> Berita > Kuliah Tamu Fakultas Farmasi USU: Computation and IT in Drug Discovery
Kuliah Tamu Fakultas Farmasi USU: Computation and IT in Drug Discovery
Dipublikasi Pada
02 September 2024
Dipublikasi Oleh
Sunaryo S.Kom
Thumbnail Kuliah Tamu Fakultas Farmasi USU: Computation and IT in Drug Discovery
HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mengadakan kuliah tamu dengan tema “Computation and IT in Drug Discovery pada, Selasa (27/8) pukul 10.00 – 12.00 WIB di Ruang rapat lantai 2 FF USU.
Kuliah tamu ini dipandu oleh Dr. Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si., Apt. selaku moderator, serta menghadirkan seorang narasumber yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dan Apoteker ITB, M.Sc dan Ph.D bidang ilmu Medicinal Chemistry (Keio University, Jepang), yaitu Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc.Eng. Saat ini, Prof. Daryono merupakan Guru Besar Sekolah Farmasi (SF), Institut Teknologi Bandung (ITB).
Minat dan tema riset Prof. Daryono yaitu Sintesis & pemodelan molecular (porphyrin & chlorophyll derivatives as photosensitizers for photodynamic therapy & ligands for radiopharmaceuticals; Indonesia’s natural molecules (and molecule data base) as lead compounds for anti-cancer, anti-virus, anti-microbial candidates). Beliau telah menghasilkan lebih dari 60 publikasi di jurnal ilmiah international bereputasi (Scopus, h-index:16); lebih dari 45 presentasi di international conferences (hosted at abroad); 2 buku; 5 paten nasional; Editorial Board & Reviewer di sejumlah peer journal terindek Scopus.
Pada kesempatan kali ini, beliau memberikan kuliah pada para peserta yang merupakan mahasiswa di lingkungan Fakultas Farmasi USU, baik dari Program Studi Sarjana Farmasi, Magister Ilmu Farmasi dan Doktor Ilmu Farmasi dengan judul “Peran Komputasi & Teknologi Informasi dalam Penemuan Obat (The Role of Computation & IT in Drug Discovery)”. Kuliah ini juga dihadiri oleh Ibu Dekan beserta jajarannya, Ketua dan sekretaris Prodi, serta dosen di lingkungan FF USU.
Millenials hidup dalam digital ecosystem, digital culture jadi bagian utama kehidupan millenials, semua sumber informasi terbuka dan mudah diakses, kebiasaan untuk mencari jadi budaya, kerja tim jadi model belajar utama. Transformasi eksponensial menuju digital sebagai berikut:
Industri 1.0 : Tenaga air/uap (water/steam power)
Industri 2.0 : Tenaga listrik (electric power)
Industri 3.0 : Tenaga komputasi (computing power)
Industri 4.0 : Internet of Things (IoT) power
IoT will revolutionize the industry, maka diperlukan literasi baru untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0 & Big Data. Literasi baru berupa literasi teknologi, data, dan manusia. Literasi Teknologi: Memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (Coding, Artificial Intelligence, & Engineering Principles). Literasi Data: Kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (Big Data) di dunia digital. Literasi manusia: humanities, komunikasi, & desain.
Bentuk revolusi industri 4.0 yang telah kita alami saat ini yaitu kuliah daring, dan artificial intelligence (AI). Saat ini, dokter dapat menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu mereka dalam tugasnya mendiagnosis, memberikan panduan yang lebih baik, mempercepat proses atau mendukung pilihan dan pengambilan keputusan. AI tidak akan menggantikan dokter, namun dokter yang menggunakan AI akan menggantikan mereka yang tidak menggunakannya.
Begitu pula dengan apoteker, jika meracik obat dan memberikan informasi obat tidak lagi dilakukan oleh apoteker, apa peran apoteker di masa depan? Maka apoteker harus mampu memberikan dampak terhadap layanan kesehatan dan dididik dengan baik untuk melakukan fungsi tersebut. Salah satu kemajuan di bidang Farmasi yang perlu untuk diikuti yaitu Computer-assisted drug design (CADD): Perancangan obat dengan bantuan komputer melibatkan semua bantuan teknik komputer yang digunakan untuk menemukan, merancang, dan mengoptimalkan aktivitas biologis senyawa yang diduga digunakan sebagai obat.
Kecakapan hidup di abad 21 yaitu berfikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Tetap dengan kemampuan belajar dan inovatif, literasi digital, serta keterampilan dalam hidup dan karir.