Fakultas Farmasi USU Gelar Webinar Nasional Bahas HTA dan Farmakoekonomi
BeritaDosen Farmasi USU Raih Best Poster Presenter di ICCBS 2026 Osaka
BeritaMahasiswa Farmasi USU Raih Kelulusan 100% pada UKOMNAS PDPA 2026
29 September 2025
Sunaryo S.Kom
HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 4 Tebing Tinggi dengan mengusung tema “Peningkatan Keterampilan Wirausaha Kelompok Ilmiah Remaja melalui Pemurnian Minyak Atsiri dari Limbah Kulit Jeruk Nipis”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan siswa, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), agar memiliki keterampilan praktis dan wawasan kewirausahaan berbasis pemanfaatan bahan alam sekitar.
.webp)
Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi USU bersama guru serta siswa SMA Negeri 4 Tebing Tinggi. Fokus utama diberikan kepada anggota KIR sebagai peserta utama, karena kelompok ini dinilai potensial dalam mengembangkan kreativitas, penelitian, dan inovasi kewirausahaan.

Program pengabdian masyarakat ini memberikan pelatihan langsung mengenai teknik pemurnian minyak atsiri dari limbah kulit jeruk nipis, yang selama ini kurang dimanfaatkan. Melalui metode penyulingan dan pemurnian sederhana, siswa diperkenalkan pada teknologi tepat guna yang dapat menghasilkan produk bernilai tambah. Tidak hanya aspek teknis, peserta juga mendapatkan materi mengenai manajemen usaha kecil, strategi pemasaran, serta pemahaman potensi ekonomi lokal.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2025 dalam bentuk workshop interaktif, yang diawali dengan paparan teori kemudian dilanjutkan praktik laboratorium mini di sekolah.

Acara berlangsung di SMA Negeri 4 Tebing Tinggi, yang dipilih sebagai lokasi karena sekolah ini aktif mengembangkan kegiatan ilmiah remaja serta memiliki dukungan dari pihak sekolah untuk pengembangan keterampilan wirausaha berbasis riset.

Tema pengabdian ini dipilih karena Tebing Tinggi dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jeruk nipis, namun limbah kulitnya masih jarang dimanfaatkan. Padahal, kulit jeruk nipis mengandung minyak atsiri dengan potensi besar untuk dijadikan bahan baku produk kesehatan, kosmetika, hingga aromaterapi. Dengan pelatihan ini, siswa diharapkan mampu melihat peluang bisnis sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini.
.webp)
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukasi partisipatif. Tim dosen memberikan materi teoritis, kemudian peserta secara berkelompok melakukan praktik pemurnian minyak atsiri menggunakan peralatan sederhana yang dapat diaplikasikan di rumah atau sekolah. Selanjutnya, peserta dilatih untuk membuat produk turunan sederhana seperti pembersih alami dan pewangi ruangan.

Kegiatan ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
SDG 4 (Quality Education): memberikan pendidikan berkualitas melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada siswa.
SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): mendorong keterampilan kewirausahaan generasi muda untuk membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal.
SDG 12 (Responsible Consumption and Production): mengajarkan pemanfaatan limbah kulit jeruk nipis menjadi produk bernilai tambah, sehingga mendukung konsep produksi berkelanjutan.
SDG 17 (Partnerships for the Goals): memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dengan sekolah menengah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi USU menegaskan komitmennya tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan generasi muda melalui ilmu pengetahuan terapan. Harapannya, siswa SMA Negeri 4 Tebing Tinggi dapat menjadi agen perubahan yang inovatif dan kreatif dalam mengelola sumber daya lokal untuk kesejahteraan masyarakat di masa depan.