Fakultas Farmasi USU Gelar Webinar Nasional Bahas HTA dan Farmakoekonomi
BeritaDosen Farmasi USU Raih Best Poster Presenter di ICCBS 2026 Osaka
BeritaMahasiswa Farmasi USU Raih Kelulusan 100% pada UKOMNAS PDPA 2026
06 Oktober 2025
Sunaryo S.Kom
HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dan riset dengan menyelenggarakan Pelatihan Book Chapter, HAKI Internasional, dan KATSINOV (Tingkat Kesiapan Inovasi) pada Selasa, 30 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2, Fakultas Farmasi USU, mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB, dan dihadiri oleh dosen, peneliti.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya. Prof. Dr. dr. Dina Keumala Sari, M.Gizi, Sp.GK(K), Guru Besar Fakultas Kedokteran USU, berbagi wawasan mengenai strategi penulisan Book Chapter yang dapat menembus publikasi internasional. Buchari, ST., M.Kes., IPM, selaku Kepala BPR Badan Pengembangan dan Peningkatan Riset Industri, memberikan perspektif tentang pentingnya inovasi riset yang siap diterapkan di dunia industri melalui pengukuran KATSINOV. Sementara itu, Dr. Irwana Nainggolan, M.Sc, Manajer Hak Kekayaan Intelektual USU, menekankan pentingnya perlindungan hasil riset melalui pendaftaran HAKI di tingkat internasional.

Topik yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi tiga aspek penting. Pertama, penulisan Book Chapter sebagai salah satu sarana publikasi internasional yang dapat meningkatkan reputasi akademik dan kontribusi pengetahuan global. Kedua, HAKI internasional yang memberikan perlindungan bagi karya intelektual dosen dan peneliti sehingga dapat memiliki nilai manfaat ekonomi dan keberlanjutan. Ketiga, KATSINOV yang menjadi indikator kesiapan inovasi riset untuk diaplikasikan dalam masyarakat maupun dunia industri.

Acara berlangsung pada 30 September 2025, sebuah momentum penting menjelang akhir tahun akademik untuk memperkuat strategi publikasi, perlindungan kekayaan intelektual, dan pengembangan inovasi. Kegiatan ini dipusatkan di Ruang Rapat Lantai 2, Fakultas Farmasi USU, yang selama ini menjadi wadah diskusi, kolaborasi, dan peningkatan kapasitas bagi sivitas akademika.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam tiga bidang kunci: publikasi internasional, perlindungan kekayaan intelektual, dan kesiapan inovasi. Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi USU berharap dapat mendorong lebih banyak karya ilmiah yang tidak hanya diakui secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan hasil riset.

Pelatihan dilakukan dengan metode presentasi materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis, tetapi juga strategi praktis yang bisa langsung diaplikasikan, mulai dari cara menyusun Book Chapter yang sesuai standar internasional, proses pendaftaran HAKI internasional, hingga penilaian kesiapan inovasi riset menggunakan instrumen KATSINOV.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): meningkatkan keterampilan akademik dosen dan peneliti dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah.
SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): mendorong pengembangan riset yang inovatif serta memastikan hasil penelitian memiliki kesiapan untuk diimplementasikan dalam masyarakat dan industri.
SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): menguatkan kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan institusi dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Fakultas Farmasi USU menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, perlindungan hasil karya intelektual, dan penciptaan inovasi yang bermanfaat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun budaya riset yang berorientasi global sekaligus berdampak lokal, sejalan dengan visi USU menuju universitas kelas dunia yang berkontribusi pada pencapaian pembangunan berkelanjutan.