HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) akan menyelenggarakan Seminar Nasional Profesi Apoteker dengan tema “Handling Cytotoxic & High Alert Product Management” pada Kamis, 28 Agustus 2025. Acara ini dijadwalkan berlangsung di Aula Lantai 2 Fakultas Farmasi USU, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Seminar ini diprakarsai oleh Fakultas Farmasi USU sebagai bagian dari komitmen peningkatan kapasitas akademik dan profesionalisme apoteker di Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan pakar farmasi klinik, onkologi, dan manajemen farmasi rumah sakit yang akan membawakan materi terkait pengelolaan obat sitotoksik dan high alert medication.

Obat sitotoksik dan high alert merupakan kategori obat yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan pasien apabila tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, seminar ini bertujuan untuk:
Memberikan pemahaman mendalam mengenai prosedur penanganan obat berisiko tinggi.
Melatih peserta dalam praktik manajemen yang sesuai dengan standar keselamatan internasional.
Menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa dan praktisi farmasi.

Seminar dirancang dalam bentuk pemaparan materi, diskusi panel, dan sesi tanya jawab. Peserta akan memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pakar, sehingga diharapkan dapat memperluas wawasan dan keterampilan dalam mengelola obat berisiko tinggi di lingkungan pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
SDG 3 (Good Health and Well-being): menjamin kesehatan dan kesejahteraan melalui pelayanan farmasi yang aman.
SDG 4 (Quality Education): memberikan akses pendidikan berkualitas bagi mahasiswa dan tenaga profesional.
SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): mendorong inovasi dalam sistem manajemen farmasi rumah sakit.
SDG 17 (Partnerships for the Goals): memperkuat jejaring kolaborasi antar-profesi farmasi dan kesehatan.

Dengan diselenggarakannya seminar ini, Fakultas Farmasi USU berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu profesi apoteker, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan global.