home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pengambilan Sumpah Apoteker Fakultas Farmasi USU Angkatan XXXI

Pengambilan Sumpah Apoteker Fakultas Farmasi USU Angkatan XXXI

Dipublikasi Pada

28 Maret 2022

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Pengambilan Sumpah Apoteker Fakultas Farmasi USU Angkatan XXXI
Thumbnail Pengambilan Sumpah Apoteker Fakultas Farmasi USU Angkatan XXXI
Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XXXI Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara berlangsung sukses. Seluruh apoteker baru siap berkontribusi dalam pembangunan kesehatan dengan semangat profesionalisme.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Angkatan XXXI telah menyelesaikan pendidikan selama kurang lebih satu tahun dan telah mengikuti ujian kompetensi, baik Metode CBT maupun OSCE. Hal ini menandai berakhirnya masa pendidikan mahasiswa Apoteker Angkatan XXXI. Pada hari ini, Jumat (25/03/22), para mahasiswa resmi diambil sumpah/janji sebagai apoteker untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan kesehatan.

 

Pengambilan sumpah ini dilaksanakan secara langsung di Aula Lantai 2 Fakultas Farmasi USU dan disiarkan melalui platform Zoom Meeting serta YouTube Fakultas Farmasi USU. Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa yang diambil sumpah/janjinya, Dekan Fakultas Farmasi USU, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, para guru besar, serta dosen di lingkungan Fakultas Farmasi USU. Turut hadir pula Rektor Universitas Sumatera Utara, Dewan Pertimbangan Fakultas Farmasi USU, Ketua Komite Farmasi Nasional, Ketua Divisi Registrasi Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia atau yang mewakili, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara atau yang mewakili, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan atau yang mewakili, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sumatera Utara atau yang mewakili, Direktur RSUP H. Adam Malik Medan atau yang mewakili, Direktur RSUD Dr. Pirngadi Medan atau yang mewakili, Business Manager PT. Kimia Farma Apotek atau yang mewakili, dan para rohaniawan.

 

 

Prosesi resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi USU, apt. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D. Pembacaan sumpah/janji dipimpin oleh Komite Farmasi Nasional dan diikuti seluruh calon apoteker yang didampingi rohaniawan dari masing-masing agama/kepercayaan.

 

Disampaikan oleh Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, apt. Dadang Irfan Husori, S.Si., M.Sc., jumlah peserta UKAI periode Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022 adalah 84 orang, dengan jumlah lulusan sebanyak 65 orang, menghasilkan persentase kelulusan sebesar 84,93%. Semua lulusan tersebut mengikuti prosesi sumpah/janji, yang terdiri atas 45 orang beragama Islam, 11 orang beragama Kristen Protestan, 6 orang beragama Katolik, dan 3 orang beragama Buddha. Prestasi akademik tertinggi dengan IPK sempurna (4,00) diperoleh oleh empat mahasiswa, yaitu Olomarina Batubara, Nurul Husna, Sherly Haryantio, dan Yessy Ayu Claudia Sebayang. Nilai ujian kompetensi tertinggi, sebesar 80,50, diperoleh oleh Rezeki Deni Himawan.

 

Setelah prosesi sumpah/janji, sambutan mewakili apoteker baru disampaikan oleh apt. Rezeki Deni Himawan, S.Farm., sebagai peraih nilai ujian kompetensi tertinggi. Dalam sambutannya, Drs. apt. Tamzil Ridha, M.M., mewakili Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, menyampaikan kepada para apoteker baru pentingnya memperhatikan pencapaian Satuan Kredit Partisipasi (SKP) yang dapat dipantau melalui aplikasi SIAP, serta masa berlaku Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA). Beliau juga menekankan bahwa menjaga keberlanjutan kompetensi melalui SKP merupakan bagian integral dari praktik keprofesian.

 

Komite Farmasi Nasional, Dr. Faiq Bahfen, S.H., dalam sambutannya mengingatkan para apoteker baru tentang kewajiban profesi mereka untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan kesehatan. Beliau menegaskan bahwa unsur terpenting dalam menjalankan profesi ini adalah tidak menjanjikan kesembuhan, melaksanakan standar praktik sesuai dengan institusi kesehatan, menunjukkan jati diri profesional, dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya.

 

 

Rektor Universitas Sumatera Utara, Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya yang disampaikan melalui video, menyampaikan bahwa apoteker merupakan profesi kesehatan yang membutuhkan keterampilan tinggi serta interaksi yang erat dengan tenaga kesehatan lainnya. Beliau juga menekankan bahwa apoteker harus mampu memberikan informasi ilmiah terkait obat, termasuk interaksi obat, kepada tenaga kesehatan lain. Beliau mengingatkan para apoteker baru untuk menjalankan profesi sesuai sumpah/janji yang telah diucapkan serta terus belajar sepanjang hayat dengan mengikuti perkembangan teknologi di dunia.

 

Selamat kepada seluruh apoteker baru. Semangat berkontribusi dalam pembangunan kesehatan!

Berita