Fakultas Farmasi USU Gelar Webinar Nasional Bahas HTA dan Farmakoekonomi
BeritaDosen Farmasi USU Raih Best Poster Presenter di ICCBS 2026 Osaka
BeritaMahasiswa Farmasi USU Raih Kelulusan 100% pada UKOMNAS PDPA 2026
05 Juni 2025
Sunaryo S.Kom
HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menyelenggarakan Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) untuk Program Studi Doktor Ilmu Farmasi. Sidang ini menjadi momen penting bagi Sumardi, kandidat doktor yang mempertahankan disertasinya berjudul:
“Kajian Ekstrak Kloroform: Metanol Xylocarpus granatum terhadap Regulasi Quorum Sensing Pseudomonas aeruginosa dan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)”

Disertasi ini mengangkat potensi senyawa alam dari Xylocarpus granatum dalam menghambat mekanisme quorum sensing pada dua patogen utama, yaitu Pseudomonas aeruginosa dan MRSA, yang dikenal sebagai bakteri resisten dan penyebab infeksi nosokomial. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan terapi alternatif terhadap resistensi antimikroba.
Sumardi, peneliti sekaligus kandidat doktor Fakultas Farmasi USU, telah menempuh rangkaian proses akademik dan riset yang ketat. Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada Kamis, 22 Mei 2025, bertempat di Ruang IMG-GT, Biro Rektor USU, Medan.

Penelitian ini memiliki nilai strategis dalam upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Sidang berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme akademik. Majelis Penguji yang terhormat hadir dalam ujian tersebut, termasuk Pimpinan Sidang Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., serta para promotor dan penguji dari kalangan akademisi terkemuka di bidang farmasi dan mikrobiologi.

Sumardi berhasil menjawab seluruh pertanyaan dan tanggapan dari penguji dengan argumentasi ilmiah yang kuat, menunjukkan penguasaan mendalam terhadap topik risetnya. Dengan terselenggaranya sidang ini, Sumardi selangkah lagi menuju gelar Doktor (Dr.) dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam dunia akademik dan pengembangan solusi farmasi berkelanjutan.