home icon
search icon
menu icon

> Berita > Tiga Dosen Fakultas Farmasi USU Raih Beasiswa Doktor PDDI 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Tiga Dosen Fakultas Farmasi USU Raih Beasiswa Doktor PDDI 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Dipublikasi Pada

26 Agustus 2025

Dipublikasi Oleh

Sunaryo S.Kom

Tiga Dosen Fakultas Farmasi USU Raih Beasiswa Doktor PDDI 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Thumbnail Tiga Dosen Fakultas Farmasi USU Raih Beasiswa Doktor PDDI 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Tiga dosen muda Fakultas Farmasi USU berhasil lolos seleksi Beasiswa Doktor PDDI 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Prestasi ini menegaskan peningkatan kualitas SDM USU sekaligus kontribusi nyata dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi farmasi nasional.

HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga dosen muda dari fakultas ini berhasil lolos seleksi Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen di seluruh Indonesia agar mampu berkontribusi lebih besar dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

 

Ketiga dosen yang lolos seleksi PDDI 2025 adalah:

  • apt. Nurul Suci, S.Farm., M.Farm., dosen pada bidang Farmasetika.

  • apt. Chemayanti Surbakti, S.Farm., M.Si., dosen pada bidang Biologi Farmasi.

  • apt. Nasri, S.Farm., M.Farm., dosen pada bidang Farmakokimia.

Mereka dikenal aktif dalam kegiatan akademik dan penelitian, serta berkomitmen dalam pengembangan ilmu farmasi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Ketiganya berhasil mendapatkan Beasiswa PDDI 2025, sebuah program bergengsi nasional yang memberikan kesempatan kepada dosen-dosen muda untuk menempuh pendidikan doktor baik di dalam negeri maupun luar negeri. Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset, pengembangan jaringan akademik internasional, serta mendorong terwujudnya penelitian-penelitian yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

 

Program PDDI 2025 dikelola langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Nantinya, para penerima beasiswa akan ditempatkan di berbagai perguruan tinggi unggulan, baik dalam negeri maupun luar negeri, sesuai dengan bidang keilmuan dan rencana riset yang mereka kembangkan.

 

Pengumuman resmi kelulusan beasiswa PDDI 2025 dilakukan pada bulan Agustus 2025 setelah melalui serangkaian proses seleksi yang panjang dan ketat.

 

Keberhasilan tiga dosen Fakultas Farmasi USU ini menunjukkan bahwa kualitas SDM di lingkungan USU terus meningkat dan mampu bersaing secara nasional. Pencapaian ini bukan hanya prestasi individu, melainkan juga wujud nyata kontribusi USU dalam mendukung visi pemerintah untuk mencetak generasi pendidik dan peneliti yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

 

Seleksi PDDI 2025 dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai dari seleksi administrasi, penilaian rekam jejak akademik, kelayakan rencana penelitian, hingga wawancara mendalam. Dari ribuan dosen di seluruh Indonesia yang mendaftar, hanya sebagian kecil yang dinyatakan lolos. Ketiga dosen dari Fakultas Farmasi USU ini berhasil membuktikan kompetensinya, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun potensi kontribusi mereka terhadap pengembangan ilmu farmasi.

 

Prestasi ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain:

  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kualifikasi akademik dosen agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi mahasiswa.

  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena penelitian yang dilakukan di bidang farmasi, biologi, dan farmakokimia dapat mendukung penemuan obat baru, terapi inovatif, serta upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

  • SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan mendorong riset-riset farmasi yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan industri obat dan bioteknologi di Indonesia.

  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena program ini mendorong kolaborasi riset antara dosen Indonesia dengan perguruan tinggi serta peneliti internasional.

Dengan keberhasilan ini, Fakultas Farmasi USU semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi farmasi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan inovasi demi kemajuan bangsa.

Berita