKes, sekaligus sebagai langkah nyata dalam mewujudkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas institusi pendidikan tinggi.
Tim asesor melakukan serangkaian kegiatan verifikasi dan klarifikasi terhadap dokumen borang akreditasi serta observasi fasilitas. Kegiatan ditutup dengan sesi umpan balik yang memuat apresiasi serta rekomendasi strategis dari asesor.
Dengan terlaksananya asesmen ini, Fakultas Farmasi USU menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan inovasi di bidang farmasi. Hasil reakreditasi diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tetapi juga berkontribusi dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan di sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.