> Berita > Kesiapan Apoteker Menghadapi Dampak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terhadap Bisnis Apotek
Kesiapan Apoteker Menghadapi Dampak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terhadap Bisnis Apotek
Dipublikasi Pada
04 September 2017
Dipublikasi Oleh
Anonymous Writer
Thumbnail Kesiapan Apoteker Menghadapi Dampak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terhadap Bisnis Apotek
Fakultas Farmasi USU menggelar kuliah tamu dengan tema "Kesiapan Apoteker Menghadapi JKN dan MEA" bersama Direktur PT. Kimia Farma Apotek, Syahrial Panggabean. Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan mahasiswa tentang tantangan dan peluang di era globalisasi.
Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2017-2018, Program Studi Sarjana Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menggelar kuliah tamu di Aula Lantai II Fakultas Farmasi. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa baru. Acara ini disambut dengan antusias oleh para mahasiswa dan dosen Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.
Pada kegiatan ini, narasumber yang diundang adalah Bapak Syahrial Panggabean, S.Si., Apt., selaku Direktur Service dan Supply Chain PT. Kimia Farma Apotek, dengan tema "Kesiapan Apoteker Menghadapi Dampak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Terhadap Bisnis Apotek."
Ketua Program Studi S1, Dr. Sumaiyah, M.Si., Apt., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mahasiswa di lingkungan Fakultas Farmasi.
Bapak Syahrial Panggabean, S.Si., Apt., selaku narasumber, menjelaskan bahwa dengan adanya perdagangan bebas atau MEA, kita harus waspada terhadap risiko kompetisi yang muncul akibat banyaknya barang impor yang masuk ke Indonesia. Hal ini dapat mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk luar negeri yang lebih berkualitas. Dalam menghadapi MEA, kita harus memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan dengan meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk serta jasa. Hal ini dapat membantu produk dan jasa dalam negeri tetap bersaing dengan produk luar negeri. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) harus terus dioptimalkan agar Indonesia dapat bertahan di tengah persaingan pasar bebas.
Pada akhir acara, Fakultas Farmasi memberikan kenang-kenangan berupa bingkisan yang diserahkan oleh Ketua Program Studi S1 kepada Bapak Syahrial Panggabean, S.Si., Apt.